A journey to remember

Tidak Perlu Menjadi Kaya Raya Hanya Untuk Bisa Memberi

Posted on: March 1, 2015

Beberapa hari yang lalu, gue baca berita soal kakek pedagang tebu keliling di Kamboja yang menangis tersedu-sedu karena meski telah lelah berkeliling seharian, tidak ada satu orang pun yang berkenan membeli dagangannya. Foto si kakek yang sedang menangis itu entah bagaimana lalu beredar di social media, dan barulah setelah itu, para penduduk sekitar beramai-ramai membeli tebu dari si kakek dalam foto.

Kisah nyata si kakek penjual tebu mengingatkan gue dengan cerita nenek dari pihak Mami bertahun-tahun yang lalu. Sejak dahulu, Nenek selalu lebih memilih berbelanja pada pedagang yang tampak sepi. Menurut Nenek, dagangan mereka bisa jadi sama bagusnya dengan pedagang yang ramai dikunjungi pembeli, soal harga pun tidak jauh berbeda, hanya saja tempat berjualan mereka di pasar dinilai kurang strategis atau kurangnya variasi produk membuat dagangan mereka jadi cenderung sepi pembeli.

Saat itu, Nenek gue sama sekali bukan orang kaya. Nenek harus bisa menghidupi tujuh orang anaknya hanya berbekal gaji Kakek yang tidak seberapa. Meski demikian, Nenek bukan tipe orang yang suka menawar dengan sadis. Bahkan, Nenek juga suka merelakan sedikit uang kembaliannya kepada si penjual barang. Dari situlah pertama kali gue belajar, kita tidak perlu menjadi orang yang kaya raya hanya untuk bisa memberi kepada sesama.

Semakin ke sini, semakin sering gue mendengar begitu banyak alasan untuk tidak mengamalkan harta kekayaan, di antaranya:

  1. “Salah mereka sendiri yang malas bekerja sehingga hidupnya jadi serba susah,”
  2. “Kalo mereka kreatif dikit, atau jualan barang yang bagus dikit, enggak mungkin dagangannya sepi pembeli,”
  3. “Beramal itu tidak wajib hukumnya, coba lihat ayat bla bla bla…”
  4. Dan masih banyak lagi…

Beruntunglah, gue pribadi tidak pernah terpengaruh pola pikir seperti itu. Beberapa tahun yang lalu, gue sempat mengenal seorang teman yang justru menggenapkan hati gue untuk tetap memberi kepada sesama. Dia tipe orang yang rela membeli satu tandan pisang dari pedagang yang tampak putus asa meskipun sebetulnya, dia sama sekali tidak membutuhkan pisang sampai sebanyak itu. Satu dari sedikit orang yang bisa bikin gue berpikiran, “Gue kepingin jadi orang yang sama baiknya dengan dia.”

Teman gue itu terkadang justru kelewat baik hati kalo menurut gue. Dia tipikal orang yang masih suka memberi kepada tukang minta-minta. Suatu hari, gue pernah menegur dia… “Kenapa elo kasih? Gue rasa dia ngaku-ngaku belum makan dua hari hanya supaya dikasihani.”

Teman gue itu dengan tenang menjawab, “Ya itu sih urusan dia sama Tuhan… Tapi gimana kalo ternyata dia bener belum makan? Gimana kalo dia mati kelaparan?”

Teman gue itu, tanpa pernah dia sadari, sudah mengajari gue banyak hal tentang kebaikan hati. Kebaikan hatinya membuat dia disayangi oleh begitu banyak orang di sekitarnya. Dari situ pula gue menyadari… kebaikan hati, serta keikhlaskan untuk memberi kepada sesama, justru bisa mendatangkan banyak manfaat untuk diri kita sendiri.

Memberi telah membuat hati nurani gue tetap hidup. Mengajarkan gue tentang rasa ikhlas, rasa syukur, bahkan rasa damai dan bahagia saat tahu gue telah melakukan sesuatu yang berarti untuk hidup orang lain. Memberi tidak pernah membuat gue menjadi miskin dan kehabisan uang, justru sebaliknya, gue malah jadi mendapatkan begitu banyak kemudahan di kemudian harinya.

Mulailah belajar memberi, karena sesungguhnya, saat kita memberi kepada orang lain, kita juga sedang memberi begitu banyak berkah untuk hidup dan masa depan kita sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 974,557 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

It’s very important to feel content about our own life. No matter how hard we try, the truth is, we will NEVER get EVERYTHING we want to have in life. I want to have more curves, I want to have a pair of cheekbones and a chin like a supermodel, I want to be married at 30 years old, I want to be a Math expert, I want so many things in life and some of them are just some mission impossible. It’s true that I’m a go getter, but I simply have no time nor resource to pursue everything I want in life. There are some things that I need to live with it probably for the rest of my life. But you know what? I never regret any of that. I would rather count my blessings rather than feeling sorry for my imperfections. I’ve tried to make the very best of every day in my life, and for me, that is way more than enough. I’m happy just the way I am, and I’m thankful for everything I have, everything I don’t have, and everything that I will never have.
Be a better you, for you. Dress up, wear heels, put some make-up on, for you. Live in your dream, be awesome in what you do, especially for you. Learn from your mistakes, get back up from your downfalls, for you. Be kind, be compassionate, also for you. Make yourself proud for being the very best of you, not to please anyone else but you.
Every people has their very own insecurity. They have flaws, failures, they all once did a couple of things they are not proud of. They have one soul crushing events they wish to forget. Their life is not perfect and nor is mine. I am no different with any other person I know. If there’s one thing I do differently, that one thing that many people is reluctant to do, is that I forgive my past. I accept my flaws. I make peace with my guilts and failures. It’s all simply because there’s nothing I can do to change everything that has happened back in my past. What’s gone is gone, I can only decide what I would like to do on the days to come. Rather than drowning in miseries, I moved on. I’ve seen many people turned their problems to a nightmare. They made their worst moments in life even worse than it should be. They pointed fingers, they blamed random innocent people, they pushed people away, they ran off from reality, they did nothing useful for their own life. Some of them even made their personal problems as someone else’s problems for no particular reason. They let their insecurities hurt people who has nothing to do with their downfalls. My life is no better nor easier than anyone else, but at least, I’m trying so hard to make my own life a better place. If I can do it, and so can you!

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: