A journey to remember

Shopping in Hongkong

Posted on: May 15, 2011

Hongkong memang terkenal sebagai salah satu shopping destination di kawasan Asia. Makanya sejak jauh-jauh hari, gue udah terlebih dahulu mencari informasi tempat belanja favorit di negara itu. Berikut ulasan 3 tempat belanja yang gue singgahi selama berlibur di Hongkong.

Citygate

Kalo mau cari barang bermerk yang terjamin keasliannya dalam harga yang relatif lebih murah, maka Citygate pilihan yang tepat untuk berbelanja. Tadinya gue cuma berniat beli sendal Crocs aja, tapi ternyata di dalam Citygate, gue jadi tergoda untuk masuk ke toko Mango, Guess, Giordano, dan Esprit. Begitu masuk ke outlet Mango, gue langsung syok. Ada banyak kaos lucu yang kalau dirupiahkan, harganya enggak sampe Rp. 200.000! Ada pula obi yang dijual seharga Rp. 150.000. Begitu juga di Giordano. Harga kaos cowok di sini enggak sampe Rp. 100.000! Untuk Guess harga kurang lebih sama dengan harga di Indo. Tapi kalo Crocs-nya beneran lebih murah! Sendal Crocs (model yang sama) di Indonesia harganya sekitar Rp. 300.000, sedangkan gue beli di Citygate hanya sekitar Rp. 170.000 aja. Dan itu pun masih dalam kriteria normal price lho. Untuk barang yang didiskon, harganya bisa di bawah Rp. 100.000! Sayangnya koleksi jibbitz di Crocs Citygate jumlahnya sedikit banget. Kurang bervariasi pula. Padahal tadinya gue kepengen sekalian borong jibbitz-nya juga. However gue ngerasa betah belanja di Citygate. Di sini kita bisa belanja nyaman, bisa bayar pake kartu kredit, dan pegawai tokonya juga ramah-ramah banget. Untuk sampai ke sini, naik MTR ke stasiun Tung Chung, kemudian cari exit C, kamu langsung akan sampai di shopping mall ini.

Ladies Market

Pasar malam yang terletak di pinggir jalan ini masih jauh lebih populer daripada Citygate. Belum lengkap acara belanja di Hongkong kalau belum belanja di sini. Namanya juga pasar malam di pinggir jalan, ya jangan harap suasana nyaman dengan pedagang yang pasti ramah. Berikut ini tips dari gue buat shopper yang kepengen belanja di Ladies Market:

  1. Harus pinter-pinter nawar kalo mau belanja di sini. Dan, harus tahan banting kalo misalkan pedagang di sana marah-marah gara-gara kita nawar kelewat sadis. Nggak usah diambil hati dan langsung pergi aja kalo nemu pedagang yang kayak gini,
  1. Sebelum memutuskan untuk membeli, survey harga dulu! Ada banyak pedagang di sana yang menjual barang yang sama persis. Di awal coba aja tawar sampe 50%, terus lihat bakal mentok di harga berapa.
  1. Pedagang di sana terbagi jadi 3 jenis:
  • Ibu-ibu: Pedagang galak biasanya ibu-ibu paruh baya. Kalo lagi tawar menawar sama mereka tuh rasanya deg-degan.
  • Perempuan dengan usia relatif muda: Paling enak belanja sama mereka. Mereka lebih sabar buat diajak negosiasi harga. Ada pula beberapa dari mereka yang punya sifat humoris dan jago berbahasa Inggris.
  • Laki-laki: Lebih tegas dalam berdagang. Mereka biasanya malas menindaklanjuti pembeli yang sejak awal udah nawar harga terlalu sadis. Tapi tenang aja, selama di sana gue enggak nemuin pedagang cowok yang suka marah-marah.
  1. Lebih baik jangan hampiri pedagang yang sudah mulai membereskan barang dagangannya. Biasanya mereka udah nggak mau melayani pembeli kalo udah mau pulang kayak gitu. Apalagi kalo yang dagang ibu-ibu!
  1. Idealnya datang ke sini sebelum jam 10 malam supaya sempat survey harga dan sempat lihat-lihat dari ujung sampai ke ujung.
  1. Daripada menawar secara lisan, gunakan kalkulator. Enggak banyak pedagang di sana yang bisa Bahasa Inggris. Biasanya, pedagang-pedagang muda yang lebih fasih berbahasa Inggris.
  1. Gue dapet tips dari traveler lain, pedagang di sini lebih menghormati pembeli yang kelihatan punya USD di dalam dompetnya. Dan lebih baik bicara sama mereka dalam Bahasa Inggris daripada daripada Bahasa Mandarin. Soalnya pedagang di Hongkong kebanyakan kurang suka dengan orang-orang Cina daratan.
  1. Ladies Market identik dengan barang imitasi yang sebenarnya bisa kita temukan di Indonesia, di ITC Mangga Dua misalnya. Oleh karena itu tidak ada salahnya kalau kita terlebih dahulu mencari patokan harga barang serupa di Indonesia. Misalnya harga dompet tiruan Gucci dan Anna Sui (dua merk yang paling banyak dijual imitasinya di Ladies Market).

Daripada barang-barang imitasi, gue justru lebih suka belanja barang-barang yang tidak bermerk di Ladies Market. Di sana ada banyak kalung dan gelang lucu, dompet dan tas cantik yang belum pernah gue dengar nama merk-nya, serta beberapa souvenir yang bisa gue beli untuk dijadikan oleh-oleh. Souvenir favorit gue itu gantungan tas dalam beraneka bentuk (gantungan ini bisa berfungsi sebagai penghias tas atau alat untuk menggantung tas kita supaya tidak kotor), beraneka cermin lipat, atau sekedar gantungan kunci, gunting kuku, dan souvenir magnet bertuliskan Hongkong. Untuk barang-barang seperti ini, makin banyak beli maka harga satuannya akan semakin murah!

Untuk sampai ke Ladies Market, naik MTR sampai stasiun Mongkok cari exit E2. Keluar dari stasiun MTR, tinggal ikutin petunjuk jalan menuju Ladies Market. Kalaupun nyasar ya tanya aja, orang-orang di sana pasti tahu kita mau ke mana.

Disneyland

Stephanie, temen sekantor gue waktu masih di EY, sering bilang bahwa belanja souvenir di Disneyland itu rasanya menyenangkan banget. Ada banyak barang lucu yang bikin kita betah berlama-lama di dalam tokonya. Makanya sejak awal, gue udah menyiapkan budget ekstra untuk acara belanja di theme park ini.

Di dalam Disneyland ada banyak toko kecil yang tersebar di dalam taman, ada pula beberapa booth kecil yang terletak di pinggir jalan. Tips dari gue, daripada belanja di toko-toko kecil itu, lebih baik belanja di toko utama yang terletak di Main Street. Dari luar kelihatannya kayak beberapa toko yang terpisah, tapi sebenarnya kalo dilihat dari dalam, semua toko itu memanjang jadi satu. Nah, semua yang dijual di toko-toko kecil atau di booth pinggir jalan komplet tersedia dia satu toko utama ini.

Harga barang di Disneyland jelas relatif mahal. Tapi pastinya, harga mahal itu emang sebanding sama desain lucu dan kualitas barang yang ok punya. Berikut ini daftar harga barang satuan yang ada di struk belanja gue. Siapa tau bisa jadi input untuk kalian menyiapkan budget:

  1. Tumbler: 70 HKD;
  2. Pin: 45, 55, & 65 HKD;
  3. T-shirt: 180 & 280 HKD;
  4. Gantungan kunci: 60 HKD;
  5. Cookies jar: 60 HKD;
  6. Satu pasang cangkir & tatakannya: 120 HKD;
  7. Dua pasang sumpit: 60 HKD;
  8. Tempat pensil (bisa juga buat tempat make-up): 80 HKD;
  9. Mini frame: 50 HKD;
  10. Gunting kuku: 60 HKD; dan
  11. Gantungan kunci berbentuk boneka Piglet mini: 60 HKD.

Sebetulnya ada satu lagi kawasan belanja yang cukup terkenal di Hongkong: Nathan road. Terdapat jejeran toko di sepanjang Nathan road ini. Katanya sih, turis asing suka belanja barang elektronik di tempat ini. Tapi berhubung gue nggak berniat beli barang elektronik, jadi ya gue lewat Nathan Road hanya untuk cari makan aja. Kalo kalian mau belanja di tempat ini, perlu diingat 3 hal berikut ini:

  1. Hati-hati barang palsu atau rakitan;
  2. Pastikan barang yang ditawarkan dengan barang yang kemudian dibungkus adalah satu barang yang sama;
  3. Jangan mau kalau sampai diajak jalan untuk melihat barang di bagian dalam atau di tempat lain;
  4. Pelajari harga normal dari barang yang ingin kita beli dan harus gigih menawar sampai tingkat harga yang masuk akal; dan
  5. Pikir-pikir soal garansi. Seberapa yakin kalian soal garansi produk itu? Apa iya kartu garansi tetap berlaku di Indonesia? Bisa aja kan… ada produk yang cuma punya garansi toko.

Mengingat ribetnya seluk-beluk belanja barang elektronik di Nathan Road yang banyak gue baca dari blog lain itu, gue jadi enggak pernah berniat untuk belanja di sana. Padahal gue punya rencana beli kamera digital, tapi lebih baik gue belanja di Indonesia aja deh. Jangankan di luar negeri, di Indonesia aja gue kurang percaya sama keaslian barang-barang yang dijual di Glodok. Lebih baik beli di dealer resmi atau toko elektronik terpercaya seperti EC atau Dbest, walau lebih mahal yang penting hati tenang, hehehehe.

Advertisements

5 Responses to "Shopping in Hongkong"

hi, stop by mau nyari2 tempat belanja di hongkong. rencananya mau kesana januari nanti. sekalian mau belanja barang bermerk. hehehe

[…] Shopping in Hongkong | A journey to remember – 1 | Meutia Halida Khairani August 15, 2014 at 3:18 am. hi, stop by mau nyari2 tempat belanja di hongkong. rencananya mau kesana januari nanti. sekalian mau belanja …… […]

Min kalo buat belanja kerdung di hongkong dimana ya yang bisa buay dijual lagi ke indo?? Makasih

Kalo mau cari tempat makan yg halal di hongkong itu dimana ya mbak?

Bisa coba Tsim Sha Tsui (dekat mesjidnya) dan Causeway Bay.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 909,066 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

  • It's not about destroying the one you hate, it's about saving the one you love. ❤️ #starwars 7 hours ago

Click the pictures below to visit my Instagram...

I went out with my team at Lazada today and as we always do, we had a lot of fun. I laughed out lout my stomach hurt! It was no lie when I told my team that they were the best team that I had ever had.
It's being said that if you work somewhere long enough, just being there will eventually leave scars in your heart. That can be true, but my team, they have been my healer.
I refuse to remember the angers, the long nights, the exhaustions and the pain; I prefer to remember the wonderful people I met along the way.
Tonight, I looked at each and everyone in my team and I knew that moment would pass me by. Things just would never be the same again. But that's okay! I'll carry this memory as the greatest treasure I had in my four years with Lazada.
It's two weeks before I go, let's make the most of it!
#lazada #team #thought #photooftheday #iphone7plus The beauty of diversity. I'm glad that I met them along my career path at Lazada. Just a little help like this could mean everything to me and The Lens Story. Many thanks! ❤️
📷: @thelenstory 👚: @adidaswomen 👕: @nike 
#friends #friendshipgoals #diversity #photography #photooftheday #canon #snapseed #thelenstory Find someone who loves you properly.
The one who never intentionally let you wait for him.
The one who never makes you have to wonder how he truly feels about you.
The one who will definitely catch you and hold you tight as you fall for him.
The one who gives you all he has to be a better man, to fix what goes wrong, to fight for you and to never let you go.
You are too old for another Mr. Wrong, reward yourself with the right one.
Love yourself enough to leave your past, you deserve better.
📷: @thelenstory
💄: @yuficarolin.mua
👗: @calla.atelier
👠: @charleskeithofficial 
#love #life #quote #photography #photooftheday #thelenstory

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: