Tentang Jodoh

Terinspirasi dari obrolan gue bareng-bareng temen setim soal jodoh, gue jadi kepengen nulis tentang jodoh gue dalam berbagai hal: mulai dari pekerjaan, barang-barang, sampe pastinya soal jodoh betulan. Berikut ini daftar hal-hal yang belum gue temukan, dan hal-hal yang rasanya emang udah berjodoh sama gue. Just want to write it for fun, hehehehe.

NOT YET FOUND

Pekerjaan Impian

Menurut Nova, temen setim gue, mendapatkan pekerjaan yang cocok itu sama kayak nyari jodoh. Bisa jadi, pekerjaan yang enggak pernah kebayang ingin kita lakukan malah jadi pekerjaan yang terbaik dan yang paling kita nikmati. Misalnya, ada sarjana tehnik yang malah enjoy kerja di divisi finance hingga akhirnya melesat jadi CFO. Nah, dalam kasus gue, gue belum pernah merasa berjodoh sama kerjaan gue. That’s why gue kepengen resign dan mencari pekerjaan dalam bidang baru. Karena sama kayak konsep jodoh, kalo emang udah nggak jodoh, ya mau diapain juga enggak akan pernah bisa bener-bener klop.

Bedak dan Alas Bedak

Akhirnya, baru-baru ini gue nemuin bedak Clinique yang halus di muka, enggak kelihatan cakey, dan yang paling penting, enggak bikin muka gue jadi beruntusan. Sayangnya, kemaren itu gue salah pilih warna. Warna bedak gue yang sekarang ini terlalu natural sehingga kurang berhasil bikin muka gue kelihatan lebih cerah. Maybe in the next purchase, gue mesti naikin warnanya satu tone lebih cerah. Oh ya, untuk alas bedak juga bener-bener belum nemuin yang cocok. Kebanyakan alas bedak itu oily dan menyumbat pori-pori muka gue. Kayaknya gue juga mau nyobain alas bedak Clinique yang diformulasi khusus buat kulit berminyak.

Maskara

Susah banget nemuin maskara waterproof yang melentikkan tapi nggak ngegumpal. Iklan maskara emang muluk-muluk, tapi hasilnya jauh banget dari yang dijanjiin. Terus gue juga lebih prefer maskara yang gagangnya kecil. Nah, sejauh ini, maskara gagang kecil yang pernah gue beli hasilnya mengecewakan! The Body Shop bagus, tapi hasilnya terlalu natural, jadi nggak kelihatan pake maskara gitu. Revlon juga hasil akhirnya bisa bagus, asalkan kita cukup sabar buat menyisir gumpalan-gumpalan kecilnya. Untuk selanjutnya, gue mau coba beli maskaranya Lo’real. Baca di Female Daily, katanya Lo’real punya maskara termasuk bagus dan affordable.

My Mr. Right

Beda sama orang-orang kebanyakan, kalo menurut gue, belum menemukan Mr. Right bukan berarti cowok yang udah-udah adalah Mr. Wrong. Gue enggak pernah menyesali apa yang pernah gue rasakan sama mereka. If it didn’t last forever it doesn’t mean it wasn’t worth it right? Karena buat gue, kenangan manis dengan mereka adalah sesuatu yang enggak akan pernah bisa gue beli dengan uang. Lagipula, selalu ada hal baru yang gue pelajari dari gagalnya ‘hubungan’ gue sama mereka. Jadi buat apa disesali? Gue justru merasa, dengan pelajaran yang gue dapatkan dari mereka akan mempersiapkan gue buat menjalani hubungan dengan jodoh gue nanti. So it’s not about they were wrong or jerks or cowards… it was just they were not right for me.

ALREADY FOUND

Merk Shoes & Bag Favorit

Buat yang cukup mengenal gue, pastinya elo udah tau… apa lagi merk favorit gue kalo bukan Charles & Keith? Gue suka CK bukan cuma karena variasi model, warna, dan pilihan materialnya aja. Gue suka banget sama merk ini karena kualitasnya yang tahan lama. So far, gue belum pernah kecewa sama CK. Tas dan sepatu kerja yang sekarang gue pake tiap hari itu aja umurnya udah setahun loh. Beda banget sama merk Guess yang harganya lebih mahal, tapi baru dipake sebentar, besinya berubah warna dan kulitnya mulai ngeletek! Padahal sebenenrya gue suka banget sama model dompet dan tas keluaran Guess. Oh ya, selain itu, gue selalu ngerasa nyaman kalo pake semua sendal dan sepatu CK gue. Pokoknya CK is my truly match, hehehe.

Facial Skin Care

Akhirnya gue nemuin pembersih muka yang cocok buat gue: Acnes. Setelah pake ini, jumlah jerawat dan komedo baik yang hitam maupun yang putih berkurang drastis. Kulit gue juga jadi lebih halus dan terasa kenyal. Udah gitu harganya juga terjangkau banget! Produknya bisa ditemukan di mini market dekat rumah. Sayangnya, waktu sakit kemaren gue lalai ngebersihin muka sehingga akhirnya muncul lagi jerawat kecil-kecil yang kemudian membesar dengan sendirinya. Huuuh, menyebalkan!

HP Kesayangan

Sebenernya gue udah cocok banget sama P1 yang masih gue pake sampe sekarang. Ini hp awet banget, udah gue pake dari waktu gue masih kuliah semester 7. Yang pertama gue suka karena hp ini gabungan antara touch screen dan QWERTY keyboard. Terus semua fitur yang gue cari dari hp ada semua di hp ini. Kualitas suara ok, kualitas gambar dari kameranya juga selalu ok. Sayangnya, hp ini udah ketuaan, udah waktunya diganti. Performanya udah banyak menurun, termasuk kualitas kamera yang selama ini sangat gue banggakan. Huhuhuhu, so much worry I couldn’t find any other hp which compares to it (lebaynya gue kumat, hehehe).

Best Friends

Menurut pengamatan gue, hampir semua orang yang gue kenal pada akhirnya berhasil menemukan pasangan hidupnya (baca: suami atau istri), tapi tidak sampai seperempatnya berhasil menemukan sahabat yang selalu mendampingi mereka dari waktu ke waktu. Dan menurut gue, sahabat juga sifatnya sama kayak jodoh: enggak semua orang bisa klop bersahabat dengan kita. Apalagi kenyataannya, orang yang kita anggap klop belum tentu sebaliknya menganggap kita klop sama dia. Lalu jangan salah, mempertahankan sahabat itu bukan hal yang mudah. We need to be a good friend who deserves to have a best friend first. Makanya, kalo mengutip dari buku Chicken Soup For The Teenage Soul: best friend is the best gift for us which is given by ourselves

Letters to Juliet Movie Quote

 

Letters to Juliet bercerita tentang Sophie yang bekerja sebagai ‘sekretaris Juliet’. Pekerjaannya adalah membalas surat yang dikirimkan cewek-cewek untuk Juliet. Konflik bermula saat Sophie menemukan surat yang ditulis lima puluh tahun yang lalu oleh grandma Claire. Nggak disangka, gara-gara balasan surat dari Sophie, grandma Claire jadi bertekad buat mencari true love dia lima puluh tahun yang lalu itu!

 

Menurut gue sih, dari segi cerita termasuk biasa-biasa aja yah. Tokoh utama cowoknya juga kurang ganteng, hehehe. Tapi, yang gue suka dari film ini ada quotes-nya. Sejak nonton film ini sekitar dua minggu yang lalu, gue udah bertekad bakal langsung nyari kumpulan quotes dari film ini. And here they aremy favorite quotes from this movie:

 

Sophie’s letter to grandma Claire:

“Dear Claire… ‘What’ and ‘If’ are two words as non-threatening as words can be. But put them together side-by-side and they have the power to haunt you for the rest of your life: What if? What if? What if? I don’t know how your story ended but if what you felt then was true love, then it’s never too late.”

 

Sophie to Charlie (cucunya grandma Claire yang sangat menentang niat neneknya untuk mencari true love sang nenek 50 tahun yang lalu itu):

“I’m sorry, I didn’t know love had an expiration date.”

 

Charlie to Sophie (quote yang ini, dua kalimat pertamanya cuma based on ingatan gue aja… soalnya yang gue dapetin dari internet kurang lengkap sih):

“I’m glad I’m not Romeo. I don’t want to just stand and whisper in the garden. If I were Romeo, I would have grabbed her from that blasted balcony and been done with it.”

 

Between Charlie and Sophie (gue lupa siapa persisnya yang ngomong begini, hehe):

Sometimes, perfectionist is just another word of chicken.”

 

Grandma Claire to Charlie:

“How many Sophies do you think there are on this planet? Don’t wait for 50 years before you find her. Go, Charlie, go!”

 

However, meskipun gue suka sama quotes dalam film ini, di satu sisi gue tetep ngerasa film ini agak-agak berlebihan. Jangankan 50 tahun deh… nyari first love gue 10 tahun yang lalu aja gue ogah, hehe…

 

Terus tagline film ini kan bahwa cinta sejati itu nggak akan pernah kadaluarsa yah. Masalahnya kalo yang terjadi sama gue, setiap cinta yang pernah gue rasain pasti punya expired date. Pernah beberapa kali, gue menolak kesempatan buat ‘balik’ sama cowok-cowok yang DULU pernah gue sayang dengan sepenuh hati.

 

Tapiii, yah… secara gue juga masih muda. Siapa tau besok-besok gue nemuin cowok yang bisa bikin gue ngerasain true love sedahsyat itu kali yaa, hehehe. So I guess lucky for you who already have one.

 

Cosmopolitan This Month

 

Gue suka banget deh, sama majalah Cosmopolitan edisi November 2010. Awalnya gue cuma iseng-iseng aja mampir di rak majalah di Gramedia, sekedar buat killing time aja gitu. Terus pas gue lihat cover-nya Cosmopolitan, gue mulai tergoda… beli nggak ya? Gue kan masih harus berhemat buat biaya liburan awal tahun depan! Setelah beberapa kali ambil-taruh lagi-ambil lagi-taruh lagi… akhirnya itu majalah gue bawa ke kasir barengan sama komik Conan yang terbaru (kalo komik ini emang wajib gue beli!). Kayaknya ada semacam bisikan hati buat beli si Cosmo itu, hehe…

Sampe rumah ternyata gue lebih tertarik baca Conan gue terlebih dahulu, sedangkan Cosmopolitan itu dibawa sama adek cewek gue ke kamar tidurnya. Lalu pagi-pagi, adek gue itu muncul di kamar gue sambil bilang, “Baca deh, kisah nyata cewek-cewek yang nemuin true match mereka dengan cara yang aneh-aneh. Ceritanya bagus-bagus!”

Gue bilang, “Ah, yang kayak gitu sih adanya cuma di sinetron doang! Gue sih nemuin gebetan di tempat yang standar-standar aja tuh. Nggak jauh-jauh dari sekolah, kampus, kantor.”

Adek gue langsung sewot, “Yee, tapi ini kan kisah nyata! Berarti emang betulan kayak begitu kejadiannya.”

Akhirnya gue pun melenggang ke kamar adek gue, lalu buka Cosmopolitan langsung di halaman yang dihebohkan adek gue itu. Hmmm… ada orang yang ketemu pasangannya di konser Coldplay di Singapur, ada yang ketemu di ruang tunggu bandara, di depan menara Eiffel pas lagi liburan, ada pula yang akhirnya jadian sama klien cowok yang ternyata ganteng dan keren.

Bener-bener kayak cerita drama! Kemaren gue pergi traveling, beberapa kali nemuin cowok keren mulai dari produk lokal sampe bule-bule, tapi enggak ada yang berkelanjutan tuh. Paling cuma lihat-lihatan, minta tolong fotoin, atau sekedar saying hi doang. Atau klien keren… aah, dari puluhan atau mungkin ratusan klien gue dari jamannya perusahaan yang lama sampe yang sekarang, nggak ada satupun klien yang masuk kategori keren.

Tapiii… well, gue tipe orang yang percaya bahwa there is nothing impossible in this world. Kalo suatu hal bisa terjadi sama orang-orang lain, enggak mustahil hal yang sama akan terjadi sama gue juga. Kalopun katakanlah belum ada orang lain yang mengalami suatu hal tertentu, hei, there’s always the first one who’s making the breakthrough right?

Point-nya bukanlah gue jadi mengkhayalkan pertemuan yang dramatis antara gue dan true match gue yang entah siapa orangnya. Yang gue suka dari artikel ini adalah, gue jadi seperti melihat masa depan. You know, penyakit khas-nya orang patah hati: so much worry that I will never find someone like him. I’m still 23 going to 24, dan dengan asumsi panjang umur, masih akan ada begitu banyak hari yang bakal gue lewati dan banyak orang baru yang akan gue temui. Gue enggak akan pernah tahu apa yang nantinya akan gue dapatkan kecuali gue terus menjalani hari demi hari dalam hidup gue.

Oh ya, dia artikel tentang finding my true match itu, ada dua quotes yang berkesan banget buat gue:

Love yourself first, and the rest will follow,” by Lady Gaga (ternyata si crazy lady ini bisa bener juga yah ngomongnya, hehehehe).

You will never know will you meet your destiny. So it’s best to be as pretty as possible for your destiny,” by Coco Chanel.

Selain artikel soal finding my true match, ada juga beberapa artikel tentang happiness yang gue temukan dalam Cosmopolitan bulan ini. Isinya ada tips-tips kecil supaya kita bisa lebih menikmati aktivitas harian kita, sama satu artikel yang judulnya: 17 Cara Singkat, Tapi Bikin Bahagia!

Sebetulnya, gue bukan cewek yang desperate of being a single. Gue malah suka ngerasa nggak nyaman sama temen-temen seumuran yang suka berkata seolah mereka itu udah tua, almost expired, so unhappy of being single. Karena menurut pengalaman gue, justru orang-orang seperti itu yang nantinya setelah menikah akan lebih sering mengeluhkan kehidupan mereka sebagai suami atau isteri. Kenapa begitu? Karena tipe orang seperti ini pandangan hidupnya cuma dua:

1.   Menginginkan sesuatu yang belum mereka miliki sampai lupa menikmati apa yang sudah mereka miliki; dan

2.   Menyesali sesuatu yang akhirnya mereka miliki lantas merindukan sesuatu yang dulu pernah mereka miliki.

Dan gue juga bukan cewek yang merasa bermasalah dengan kebahagiaan. Alhamdulillah, gue justru ngerasa semakin bahagia sama hidup gue seiring dengan bertambahnya usia gue. Jadi sebetulnya tanpa perlu baca artikelnya Cosmo bulan ini pun, gue udah punya konsep yang solid soal hidup bahagia meskipun ada banyak hal sialan yang terjadi dalam hidup gue.

Tapi tetep aja, kadang-kadang sebagai manusia, kita perlu diingatkan untuk tetap bertahan pada apa yang kita yakini kebenarannya. There are so many things in this life as we grow up which possibly changing us to be worse. Contonya, terkadang suka jadi susah being single and happy di saat semua orang single di sekitar kita terus menerus mengeluh tentang single-nya mereka. So I really thank the writer in Cosmopolitan this month for reminding me that there’s nothing wrong of being me all this timeJ.

 

When Enough Is Enough

 

Selama tujuh bulan belakangan ini, si little cupid udah bikin gue jadi kelimpungan. Again for a hundred times, I fall in love with a wrong guy. Yup, si little cupid itu lagi-lagi menancapkan panah cinta gue di tempat yang salah, hehe…

 

Sebenernya, gue kenal sama cowok ini udah cukup lama. But the real story has just begun seven months ago.

 

To be honest, awalnya gue gak gitu notice soal cowok ini. Padahal sebenernya, dari awal kenal gue udah tau kalo dia ini tipe gue banget, malah pernah juga sekali dua kali ngerasa naksir sama dia. Tapi anehnya, kalo gue inget-inget lagi, gue nggak punya banyak memori soal dia kecuali sejak tujuh bulan belakangan itu.

 

Kenapa bisa begitu? Karena awalnya, gue masih sibuk ngurusin cowok lain yang bisa dibilang temen tapi bukan temen biasa, hehe…

 

Sebut gue geer, tapi hal pertama yang bikin gue jadi naksir sama dia setelah sekian tahun saling kenal itu karena gue ngerasa, he tried to be a gentleman when he was with me. Temen-temen deketnya dia bisa ketawa ngakak deh kalo gue bilang cowok ini termasuk gentle sampe hal-hal yang sepele.

 

Singkat cerita, tujuh bulan yang lalu gue punya kesempatan buat kenal deket sama cowok ini. Dan silahkan kalo mau nyebut gue geeran lagi, tapi semakin gue deket sama dia, semakin gue ngerasa cara dia memperlakukan gue itu agak-agak beda dengan cara dia memperlakukan temen-temen cewek lainnya. Dan jadilah gue makin jatuh hati sama gebetan baru gue ini…

 

Terus terang di awal kedekatan gue sama cowok ini, sesekali gue emang masih dibayangi sama gebetan gue sebelum dia. Dan, gue sama sekali nggak berusaha nutupin kedekatan gue sama si gebetan lama di depan gebetan baru ini. Udah gitu, kebiasaan gue yang memperlakukan semua orang dengan cara yang sama rata juga sama sekali enggak nunjukin ketertarikan gue sama si gebetan baru. Jadi rasanya lama-lama, gue dan dia lebih bisa dibilang semakin dekat sebagai teman daripada sebagai cowok dan cewek yang lagi pdkt.

 

Singkat cerita lagi, kedekatan gue sama dia nggak bisa berlanjut lama. Makanya menjelang perpisahan, ceritanya gue sok-sok-an bertingkah manis yang secara nggak langsung nunjukin kalo gue suka sama dia. Waktu itu gue pikir, kalo karena itu dia malah ngilang ditelan bumi, jadi ya udah, berarti dia nggak suka balik sama gue.

 

Tapi ternyata… nggak sampe seminggu kemudian, dia ‘menghampiri’ gue via Yahoo Messenger. Normally, sekedar YM emang bukan sesuatu yang boleh bikin gue geer yah. Tapi hellooo, bukannya dia udah tau, kalo gue suka sama dia? Jadi harusnya kalo nggak suka balik, jangan saying hi dalam waktu dekat dulu atuh. Itu mah sama aja ngasih gue harapan palsu!

 

Komunikasi gue sama dia setelah itu nggak bisa dibilang bagus. Tapi at least, termasuk cukup buat gue jadi tau apa kabarnya dia dari minggu ke minggu. Beberapa kali di masa-masa setelah perpisahan itu gue coba buat nyerah aja. Puncaknya, gue sempet appear offline alias invisible di YM-nya dia. Tapi akhirnya, karena nggak tega, gue batalin appear offline itu, dan bener aja, beberapa hari kemudian cowok ini nongol lagi di YM gue.

 

Makin lama gue semakin bingung sama cowok ini. Sepintas, orang lain akan ngira ini orang termasuk tipe cowok yang nggak mau kehilangan fans. Tapi gue kenal banget sama dia, dan gue percaya dia sama sekali bukan cowok jahat kayak gitu. Akhirnya, sekali lagi gue beraniin buat ‘maju duluan’. Di tengah kirim-kiriman e-mail gue sama dia beberapa hari yang lalu, gue tawarin dia buat sekali-kali mampir ke kantor gue.

 

Di e-mail itu gue nggak sebut kapan dia bisa mampir, tapi dia bales dengan bilang, kalo memungkinkan, besok siang dia mampir ke kantor gue. Lalu apa yang terjadi? He cancelled the lunch, in last minutes, dengan alasan yang sangat-sangat nggak penting banget. Pada titik ini, gue menyadari kalo kali ini, gue udah ditolak secara halus.

 

For a while, gue kembali bertanya-tanya, apa yang salah? Apa gara-gara di awal, gue memperlakukan dia sama kayak cowok-cowok lain? Atau gara-gara dulu gue masih suka cerita tentang cowok lain di depan dia? Atau mungkin, ada sifat jelek gue yang nggak berkenan di hati dia gitu?

 

Hours to hours passed me by, hari ini gue ngobrol seru sama salah satu temen gue di kantor. Gue sama temen cewek gue ini sebenernya nggak gitu akrab. Tapi entah kenapa, hari ini di tengah training, gue dan dia lagi mood buat saling curhat. Gue cerita sedikit sama temen gue ini tanpa menyebut identitas si cowok. Dan sebenernya jawaban temen gue ini simpel aja, ‘Itu sih emang kalian belum pas aja. Dulu juga gue sama mantan-mantan gue selalu ngerasa kayaknya nggak bakal ada lagi cowok lain selain mereka. Tapi nyatanya sekarang gue jadian sama cowok baru. Dan gue sih nggak percaya soal karma dalam hal beginian.’

 

Percakapan pendek itu semakin memperkuat keyakinan gue selama ini bahwa enggak ada yang salah sama gue.

 

Kalo emang dia mempermasalahkan gue yang suka cerita sama dia tentang cowok lain, sekarang gue tanya, siapa sih, yang nggak punya masa lalu? Waktu itu kan gue emang baru aja move on, jadi rasanya wajar kalo sekali-kali masih suka inget sama yang lama.

 

Atau kalo dia nyalahin gue yang ngasih sinyal abu-abu, ya masalahnya dia juga enggak jelas kok maunya apa. Sebagai cewek yang lahir di Indonesia, ya gue mana berani gitu ngasih lampu hijau duluan buat dia…

 

Atau kalo emang ada sifat jelek gue yang bikin dia ilfil, ya gue mau gimana lagi? Gue berusaha sekeras apapun gue tetep nggak akan mungkin bisa jadi sempurna. Dia juga toh, punya banyak kekurangan yang herannya, meskipun gue tau apa aja daftar kejelekan dan kebohongan kecil dia ke gue, gue tetep bisa kok, sayang sama dia apa adanya.

 

Atau kemungkinan yang paling buruk, bisa jadi selama ini gue cuma salah sangka… Mungkin dia cuma sempat terbawa suasana makanya bisa akrab sama gue dalam waktu yang sangat singkat. Dan mungkin, dia terbuka sama gue bukan karena naksir, melainkan karena gue emang tipe orang yang enak diajak ngobrol. Butkinya hari ini, temen yang nggak akrab aja bisa tiba-tiba curhat sama gue pas lagi training. Jadi anggaplah gue emang pendengar yang baik yang disukai sama semua orang, hehehehe.

 

TAPI, kalopun bener selama ini gue cuma salah sangka, harusnya cowok ini juga nggak membiarkan gue terus berlarut-larut dalam kesalahsangkaan gue tentang dia. Mungkin dia ngerasa mubazir ngelepas temen sebaik gue (cuit cuit, hehe…), tapi tetep aja, perasaan gue tetep lebih penting dan dia harus bisa menghargai itu.

 

Jadi lewat blog ini, selain sebagai penjelasan dari gue, sekaligus sebagai warning dari gue buat cowok ybs untuk stay away dulu dari keseharian gue. Soalnya gue takut banget, setelah susah payah gue move on, tiba-tiba malah dia yang kepikiran lagi buat chit-chat sama gue, seperti yang beberapa kali terjadi beberapa bulan belakangan ini.

 

Sebetulnya gue ngerasa sayang banget kalo pertemanan kita jadi rusak. Gue juga selalu menikmati kebersamaan kita selama ini kok. Tapi gimanapun, demi kebaikan gue sendiri, gue terpaksa nulis kayak gini di blog gue sendiri.

 

“Pesan terakhir dari gue, abis ini elo harus tetep punya temen curhat yang lain. Jangan suka mendem masalah sendirian, nanti jadi terasa lebih berat buat elo. Good luck buat elo, pantang menyerah, jangan bandel-bandel, dan happy selalu. When enough is enough, all that I can say is thank you for the memories.”

 

 

7 Things I Hate While Dealing With a Broken Heart

 

Berikut ini, daftar hal-hal yang paling gue benci kalo lagi patah hati… Dimulai dari hal-hal yang paling sepele, sampai hal-hal yang paling menyebalkan. Semakin besar nomor urutnya, semakin besar pula hal itu menyumbang pengaruh buruk buat mood gue. Here we go

1.   Jadi mellow kalo nemuin hal-hal yang ngingetin gue sama dia… Di awal patah hati, hal kayak gini sering banget terjadi sama gue. The things he likes and hates, the stuffs belong to him, even the stores I’ve ever visited with him could make me turns to be mellow! I think I need to stop being such a drama princess

2.   Denger nama dia disebut sama temen-temen gue. It seems like his name is everywhere!

3.   Susah tidur… Seumur hidup, gue baru sekali aja sih, mengalami patah hati sampe susah tidur. Buat ngantuk aja mesti dipancing dulu gitu. Tidurnya juga nggak gitu nyenyak, suka kebangun tengah malem. Efeknya, pas bangun bukannya seger malahan masih lemes! Untung yang kayak gini nggak berlangsung lama!

4.   Wasting time cuma buat mengenang masa lalu. Dan… yeah, buang-buang waktu buat buka-buka halaman Facebook-nya juga.

5.   Keep wondering what was wrong between us… Or probably, what did I do wrong? Menurut gue, sakit hati karena mendengar kenyataan yang pahit masih JAUH lebih baik daripada enggak tahu apa-apa sama sekali. In such a situation like this, I really hate being born as a girl. Kayaknya harga diri gue sebagai cewek bakalan jatuh banget kalo tiba-tiba gue nyamperin dia cuma buat nanya, “What was that between us?” Bersyukurlah buat kalian yang terlahir jadi cowok. Doing such a thing like that will make you guys gentlemen, not a pathetic hopeless girl.

6.   Pretending that I’m fine while in fact, I’m not Syukurlah ternyata, gue masih bisa bersenang-senang meski dalam keadaan patah hati. But still… having fun doesn’t mean that I’m fine! At least, having fun will make my broken heart gets better.

7.   Still have to deal with guy who breaks my heart… Kadang gue suka heran sama cowok-cowok. Udah tau gue lagi patah hati, kenapa masih suka iseng-iseng ‘saying hi’? Mungkin bagi mereka, hal itu cuma sekedar iseng-iseng, atau karena mereka lagi bosen dan butuh temen ngobrol. You guys have no idea that such a thing like that could put my hopes up! What I hate the most about this part… biasanya pada akhirnya, gue jadi terpaksa menghilang secara ekstrim buat menghindar dari cowok ybs. I simply need to take my time to get over him.

I Spend So Many Times of Waiting

 

Banyak yang bilang, gue tipe orang yang nggak sabaran. Apa-apa maunya cepet terpenuhi, suka nggak sabaran kalo ada temen lama bales SMS, chatting, dsb dsb… Tapi setelah gue pikir-pikir, in fact, I even spend too many times of waiting!

Gue menghabiskan banyak waktu buat nunggu temen gue yang suka dateng ngaret pas janjian, bisa sampe sejam lebih kalo terlambat. Udah tau punya temen super ngaret, herannya gue nggak pernah kapok bikin janji sama mereka. Paling pas lagi nunggu gue ngedumel, tapi setelah orangnya dateng ya gue lupain begitu aja.

Gue menghabiskan banyak waktu buat nunggu tanggal liburan gue! Demi dapet tiket pesawat murah, gue rela beli dari jauh-jauh hari, mulai dari 5 sampe 12 bulan masa penantian!

Gue menghabiskan banyak waktu untuk menghabiskan supplies yang gue nggak suka. Misalnya sabun yang ternyata lengket di badan, maskara yang menggumpal, eye make-up remover yang kurang efektif ngebersihin sisa maskara… Pikir gue, kalo kebiasaan langsung buang barang yang gue nggak suka, yang ada gue bisa tambah boros! Jadi, gue lebih prefer tunggu sampe habis baru gue cari produk lain dengan merk yang belum pernah gue coba.

Gue selalu menunggu moment yang tepat buat melakukan sesuatu. Gue nggak mau pake tas orang dewasa waktu masih SMA (saat itu, gue selalu pake ransel atau tas selempang ke mana-mana), nggak mau pake make-up sebelum umur 17, dan masih banyak lagi. Intinya, I do things which are proper for my age.

Gue sabar banget nunggu hp inceran gue turun harga. Menurut gue, beli hp pas baru launching itu rugi! Selain masih mahal banget, hp yang baru launching belum ketauan punya kelemahan dalam hal apa aja. Sekarang selain soal hp, gue juga rajin banget nunggu baju inceran gue didiskon. Udah cukup sekali gue syok gara-gara celana kerja dan tas yang gue beli turun harga 50% hanya dalam waktu 1 bulan aja! Dan prinsip belanja gue, diskon 20% di department store itu diskon boongan alias harga rilis barangnya emang segitu. Tunggu sampe diskon 50%, baru itu namanya diskon beneran, hehehehe.

Kalo lagi low season alias musim nganggur di kantor, gue lebih prefer nunggu jam 7 malem baru pulang ke rumah. Males banget pulang tenggo terus terpaksa diri di bis, kepanasan, berdesak-desakan pula!

Gue beli apartemen yang belum selesai dibangun dengan alasan, apartemen yang udah settled itu harganya mahal! So far, gue udah nunggu apartemen itu dibangun kurang lebih tujuh bulan lamanya… Dan entah kapan apartemen itu siap buat ditempatin, hehe.

Gue nggak pernah capek nunggu cowok yang gue suka. Entah kenapa, selalu adaaaa aja yang jadi penghalang gue sama cowok-cowok itu… Biasanya sih, gue baru nyadar suka sama seseorang kalo orang itu udah enggak lagi nunjukin kalo dia suka sama gue. Efeknya, gue terpaksa nunggu mereka buat balik lagi! My waiting records are: I spent one year waiting in junior high school, three years in high school, six months in college, and two years after work. Did they ever come back to me? Absolutely no.

However, menunggu itu enggak selamanya super duper rmenyedihkan kok. I do believe that everything which is worth to have is worth to wait for. Gue rela nunggu temen-temen gue karena gue tau, gue bakalan menghabiskan waktu yang sangat menyenangkan sama mereka. Terus semua hp yang lama gue tunggu itu selalu jadi hp yang sangat gue banggakan. Dan pastinya, it’s so relaxing to sit in the bus after 8 hours working!

Lalu soal cowok-cowok itu… Well, gue percaya penantian itu meskipun semuanya sia-sia, gimanapun, emang itu yang terbaik buat hidup gue. God knows my life much better than I do, and He knows the best what is best for meso I count on Him to give me the best way out.

Besides, sometimes in this life, when we love somebody, we have to let them go. If they’re coming back, they will stay with us forever. But if they don’t, they will stay away forever. So I’m sure, the one who’s someday coming back is someone who is worth for me. And I will never know how worth he is until I’m done waiting for him.

 

Jangan Pernah Menyalahkan Waktu

 

Pernah naksir sama seseorang yang udah punya pacar? Atau malah udah punya suami/istri? Well, menurut gue, tidak ada yang salah dengan naksir seseorang yang udah punya pasangan. Masalahnya, perasaan itu kan enggak sama dengan mobil yang bakalan belok kanan atau kiri hanya dengan memutar setir ke kanan atau ke kiri. Intinya, kita enggak bisa memilih ingin jatuh cinta kepada siapa.

 

Tapi tentu saja, manusia dengan hati nurani enggak akan pernah merebut seseorang dari pasangannya. Dan, si dia juga bukan cowok/cewek yang baik kalau dia sampai tega meninggalkan pasangannya begitu saja hanya demi orang yang baru dalam hidupnya.

 

Nah, kalau hal seperti ini sudah terjadi, umumnya kita semua akan mulai menyalahkan waktu. Kenapa gue baru ketemu dia sekarang setelah dia ada yang punya? Kenapa enggak dari dulu-dulu?

 

Beberapa hari yang lalu, gue baca artikel menarik dari majalah Chic. Temanya, jangan pernah menyalahkan waktu. Kenapa? Karena kalaupun kita sudah mengenal dia sejak bertahun-tahun yang lalu, belum tentu sejak saat itu kita bakalan jatuh hati sama si dia seperti sekarang. Jangan lupa bahwa setiap orang pasti akan berubah seiring berjalannya waktu. Jadi, ada kemungkinan bahwa dia yang sekarang kelihatan charming setengah mati itu bisa saja masih culun bertahun-tahun yang lalu.

 

Now let me share you a story. Menjelang kelulusan, gue pernah naksir seseorang yang gue kenal di kampus Binus. Seorang cowok mapan yang jadi idola hampir semua cewek-cewek di jurusan gue. Dia ganteng, tinggi, keren, lulusan luar negeri, dan pastinya, sangat-sangat pintar dan berwibawa.  Dia persis banget sama tipe cowok yang gue cari: pintar tapi tetap charming, modern tapi tetap taat beribadah. I simply thought that he was only one in a million… Tapi sayangnya, dia udah married, bahkan udah punya satu orang anak.

 

Awalnya gue ngotot bahwa bisa aja, status married itu hanya suatu kamuflase. Masalahnya, I saw no ring, no wife picture or anything around him. Gue pun mulai meng-google nama dia dan menemukan beberapa blog dan account Friendster yang mencantumkan namanya… Dan, ouch, gue kaget banget ngelihat penampilan dia bertahun-tahun yang lalu! 

 

I hate to say this since I do still adore him until now (read: ADORE not CRUSH), but he was really kinda nerd, atau simpelnya, dia kelihatan masih cupu banget! Rasanya kalopun gue udah kenal dia sejak beberapa tahun yang lalu itu, kayaknya gue enggak bakalan deh, naksir sama dia. Karena gue akui bahwa gue adalah tipe orang yang berpikiran, enggak penting ganteng atau sedeng, yang penting itu jangan sampe kelihatan cupu, hehehe.

 

Artikel di majalah Chic itu juga menulis, kalaupun bukan soal penampilan, soal kecerdasan dan kesuksesan seseorang juga berubah dari waktu ke waktu. Jadi misalkan saat ini kita naksir dia yang pintar serta sukses dengan karier-nya, bisa aja lho, waktu jaman SMA atau kuliah dia itu tukang bolos dan tukang nyontek! Nah, ini juga nih, salah satu pendirian gue soal cowok: enggak penting anak orang kaya atau anak tukang ojek, yang penting, dia itu pekerja keras , rajin, jujur, pintar, dan kelihatan berwibawa di mata gue.

 

So guys, let us stop blaming the time. Kata orang bijak, everything happens for a reason. Dalam kasus gue, walaupun pada akhirnya gue cuma bertepuk sebelah tangan, tapi dengan mengenal dia untuk beberapa saat telah menginsipirasi gue untuk bekerja keras meraih cita-cita. Segala pujian, teguran, dan motivasi dari dia akan terus gue kenang sepanjang perjalanan karier gue ke depannya, termasuk, akan selalu menjadi penyemangat di saat gue sedang lelah, kalah, dan terpuruk. See? It was not too bad falling for a crush on him!

 

Nah, sekarang gue tidak pernah lagi menyalahkan takdir kenapa baru sekarang? Lagipula, untuk saat ini, bukan itu topik yang sedang hot dalam hidup gue. Mau tahu kenapa? Gue kasih sedikit bocorannya: he’s good looking, he’s smart, he’s a very kind person, he’s funny, and he’s single. Yes, he is single BUT we were born different to each other.

 

So my question now: why didn’t we born in the same skin color? In the same faith of God? And why should I finally lose my control not to fall in love with him?!? Arrrgghhh, kenapa sih, gue ini seneng banget cari penyakit??? Hhhh…

2008 Versus 2009

As usual, setiap akhir tahun gue suka merenung pencapaian apa yang sudah berhasil gue raih selama satu tahun yang bersangkutan. Berikut summary achievement gue selama tahun 2008 dan 2009…

2008:

1. I got my first job… Walau kerja sambil kuliah, tapi kerjaan pertama gue itu bukan kerjaan main-main dengan income seadanya. Gue bersyukur banget karena ternyata, gue banyak dapet pengalaman dan pelajaran baru dari pekerjaan pertama gue itu… Karena pekerjaan itu pula gue punya teman-teman baru sekaligus mengenal banyak banget orang baru dalam waktu yang sangat singkat;

2. I got my second job… and my second job was my dream job:) Seneng dan bangga banget omongan iseng gue waktu kuliah: “Nanti gue mau kerja di EY, gedung kantornya keren, perusahaannya juga bergengsi” akhirnya jadi kenyataan…

3. Dua bulan setelah kerja di EY barulah gue diwisuda! Thank God gue berhasil mencapai IPK yang gue targetkan sejak kuliah semester satu baru dimulai…

4. Waktu skripsi, gue bikin penelitian yang agak lain dari yang lain, lalu akhirnya penelitian gue itu diterima di konferensi GCG berskala internasional!

5. Gue mendapatkan pelajaran besar soal cinta dan persahabatan. I finally found out who was my very best friend ever.

 

2009:

1. I got my first promotion at EY! Padahal harusnya gue baru promote tahun 2010. Tapi alhamdulillah gue dipercaya untuk naik level meski waktu itu gue baru enam bulan mendapatkan status karyawan permanen.

2. I finally moved on! Nemuin cowok baru dengan tipikal yang benar-benar baru. Bagi gue ini suatu prestasi secara sebelum-sebelumnya, I always fell for any bad guy. Terlepas dari gimana ending gue sama si cowok baru ini, yang penting adalah gue jadi sadar tipe cowok seperti apa yang seharusnya dimiliki sama semua cewek di dunia ini.    

Well, overall, 2008 was still my best year ever. Ada banyak kejadian di 2008 yang mendewasakan gue, yang bikin gue ngerasa jadi lebih pintar dan berwawasan, yang bikin gue lebih bisa menerima diri gue sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan yang paling penting, ada banyak banget kenangan manis di 2008 akan enggak akan pernah gue lupakan.

Lalu 2009? Well, di awal tahun emang lumayan banyak hal-hal manis yang juga enggak akan gue lupakan. Tapi secara keseluruhan, bagi gue 2009 itu penuh dengan cobaan, mulai dari soal pekerjaan, persahabatan, sampai urusan cinta-cintaan. Tapi anehnya, justru persis tanggal 31 Desember 2009 gue malah bisa melihat segala yang terjadi sepanjang tahun 2009 dengan jauh lebih jelas. Boleh dibilang, gue mulai menemukan alasan-alasan di balik segala cobaan yang menimpa gue sepanjang tahun.

Bicara soal resolusi, jujur aja nih, enggak ada satu pun resolusi 2009 gue yang berhasil jadi kenyataan. Gue masih kurus, masih jomlbo, soal jerawat masih kadang mulus kadang nongol lagi, novel belum kelar, belum sempet les English lagi, dan masih banyak resolusi lain yang semuanya tidak berhasil terwujud di 2009. But it’s okay, as long as I’m still breathing, everything is possible right?

Beberapa hari menjelang akhir tahun 2009, gue sempet mikir satu-satunya resolusi gue untuk 2010 hanya ingin BENAR-BENAR move on from somebody. Tapi seperti yang sebutkan sebelumnya, tiba-tiba aja masalah move on itu juga beres dengan sendirinya persis menjelang pergantian tahun. Jadi katakanlah… resolusi 2010 = resolusi 2009 gue yang lalu itu aja:D

Ok then, happy new year everybody! Wish us an amazing year surrounded by love, fulfilled by achievements, and full of happiness plus prosperity;D Have a nice year!

He’s Just Not That Into You

It sounds hurt but true: lebih banyak cewek daripada cowok yang dibodohi atas nama cinta. Lebih buruk lagi, kita para cewek sering kali menyangkal bahwa pada dasarnya kita hanya sedang dibodohi. Kita tidak bisa berhenti bersikap naïf, sok bijak dengan selalu berpikiran positif, dan yang paling buruk, kita menaruh harapan terlalu tinggi terdahap seseorang yang sebetulnya tidak benar-benar mencintai kita.

Sebetulnya gue bukan penggemar buku psikologi soal cinta-cintaan. Tapi karena suka sama filmnya, gue mulai tertarik baca buku yang berjudul He’s Just Not That Into You. Gue pun mulai membaca… dan seperti biasa, gue menandai bagian yang gue sukai dengan cara melipat ujung halamannya. Dan ternyata… ada begitu banyak halaman yang gue beri tanda lipat!

 

Jujur ya… gue ngerasa ditampar keras sama buku terjemahan yang dahsyat ini. Gue pikir selama ini gue udah cukup pintar, cukup pemilih, serta cukup cerdas dalam mengambil keputusan… Tapi ternyata, gue juga sering banget dibodohi atas nama cinta.

 

Nah, dalam kesempatan kali ini gue akan menuliskan dengan jujur bagian-bagian dari buku ini yang gue anggap menarik dan gue banget. Buat cewek-cewek, siap-siap ngerasa kaget, dan buat cowok-cowok, mohon maaf kalau elo merasa tersindir dengan tulisan gue ini.

 

  1. Jangan biarkan kata-kata ‘honey’ dan ‘baby’ menipu anda.
  2. Seorang pria tidak benar-benar menyukai anda kalau dia tidak menelepon anda. So girls, berhenti berpikir: sinyal hp lagi error, dia nggak punya pulsa, dia lagi sakit atau sibuk, atau yang paling konyol: hp-nya dijambret orang!
  3. “Bolehkah seorang pria lupa menelepon saya?” Jawabannya, “Tidak.”
  4. Menelepon saat anda berjanji adalah batu bata pertama dari rumah cinta yang anda bangun.
  5. Pria yang baik akan menggunakan telepon. E-mail tidak berlaku (termasuk menurut gue, comment di Facebook juga tidak berlaku:)
  6. Pria tidak pernah terlalu sibuk untuk mendapatkan keinginan mereka. Dan, pria tidak pernah terlalu sibuk untuk menelepon wanita yang benar-benar mereka sukai.
  7. Jangan menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak menepati janji. Jadi, jangan pernah berkencan dengan seseorang yang membuat anda menunggu-nunggu telepon darinya.
  8. Seorang pria berkata, “Rasa takut terhadap kedekatan cuma mitos belaka. Itulah yang kami katakan pada wanita ketika kami tidak benar-benar mencintai mereka.”
  9. ‘Tidak ingin merusak persahabatan’ hanyalah akal bulus.
  10. Pada akhirnya, pria pasti berani mengajak kencan seorang wanita yang berstatus lebih tinggi jika dia benar-benar tertarik pada wanita itu.
  11. Orang lain memberi tahu anda siapa dia yang sebenarnya setiap saat. Jadi ketika dia berkata bahwa dia tidak bisa bermonogami, maka anda harus mempercayainya.
  12. Orang yang berselingkuh adalah orang yang punya banyak masalah dan mereka berusaha menyelesaikannya dengan menghancurkan hati anda.
  13. Cowok badung itu brengsek karena mereka menyusahkan, hanya sedikit menghargai diri sendiri, banyak memendam amarah, banyak membenci diri sendiri, serta benar-benar tidak percaya terhadap segala bentuk hubungan percintaan yang penuh kasih sayang.
  14. Seorang pria tidak benar-benar mencintai andai jika dia menghilang dari hidup anda.
  15. Inilah yang dia lakukan selama masa vakum hubungan anda: dia mengendus sekelilingnya untuk mencari orang lain yang lebih baik dari anda, dan jika dia tidak menemukannya, dia merasa kesepian sehingga dia terpaksa kembali ke ‘rumahnya’.
  16. Satu-satunya alasan kenapa dia merindukan anda adalah karena dia sendiri yang lebih memilih untuk tidak memilih anda.
  17. Bila anda tidak bisa mencintai dengan bebas, itu namanya bukan cinta.
  18. Hidup sudah cukup berat tanpa harus memilih seseorang yang bermasalah untuk berbagi hidup.
  19. Saya tidak akan berkencan dengan pria yang membuat saya merasa tidak diinginkan secara fisik.
  20. Pria lebih memilih dilindas gajah daripada memberitahu bahwa dia tidak serius dengan anda. Malah buat yang udah pernah pacaran, cowok lebih memilih memancing pertengkaran hebat daripada minta putus secara langsung!
  21. Binatang peliharaan adalah cara Tuhan untuk berkata kepada anda, “Jangan turunkan standar hanya karena merasa kesepian.”

 

Setelah baca buku ini, gue mulai berbesar hati untuk menerima bahwa pada dasarnya, cowok-cowok itu emang enggak bener-bener suka sama gue. Bukan karena kelulusan, bukan karena jarak jauh, bukan karena dia sibuk kuliah kedokteran, bukan karena dia minder dengan prestasi gue, bukan karena perbedaan besar di antara gue dan dia, bukan karena tidak ingin merusak persahabatan, dan bukan pula karena suatu masa lalu yang sangat sulit untuk ditinggalkan.

 

Intinya jangan pernah takut untuk mengakui bahwa faktanya, dia tidak beanr-benar mencintai kita. Jangan pula merasa rendah diri hanya karena kita ini bukan tipenya dia. Kita juga berhak kok, menetukan tipe cowok idaman yang kita inginkan. Kalau kita tega menolak cinta seorang cowok, kita juga harus berbesar hati kalau gantian kita yang ditolak sama mereka.

 

Jadi daripada buang-buang waktu buat cowok yang enggak benar-benar cinta sama kita, lebih baik kita nikmati hidup sampai nanti kita menemukan seseorang yang mencintai kita dengan layak. Dan jangan lupa, kita BERHAK untuk dicintai secara layak

One Night in My Dream

 

Tiba-tiba gue teringat sama tulisan yang pernah gue buat beberapa bulan yang lalu, yang bercerita tentang isi mimpi gue satu malam sebelum itu. Boleh dibilang, mimpi itu pernah sangat mempengaruhi kehidupan gue berbulan-bulan yang lalu. Karena mimpi itu, gue membulatkan tekad untuk mengambil keputusan besar yang sebetulnya, mengambil keputusan itu sama dengan menelan sebuah pil pahit. Berikut isi dari mimpi yang istimewa itu …

 

Malam itu gue bermimpi lagi nonton film Korea yang bercerita tentang kehidupan gue. Tokoh gue diperanin sama artis Korea yang imut dan cantik banget. Terus kita sebut aja SCD si tokoh utama cowok yang dalam kehidupan nyata, dia itu temen cowok yang saat itu sedang dekat sama gue. Si SCD ini juga diperanin sama aktor Korea yang ganteng banget.

 

Jadi ceritanya gue dan SCD udah cukup lama berteman dekat. We are happy for being together. Akan tetapi, ada sesuatu yang bikin gue sama SCD mustahil buat bisa jadian. Awalnya gue coba nikmati apa adanya, tapi lama-lama gue mulai ngerasa capek sehingga mulai mempertanyakan masa depan hubungan gue dengan SCD. Dan yang bikin gue tambah kesel, kenapa keliatannya cuma gue yang pusing sendirian? Malah bisa-bisanya si SCD nyengir kuda di kala gue lagi cemberut memikirkan nasib.

 

Sampai suatu hari (mulai dari sini asli fiktif belaka) muncul seorang cowok ganteng, seorang eksekutif yang sukses di usia muda, yang tiba-tiba datang menghampiri gue. Nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba dia minta gue jadi pacarnya! Dia bilang pura-pura dulu juga enggak papa. Karena kaget, yang ada gue malah bengong dan nggak bisa ngomong apa-apa. Lalu… untuk membuktikan kalo kita berdua udah jadian, si cowok itu ceritanya nyium gue gitu… *Sumpah lho, ini cuma mimpi, gue cuma menceritakan ulang kejadian dalam mimpi gue itu, hehe…*

 

Gue tambah kaget dan dalam keadaan syok gue bertanya, kenapa bisa dia minta gue jadi pacarnya padahal dia kan baru aja kenal sama gue?

 

Terus eksmud ganteng itu bilang, sebenernya dulu gue udah pernah ketemu muka sama dia. Cuma masalahnya, waktu pertama ketemu itu gue lagi berduaan sama SCD, dan waktu itu si eksmud ganteng malah asyik ngobrol sama SCD sambil sesekali ngelirik ke arah gue. Jadi ceritanya, semenjak pertemuan pertama itulah si eksmud ganteng jadi suka memantau kehidupan gue sehari-hari… Sweet banget kan, hehe…

 

Lalu tiba-tiba, SCD panik ngelihat gue yang mulai terpesona sama eksmud yang ganteng itu. Setting film berubah jadi sebuah bandara yang keren banget (yang jelas bukan Bandara Soekarno-Hatta yang biasa banget itu:). Ceritanya si eksmud ganteng memberikan gue pilihan untuk ikut atau enggak ikut dia masuk ke dalam Gate. Waktu gue baru masuk beberapa langkah, SCD datang mengejar dan meminta gue untuk jangan pergi. Dia berdiri di luar Gate dengan tatapan yang penuh dengan penyesalan.

 

Gue pun semakin bingung… Tapi setelah gue pikir-pikir, gue tersentuh banget sama cara si eksmud ganteng yang selalu memperlakukan gue seperti seorang puteri. Dia juga keliatannya sayaaanng… banget sama gue. Jauh beda sama SCD yang suka enggak peka sama perasaan gue. Akhirnya gue membuat pilihan untuk ikut sama si eksmud ganteng masuk ke dalam Gate.

 

Layar berubah menjadi gelap, dan film itu diakhiri dengan sebuah kalimat, “Seringkali, kita harus belajar mencintai orang yang tidak kita duga.”

 

The end.