Nasib Oh Nasib…

 

Beberapa hari yang lalu, di salah satu ruang meeting Medco yang dijadiin ruangan khusus buat auditor EY…

 

Tiba-tiba senior gue (cowok) masuk ruangan sambil ketawa-tawa. “Fa, katanya kemaren kamu tanya-tanya ke klien tentang ARO (Asset Retirement Obligation) ya?”

 

“Iya… kok Mas Rq tau?” Dalam hati gue mulai deg-degan. Takutnya ada klien ngadu gue kelihatan judes pas nanya-nanya. Maklum, kalo lagi serius muka gue emang nggak ada senyum-senyumnya.

 

Ngedenger cerita Mas Rq itu, ada temen lain yang komentar, “Wah… Riffa hebat, canggih nanyain soal ARO segala…”

 

Gue cuma senyum-senyum. ARO itu emang agak-agak ribet. Waktu gue nanya ke klien, dari yang awalnya cuma dijawab sama satu orang, tau-tau udah ada lima orang yang ikutan nimbrug! Makanya gue khawatir jangan-jangan waktu itu gue dikira ‘berbahaya’ makanya dijawab secara keroyokan… Mereka jawab secara baik-baik sih, tapi tetep aja gue khawatir ada yang ngadu.

 

Mas Rq ngelanjutin, “Iya… tadi Mbak Frd (salah satu klien) tanya, yang pake jilbab itu siapa Q?”

 

Tuh kan … Ada klien yang ngadu…

 

“Trus ya gue bilang aja, dia temen gue. Nah, terus si Mbak Frd nanya lagi, dia itu SENIOR baru ya Q?” Si Mas Rq pun ketawa-tawa lagi…

 

“Uhm… emangnya kenapa ya, Mas?” gue masih belum tenang.

 

“Ya nggak papa, hebat… hebat…”

 

Akhirnya, dari yang tadinya deg-degan gue malah berubah jadi mangkel. Masa’ gue dikira udah senior?!? Pasti gara-gara tampang gue boros deh! Huh… beginilah nasib jadi anak pertama; tampangnya tua! Hmmppphh…

 

I Wish You Love

 

 

Gue ingin mengawali tahun 2009 dengan ucapan perpisahan untuk seseorang yang dekat sama gue selama satu tahun belakangan ini. Udah berkali-kali gue coba nulis blog buat say good bye ke dia, tapi berkali-kali pula gue batal nge-post tulisan ybs karena dilandasi seribu satu alasan… Gue takut ada yang salah paham lah, takut tulisannya dinilai terlalu mellow, atau takut menyebutkan hal-hal yang nggak seharusnya gue sebutkan.

 

Lalu tadi malam, gue menemukan lirik lagu dalam novel berjudul ‘Being 20 Something Is Hard’. Lagu itu berjudul ‘I Wish You Love’. Setelah membaca lirik lagu itu berkali-kali, gue putuskan bahwa lirik lagu itulah yang akan mewakili ucapan selamat tinggal dari gue buat si dia…

 

Please read this carefully, this a good bye for you and I mean it for real…

 

I wish you bluebirds in the spring

To give you a song to sing

And then a kiss

But more than this

I wish you love

 

And in July a lemonade

To cool you in some leafy glade

I wish you health

And more than wealth

I wish you love

 

My breaking heart and I agree

That you and I could never be

So with my best, my very best

I set you free

 

I wish you shelter from the storm

A cozy fire to keep you warm

But most of all

When snowflakes fall

I wish you love

 

Gue ingin setelah ini akan ada cinta yang lebih baik bukan hanya untuk gue, tapi juga untuk dia. Gue ingin akan ada lagi kehangatan dan rasa nyaman bukan hanya untuk gue, tapi juga untuk dia. Dan lebih dari apapun juga, gue ingin dia berbahagia dengan hidupnya…

 

Kenapa begitu? Karena gue yakin, tanpa dia pun hidup gue akan tetap baik-baik aja. Toh sebelum kenal dia pun hidup gue udah happy-happy aja tuh. Tapi kalo dia… well… emangnya dia mau cari di mana lagi cewek yang baik hati, penyayang dan penuh perhatian kayak gue? Huahahaha… pasti nanti dia duluan yang kangen sama gue;)

 

Well… terlepas dari segala celaan dan hina dina itu, gimanapun elo tetep yang terbaik yang pernah mampir di hidup gue… You’re simply the best I’ve ever met. I’ll miss you, good bye.