Girl’s Number One Mistake

Beberapa hari yang lalu, gue asyik ngobrol soal sama salah satu teman sekantor tentang kebiasaan cewek yang umumnya terlalu mudah menaruh harapan tinggi. Terlalu mudah jatuh hati. Terlalu mudah mengambil kesimpulan kalau si gebetan juga suka sama kita… Meski dimulai dengan serba mudah seperti itu, giliran akhirnya harus letting go, yang ada ngelupainnya malah susah setengah mati!

Percakapan malam itu bikin gue jadi teringat masa-masa yang lalu…

Penasaran apa dia juga suka sama gue atau enggak.

Sibuk ngumpulin ‘pertanda-pertanda’.

Sibuk nanyain pendapat orang lain tentang perasaan dia ke kita.

Hari ini optimis, besoknya pesimis.

Dan yang paling sedih, suka jadi kesel sendiri, “Kenapa gue sebegininya amat ya? Belum tentu dia juga lagi sibuk mikirin gue!”

Nggak lama setelah obrolan dengan teman gue itu, ceritanya ada cowok yang tiba-tiba suka ngajakin gue ngobrol. Sekali, dua kali, berkali-kali… sampe ujung-ujungnya ngajakin dinner bareng. Reaksi gue? Biasa aja. Secara ngajakin dinner-nya juga rame-rame kok. Tapi ternyata, hal itu bikin temen-temen gue jadi pada heboh. Mereka bilang, “Mau bawa temen itu cuma alibi dia buat jalan bareng elo!”

Gue nggak nanggepin serius. Gue yakin temen-temen gue juga enggak serius. Gue beneran nganggep ajakan dinner itu ya cuma antar teman aja. Tapi gue terus kepikiran… kenapa gue sama sekali enggak kegeeran yah? Bukan karena ini cowok kurang keren atau apa. Malah, dia itu boleh dibilang salah satu cowok paling cakep yang pernah gue kenal. Tapi kenapa gue ngerasa biasa-biasa aja? Dan gue lalu teringat… seandainya cowok itu adalah cowok yang gue suka, berikut ini isi kepala gue jika hal yang sama juga terjadi antara gue dan si gebetan…

  1. Jangan-jangan dia itu sengaja nanya-nanya soal kerjaan gue cuma buat cari topik supaya bisa ngobrol sama gue!
  2. Tadi dia muji-muji gue kayak gitu maksudnya apa ya?
  3. Lalu puncaknya: wah, dia ngajakin gue dinner! Jangan-jangan dia bilang bakal bawa temen-temennya itu cuma alibi buat jalan bareng gue aja! Siapa tau pas hari H, dia bilang temen dia mendadak cancel semua, hehehehe.

Jadi kesimpulannya, masalah cewek-cewek pada umumnya adalah, kalo udah mulai suka sama satu cowok, kita cenderung suka bereaksi berlebihan. Hal-hal kecil yang dilakukan si gebetan jadi kita besar-besarkan. Jadi masuk ke dalam pikiran. Jadi kegeeran. Jadi bikin senyum-senyum sendiri… Buktinya, giliran cowok yang kita nggak suka, mereka melakukan hal besar pun, bisa jadi kelihatan kecil dan enggak ada artinya di mata kita.

Malam itu, gue bilang begini sama teman yang gue ceritakan di awal…

Pada dasarnya, ada dua tanda cowok itu suka sama kita:

  1. Kalau dia memperlakukan kita secara berbeda jika dibandingkan dengan perlakuan dia ke cewek-cewek lainnya, dan
  2. Kalau dia berusaha menunjukkan rasa sukanya itu. Contoh yang paling jelas: ngajak kita untuk nge-date. Further more, he will make it very clear that he wants us to be his girlfriend.

Gue juga bilang sama teman gue itu, “Tapi sayangnya, kalo kita udah suka sama satu cowok, kita cuma fokus sama point 1 itu aja. Kita hanya fokus untuk mengumpulkan fakta-fakta bahwa dia juga suka sama kita, fakta bahwa dia memperlakukan kita secara berbeda. Kita sibuk menebak-nebak. Padahal kenyataannya, kalo dia beneran suka sama kita, dia pasti akan ngelakuin apapun buat jadian sama kita.

As I’ve ever written in this blog, when a guy likes you, it’s obvious. Dengan kata lain, kalo kita masih harus nebak-nebak isi hati dia, maka kemungkinan besar, kita hanya bertepuk sebelah tangan. Kalaupun misalnya, dia juga ada rasa suka sama kita tapi dia tetap tidak melakukan something real untuk menjadikan kita sebagai pasangannya, maka tetap lupakan saja. Kalau sudah begtitu jalan ceritanya, maka hanya soal waktu saja sampai akhirnya nanti dia benar-benar meninggalkan kita.

That’s why I think, girl’s number one mistake in love life is to let herself fall for a guy who is not there, or who is not willing, to ever catch her fall.

6 thoughts on “Girl’s Number One Mistake

  1. JNYnita says:

    Setuju sm paragraf kedua dr bawah..
    Hhhmm.. Apa krn kita semakin menua jadinya imajinasinya makin tumpul atau jd makin realistis? Yang pasti sih udah males menye-menye..

  2. Widia says:

    Yang jelas (biasanya) di umuran 25 th ke atas, kalo ada cowok yang serius suka ama kita…, niatnya cepet ato lambat cara pdkt-nya ke arah ngajak nikah untuk ibadah. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s