Terlalu Sibuk itu Hanya Mitos!

Gue pernah baca satu quote di Instagramnya Mandy Hale, “Too busy is just a myth.”

Baca quote itu mengingatkan gue sama teman-teman lama yang sangat sulit diajak meet up. Alasannya, karena terlalu sibuk. Ada yang sibuk dengan pekerjaan, ada yang sibuk dengan acara keluarga.

Mari kita bahas satu per satu. Gue punya alasan kuat untuk meyakini bahwa terlalu sibuk itu betulan hanya ‘mitos’ semata.

Yang pertama soal terlalu sibuk bekerja. Well, gue sendiri kebetulan bukan tipe orang yang bekerja hanya 9 to 5 alias datang tenggo dan pulang tenggo. Gue kerja lembur hampir tiap hari. Selalu ada saja kesibukan yang bikin gue harus pulang lebih larut. Malah terkadang, pekerjaan bisa saja mengganggu akhir pekan gue. Texting soal pekerjaan saat sedang asyik nonton di bioskop? Harus cepat pulang ke rumah hanya untuk buka laptop dan kirim report? Mendadak harus datang ke kantor di hari Sabtu dan Minggu? Sudah bukan hal baru buat gue. Tapi apakah ada sahabat gue yang mengeluh sangat sulit bikin janji ketemuan sama gue? Dijamin tidak ada!

Kemudian soal acara keluarga. Gue kebetulan terlahir di keluarga yang sangat besar. Bokap dan nyokap masing-masing punya 6 saudara kandung. Belum lagi saudara jauh dari kakek-kakek dan nenek-nenek gue yang masih cukup erat kekerabatannya. Saking banyaknya, misal gue married dan mau mengundang semua keluarga, bisa-bisa 500-600 undangan akan habis untuk keluarga gue saja. Nah, meski gue belum married, jumlah keluarga gue sendiri sudah cukup banyak, bukan? Jadi banyak acara keluarga? Memang. Tapi tidak sebanyak 30 hari dalam sebulan! Belum tentu ada yang married, tunangan, sunatan atau merayakan ulang tahun tiap bulannya. Arisan keluarga juga paling banyak hanya 2 acara tiap bulannya. Itupun jujur, gue jarang banget menghadirinya. Makanya gue suka penasaran apa benar ada keluarga besar yang selalu punya hajatan setiap akhir pekan setiap minggunya? Hehehe.

See? Terlalu sibuk itu hanya mitos. Gue selalu punya waktu untuk teman-teman gue. Gue toh bukan selebritis yang sibuk tur, bukan bula presiden RI yang sangat padat agenda kerjanya. Bahkan selebriti pun masih sering posting foto hanging out bareng teman-temannya kan!

By the way, jika hal ini juga terjadi dalam pertemanan kamu, sebetulnya tidak perlu berkecil hati. Hal ini bisa terjadi sama semua orang yang sudah beranjak dewasa. Yang penting cukup pastikan saja bahwa kita tidak ketularan pura-pura sibuk! Jangan jadi teman yang egois. Sibuk cari teman saat hanya sedang kesepian atau butuh pertolongan. It’s a big no no!

Finally, sisi positif dari fenomena ini adalah kesediaan untuk meluangkan waktu sebetulnya bisa jadi kriteria yang memudahkan kita untuk menyeleksi teman-teman lama kita. Kita jadi tahu mana yang sahabat sejati serta mana sahabat yang hanya datang saat ada maunya. Atau mana sahabat yang masih menganggap kita penting serta mana sahabat yang hanya menganggap kita bagian dari masa lalunya. If we still matter to them, they will make time for us. Period.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s