A journey to remember

The Choices

Posted on: May 16, 2015

Belum lama ini, gue menemukan quote yang awalnya gue pikir biasa-biasa saja, tapi kemudian, quote itu ‘menghantui’ pikiran gue sampai berhari-hari lamanya. Secara singkat, isi quote-nya:

“Pada awalnya, semua orang bangga dengan pilihannya, tapi pada akhirnya, tidak semua orang setia pada pilihannya. Karena yang tersulit dalam hidup bukanlah memilih, tapi bertahan pada pilihan tersebut.”

Kalau dipikir-pikir lagi, quote ini bisa berlaku untuk begitu banyak hal…

Saat baru putus dan menemukan pacar baru, kita akan berpikiran, “My new boyfriend is the best! My ex-boyfriend? I can’t believe I was dating him!”

Tapi kemudian, saat si pacar baru mulai menunjukkan sifat aslinya… Saat kita tahu betapa menyebalkannya dia di saat sedang bad mood. Saat kita tahu bahwa dia tidak seperti yang kita kira sebelumnya. Saat kita mulai meragukan pilihan kita itu, bisa saja kita malah mulai berpikiran… “My ex-boyfriend could do better than this.”

Atau misalkan untuk urusan pekerjaan baru. Kita bangga dapat pekerjaan baru dengan better salary, better position, better working environment, dsb dsb. Kita sampai berpikiran, “I’m so lucky to get this job.” Tapi masih kah kita berpikiran demikian setelah si pekerjaan baru mulai menunjukkan sisi buruknya?

Awalnya, kita mulai punya satu atau dua rekan kerja yang tidak kita sukai. Lalu ternyata, si bos yang tampak charming saat job interview itu suka bertingkah irritating saat sedang dikejar-kejar deadline. Kemudian pekerjaan mulai menumpuk, mulai terlibat office politic, mulai capek dan lain sebagainya, sehingga akhirnya, kita malah jadi berpikiran, “What am I doing here?”

Pada akhirnya gue setuju… bertahan pada satu pilihan sebetulnya justru lebih sulit daripada menentukan pilihan itu sendiri. Tapi kalau boleh gue tambahkan sendiri, meskipun mempertahankan pilihan itu sulit, bukan berarti mengakhiri hal tersebut untuk memulai dengan pilihan baru lainnya pasti akan terasa lebih mudah!

There’s always that high and low in every decision we make. Mau dicari sampai kapan pun, tidak akan pernah ada pilihan yang sempurna. Apapun yang kita pilih, segala sesuatunya tidak akan pernah terwujud persis seperti yang kita inginkan pada awalnya. Jadi jangan pernah berharap kita akan punya pasangan yang sempurna, pekerjaan yang sempurna, bahkan tidak akan pernah ada tempat tinggal dan kendaraan yang sempurna.

Meski demikian, bukan berarti kita tidak pernah boleh menyerah. Ada kalanya, mengakhiri sebuah pilihan adalah pilihan yang terbaik untuk hidup kita. Hanya saja, pastikan dulu bahwa kita sudah berjuang sampai ‘titik darah penghabisan’ sebelum akhirnya memutuskan untuk menyerah. Jika tidak, pilihan kita untuk mengakhiri hal tersebut hanya akan jadi satu lagi pilihan hidup yang nantinya kita sesali di kemudian hari.

Let me close this post with another remarkable quote about making choices: “When you feel like quitting, think about why you started.”

Don’t give up too soon, there’s a chance that this too, will pass.

Advertisements

2 Responses to "The Choices"

Setuju ka , kalo boleh tau emang kaka kerja sebagai apa sih ka ? ditunggu ya pengalaman-pengalaman yang serunya 🙂

Hi Citra… Thanks untuk semua comments-nya. Saat ini saya kerja jadi Company Accountant.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 988,495 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Click the pictures below to visit my Instagram...

From classmates to travelmates! Been friends since we were only 15 years old! Met them up today and we’ve made a lot of plans for our coming trips. Let’s make it happen!
I don’t know why but I couldn’t seem to get any new outfit for Lebaran this year. I went to three shopping malls but then I went home with empty hands. So here I am... wearing one old dress I bought a couple years ago. Today before Eid prayer was begun, I saw something that made me smile. I instantly knew that I’ve had something way more important than a new dress for myself. I’d be happy if I had a new dress, but I’m still perfectly happy even without any of it. God has been incredibly kind to me and Ramadhan this year couldn’t be more miraculous to me. I am full of flaws, but I’ve had way more than enough, and I couldn’t ask for more. Eid mubarak and please do forgive me for all the wrong said and done. Let’s celebrate this holly day as the new beginning for each and everyone of us. Love - Riffa.
Arfa, my very first nephew, is turning six today! Just two days ago, he told me, “Aunty, when I grow up, I want to be vey rich so that I can buy for you anything you want!” He’s lovable, isn’t he? It never ceases to amaze me to see all the new things he learned, said, and did in the past 6 years. He’s growing up so fast and I can’t be prouder of him! Happy birthday, Arfa! Wish you’ll always be a loving kid and may Allah always bless you in every step of the way. So much love - your proud Aunty ❤️

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: