Mencabut Duri dalam Daging

Ada salah satu teman lama yang rutin bertanya via WhatsApp, “Elo udah married belum, Fa?” Padahal dia tahu jawabannya, tapi tetap saja, dia rajin WA gue hanya untuk mengulang pertanyaan yang sama. Dan tidak berhenti sampai di situ saja. Setelah gue menjawab, teman yang satu ini akan selalu menimpali dengan komentar-komentar yang luar biasa tajamnya. Contoh, “Elo kan udah tua, Nek, masa’ masih jomblo aja?”

Tipe teman yang bikin gue menghela napas… sungguh sulit jadi perempuan single di usia 30-an di Indonesia ini.

Saat mendengar cerita itu, salah satu sahabat gue berkomentar, “Kenapa juga elo mesti bales semua WA dia? Cuekin aja! Nggak ada gunanya balas-balas WA dia.”

Gue menghelas napas lagi… Kalau gue cuekin, image gue akan terlihat semakin jelek. Bisa-bisa teman lama gue itu akan semakin nyinyir dengan bilang begini, “Sensitif banget ih… pasti deh dia sensi gitu karena belum married.”

Karena benar deh… Kenyinyiran sesama perempuan Indonesia untuk topik ini memang bisa sebegitu kejamnya. Contohnya, opini publik soal cewek yang suka marah-marah. Kalau cewek tersebut sudah married, komentar publik biasanya hanya begini saja, “Dasar emak-emak bawel!” Tapi kalau cewek tersebut belum married, komentar publik, “Tuh kan… dia galak sih, makanya nggak ada cowok yang mau sama dia.” Atau seperti yang gue sebutkan di atas, “Dia jadi judes dan sensi gitu karena stres belum married kali ya.”

Karena malas mendengar komentar seperti itu makanya gue lebih memilih untuk pura-pura manis depan si tukang nyinyir. Capek, tapi mau gimana lagi?

Gue tetap sok-sok sabar sampai suatu kejadian yang tidak bisa gue ceritakan mengubah jalan pikiran gue. Kejadian yang menyadarkan gue bahwa “telat” menikah bukanlah satu-satunya keputusan gue yang bisa jadi sasaran empuk untuk dikomentari secara negatif. Menikah bukan berarti segelintir tukang nyinyir itu akan berhenti mengomentari jalan hidup gue. Ada banyak pilihan hidup gue nantinya yang sifatnya tidak lazim di mata orang Indonesia pada umumnya. Pilihan-pilihan yang jika gue tulis di sini pasti hanya akan disambut oleh komentar-komentar yang tidak menyenangkan.

Setelah gue pikir-pikir lagi, memang benar tidak ada gunanya gue meladeni si tukang nyinyir. Membiarkan mereka tetap ada dalam hidup gue sama saja memelihara duri dalam daging gue sendiri: mereka akan terus dan terus menyakiti gue dari dalam.

Minggu lalu, si teman lama yang suka nyinyir itu kembali WA gue. Tidak langsung gue buka pesannya. Gue berpikir dulu. Dan akhirnya gue putuskan; gue tidak akan lagi membalas pesan-pesan dia. Memang sih, tidak baik memutus tali silaturahmi. Tapi kalau dipikir lagi, apakah masih silaturahmi namanya jika tujuannya hanya untuk menyakiti perasaan gue saja? Gue malah berpikiran, dengan tidak gue balas, gue justru menghindarkan dia dari dosa karena terus-terusan menyakiti perasaan gue, hehehehe.

Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang pernah melewati segala hal yang pernah gue lewati sehingga tidak ada satu orangpun yang bisa sepenuhnya memahami alasan-alasan yang kemudian membentuk pilihan-pilihan gue. Tidak ada satupun yang akan pernah benar-benar mengerti, sehingga tidak ada satupun dari mereka yang memiliki hak untuk menghakimi keputusan-keputusan gue itu.

Only God who can judge me and my decisions, and that’s that.

2 thoughts on “Mencabut Duri dalam Daging

  1. Deriz says:

    Don’t care about bad things that people said about you, Mba

    Mereka hanya iri dengan kesuksesan Mbak Riffa, sok care tapi malah dengan kata2 yang bikin panas hati

    Your true love will comes at the right moment🙏🙏🙏

    Semangat mengejar cita2 Mbak sebelum bertemu seseorang yg bisa jadi Imam yang baik buat Mbak Riffa 😊

    Aku udah baca blog Mbak Riffa sejak 5 tahun yang lalu dan tulisan2 Mbak selalu memotivasiku untuk jadi wanita karir yang mandiri dan lebih baik lagi

    Terima kasih sudah menginspirasi 😁😁😁

    • riffasancati says:

      Hi Deriz

      Thanks for your kind support! It means a lot!

      Thanks juga sudah baca blog aku sampe 5 tahun lamanya… Hope I can write more and more!

      All the best for your career yaa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s