A journey to remember

I Will Survive One More Time

Posted on: March 28, 2016

Minggu kemarin, ceritanya gue balik lagi ke Phuket dan Bangkok, kali ini bareng teman-teman sekantor di Lazada. Phuket dan Bangkok; dua kota yang kalau diingat-ingat lagi, pernah jadi tempat pelarian gue beberapa tahun yang lalu.

Gue pergi ke Phuket enggak lama setelah patah hati terburuk yang pernah gue alami enam tahun yang lalu, dan gue pergi ke Bangkok saat hidup gue sedang mengalami begitu banyak ujian dalam begitu banyak hal sekaligus tiga tahun yang lalu.

And you know what? Last week’s trip was actually pretty much the same; I left Jakarta in a heartbreak.

Masalah pekerjaan yang semakin lama terasa semakin membebani pundak gue. Masalah cinta-cintaan yang masih saja patah hati lagi patah hati lagi. Dan masalah pribadi lainnya yang membuat gue mulai meragukan diri gue sendiri.

What do I do wrong? What makes me deserve this? Why is my very best effort never good enough for them? Why should the same thing keep happening to me over and over again? What should I do to make things right?

Saat kembali mengunjungi Patong Beach minggu lalu, gue duduk cukup lama dengan salah satu teman gue curhat soal kekecewaan gue soal patah hati yang seolah tidak pernah ada habisnya. Hal yang sama juga gue lakukan di pantai yang sama, dengan teman curhat yang berbeda, 6 tahun sebelumnya.

Kemudian saat menghabiskan malam terakhir di Bangkok beberapa hari yang lalu, di perjalanan kembali ke hotel, gue sibuk merenung soal beratnya tanggung jawab baru gue di Lazada. Renungan yang sama juga gue lakukan, di kota yang sama, saat gue baru saja menginjak tahun pertama di level manajerial, 3 tahun sebelumnya.

Sebetulnya gue mau bilang, gue pulang ke Jakarta dengan keadaan terinspirasi atau semacamnya, tapi sayangnya, tidak begitu kenyataannya. Gue pulang ke Jakarta dalam keadaan masih begitu-begitu saja. Masih bingung gue maunya apa, masih bingung harus bagaimana, dan masih enggak yakin apakah gue akan bisa survive melewati ujian yang sama untuk ke sekian kalinya.

I was still in doubt, until this morning; my first day back to work after my holiday.

Enggak ada hal luar biasa yang terjadi di kantor hari ini sebetulnya, hanya saja, percaya nggak percaya, sambutan dari teman-teman sekantor membuat gue merasa seperti pulang ke rumah. Nggak disangka-sangka, dalam satu hari yang penuh dengan agenda meeting ini, gue malah banyak menertawakan hal-hal yang sebetulnya bikin gue stres banget itu. Bahkan anehnya, bule-bule yang biasanya bikin gue sewot sendiri malah jadi orang-orang yang membuat gue merasa terhibur sepanjang hari ini.

Kemudian sekitar satu jam yang lalu, saat gue tinggal sendirian di kantor yang mulai sunyi dan gelap gulita, gue sempat flash back sebentar, dan gue sadar dengan sendirinya… I used to be in the same situations and I survived it all. If I could do it back then, what makes me think that I can’t do it now?

Di awal gue baru menjabat sebagai manager, Group GM di kantor sempat meragukan capability gue sebagai manager. GM yang sama yang 2 tahun kemudian menjadi orang yang paling menyayangkan kepergian gue dari perusahaan gue sebelumnya itu. Jika gue bisa melewati tahun pertama gue di kursi managerial meski tanpa dukungan yang memadai, kenapa sekarang gue tidak bisa melewati tahun pertama gue di kursi VP ini? Apalagi bedanya, di Lazada ini gue punya begitu banyak orang yang mendukung perjalanan karier gue!

Kemudian 6 tahun yang lalu itu, gue pernah patah hati sampai kerja tanpa kenal waktu. Gue ingat suatu malam 6 tahun yang lalu, sepulang kerja menjelang jam 3 pagi, jantung gue terasa nyeri. Energi gue seolah tersedot habis. Dari yang awalnya hendak pulang ke rumah, gue langsung minta diantar supir taksi menuju rumah sakit terdekat. Jika gue bisa move on dari patah hati yang sebegitu buruknya, kenapa sekarang gue tidak bisa? Apalagi bedanya, kali ini gue sudah mengusahakan sebanyak yang gue bisa. Gue yakin kali ini, gue tidak akan lagi tenggelam dalam pikiran, “What if I did it differently?”

After I wrote this here, I know that things will not be magically easier to me. It will still be challenging. It will still be painful. But at the end of the day, this too will pass. And somehow, I just know that I will survive one more time, won’t I?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 869,683 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

Stressed out all day with tons of things at work and then I got a CD delivered from Bali! It instantly made my day!
Hard Rock photography team has really done a great job! The photographer captured just the right moments in her shoots. I love to see how I genuinely smiled in this picture. Oh yeah, the size of my smile can really tell how happy I am at that very moment!
And did you know what made me happy that day? I was happy knowing that no matter how things could go wrong, I still knew how to fix it and went back to have some (more) fun again.
#throwback #photooftheday #bestoftheday #bestday #portrait #pool #summer #hardrock #bali One fine morning in Bali.
#friends #holiday #bali #summer #hardrock #pool #photooftheday #bestoftheday The secret of 15 years friendship: don't be angry at the same time 😂
#bestfriend #bestfriendgoals #throwback #travel #vacation #bali #summer #pool #hardrock #photooftheday

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: