A Friendship Should be ‘Easy’… Just like a Kid

Tiba-tiba aja, gue teringat sama persahabatan di masa kecil gue dulu. Dan tiba-tiba aja, gue jadi mulai membanding-bandingkan… Gue jadi mulai kepikiran, kenapa ya, bersahabat setelah dewasa justru jadi semakin sulit dan sangat rumit? Just like a group of kids make friends with each other, a friendship is supposed to be ‘easy’!

Sama seperti anak kecil yang masih polos, kita seharusnya bilang terus terang apa yang kita inginkan, atau apa yang kita rasakan. Our friends are not a mind reader! Memberi pertanda-pertanda dan berharap mereka akan mengerti dengan sendirinya justru hanya akan memperumit keadaan. What if they took our signals wrong?

Persahabatan tumbuh karena kebersamaan. Make time for your friends! Mengutip dari Mandy Hales, “Terlalu sibuk itu hanya mitos. Setiap orang meluangkan waktu untuk hal-hal yang penting untuk mereka.” Hargai persahabatan yang pernah kita bangun, luangkan waktu, jangan hanya muncul kalau ada perlu 😉

Waktu kita kecil dulu, kita sering bingung harus bilang apa saat teman bercerita baru saja dimarahi sama ortunya. Kita hanya bisa duduk, mendengarkan, atau terkadang, ikut menangis bareng sama mereka. Just keep it that way! Seringkali, teman bercerita hanya ingin didengarkan. Bukan untuk diceramahi! If they need your advice, they will let you know.

Be genuine, just like an innocent. Ikut senang saat teman bahagia, bukannya iri dan diam-diam mencari ‘celah’ ketidaksempurnaan dalam diri mereka. Bertanya karena peduli, bukan hanya karena penasaran dan ingin tahu. Mean it when we say that we will always have their back! Make a pinky swear without crossing any finger behind our back.

And then when our life is knocking us down, let them help. Jangan malah diusir, jangan malah melampiaskan amarah pada orang yang salah, jangan malah mendramatisir keadaan… Bersikap seperti itu hanya akan memperburuk keadaan. It’s too much drama if we expect them to do “a true friend will always find a way back to me” thing. Pushing them away may make them feel unwanted instead.

Kemudian di saat kita sedang merasa sendiri atau ingin ditemani, it’s okay to let them know. Masih ingat saat kecil dulu, kita berdiri di depan rumah sahabat sambil berteriak, “Kita main yuuk!” Enggak usah takut ‘ditolak’ sama teman sendiri. Kalo emang ngajak mereka ketemuan udah mulai sama sulitnya dengan bikin janji sama Presiden RI… itu tandanya kita sudah harus cari teman baru. It’s simple.

Yang terakhir, jangan jadi orang yang terlalu ‘sulit’. Jangan maunya dibujuk-bujuk hanya supaya bisa ikut. Jangan ribet dan terlalu banyak syaratnya. Just go and enjoy the show! Just run and bruise your knees! Just be grateful that you still have friends to have some fun.

A friendship should be simple. Pure. Sincere. Just like an innocent kid. Let’s keep it that way.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s