Indonesia dan Budaya Cyber Bully

Sekitar 5 tahun yang lalu, gue mulai aktif ikut online forum khusus traveling. Lumayan buat cari info, bahkan pernah juga 2 kali dapat teman jalan dari forum tersebut. Awalnya menyenangkan, tapi akhir-akhir ini, gue sering merasa risih tiap kali membaca isi online forum yang sekarang mulai merambah sampai ke Facebook itu. Kenapa risih? Karena gue bisa menemukan begitu banyak komentar negatif (beberapa sampai level cyber bully saking sadisnya) di hampir semua post yang gue baca di forum-forum tersebut. Ironisnya lagi, beberapa anggota forum sampai ada yang menambahkan kalimat “please jangan di-bully ya” dalam post yang mereka tulis di forum-forum tersebut.

Gue betulan heran sih. Kenapa mesti sebegitu judesnya sih? Apa untungnya buat mereka? Kenapa sebegitu tersinggung dengan tulisan yang bahkan menurut gue biasa-biasa saja. Jawaban judes mereka itu bahkan belum tentu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penulis thread-nya. Jika tidak bisa memberikan jawaban yang bermanfaat, seharusnya tidak usah membalas sama sekali. Jangan lupa jejak digital itu sangat sulit dihapus dan bisa jadi batu sandungan untuk diri kita sendiri. Ingat bahwa saat kita menyerang orang lain, image kita yang akan terlihat jelek dan bukan image orang yang kita serang itu. If it’s not nice nor useful, just keep our thoughts to ourselves!

Tapi ya yang gue heran dari begitu banyak orang Indonesia akhir-akhir ini… kenapa ya, jumlah orang vokal di dunia maya cenderung jauh lebih banyak daripada orang yang berani menyuarakan dan memperjuangkan pendapatnya di dunia nyata? Misalnya saat ikut meeting atau training. Berapa banyak sih jumlah orang yang aktif memgajukan pertanyaan, menyanggah, atau memberikan pendapat? Seringnya sangat sedikit sekali! Gue kenal beberapa orang yang cenderung tidak banyak bicara di dunia nyata tetapi sangat vokal bahkan sampai kelewat kritis saat memberikan komentar di dunia maya.

Lalu bagaimana cara gue mengatasi forum-forum yang penuh dengan tukang bully itu? Paling gampang emang leave group aja sih ya, tapi karena sejauh ini masih lumayan informatif, atau masih sering memberikan gue inspirasi untuk tujuan wisata selanjutnya, gue memutuskan untuk tetap stay di dua forum itu. Strategi gue:

  1. Tidak usah baca bagian komentar jika tidak diperlukan;
  2. Tidak usah membalas kejudesan orang lain dengan kejudesan lainnya;
  3. Jika tulisan gue di forum itu banyak dibalas dengan komentar yang tidak mengenakkan, maka gue hapus saja post gue yang dianggap kontroversial itu; dan yang paling penting
  4. Gue tidak ikut-ikutan mem-bully orang lain. Gue hanya ikut komentar jika gue tahu gue bisa memberikan jawaban yang bermafaat, yang sesuai dengan konteks pertanyaan ybs.

Hidup sudah rumit, jangan dibuat makin rumit dengan hal-hal yang tidak perlu. Selalu ambil sisi positifnya saja, pastikan kita sudah berusaha menjadi orang baik, sampai pada hal-hal yang sekecil-kecilnya.

2 thoughts on “Indonesia dan Budaya Cyber Bully

    • riffasancati says:

      Di traveling forum itu biasanya lebih ke belittle orang lain gitu. Dianggap mengajukan stupid question lah. Dianggap making stupid statements. Dll… Padahal sering juga terjadi masalahnya cuma si komentator nggak baca atau nggak coba memahami isi tulisan orang lain secara keseluruhan sebelum komentar. Forum yang harusnya fun malah jadi irritating kadang-kadang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s