A journey to remember

My First Week in The New Office

Posted on: May 4, 2011

 Hari ini tepat seminggu sejak hari pertama gue kerja di kantor baru. Lalu gimana, seminggu pertama gue di kantor ini?

For your information, induk perusahaan dari tempat gue kerja ini dulunya mantan klien gue waktu masih di EY. Jadi boleh dibilang gue udah cukup lama kenal sama atasan gue di sini. Dan sejauh ini, belum ada masalah antara gue dengan atasan. No surprise karena sejak awal, hubungan gue sama dia emang terbilang sangat baik.

Lalu sama rekan-rekan kerja… ini dia yang nggak gue sangka. Dulu, minggu-minggu pertama gue kerja di EY, gue sempet pendiem banget. Sampe dikasih julukan anak autis sama salah satu teman yang lebih senior. Waktu itu gue masuk kerja sendirian, sedangkan tiga anak baru lainnya udah masuk beberapa bulan lebih awal daripada gue. Di sana gue nggak kenal siapa-siapa, dan awalnya, mereka semua kelihatan cool banget gitu. Mau ngobrol juga gue bingung mau ngomongin apa. Bener-bener nggak nyangka pada akhirnya gue bisa berteman baik sama mereka semua, dan, berteman karib dengan beberapa di antaranya. 

Nah, seminggu yang lalu gue sempat khawatir penyakit pendiam gue itu bakal kumat lagi di kantor baru. Udah terbayang hari-hari pertama yang terasa sangat-sangat menyebalkan itu. Gue juga sempat khawatir, gue yang termasuk minoritas di tempat ini (bukan bermaksud untuk rasis, but it does happen so many times in so many places in Indonesia) akan agak-agak tersisih dari pergaulan kantor. Dan yang paling bikin gue panik… Nanti gue makan siang sama siapa??? Tapi ternyata, semua itu cuma sekedar ketakutan gue belaka.

Gue senang hampir semua orang di sini menyambut gue dengan senyum saat gue berkenalan dengan mereka. Ada cukup banyak yang terlebih dahulu membuka obrolan sama gue. Bukannya gue sombong, tapi soal pergaulan gue ini termasuk kaku kalo baru kenal. Rasanya susah banget gitu mau ngajakin orang lain ngobrol duluan. Terus hebatnya lagi, ada orang-orang yang saat berpapasan dengan gue entah di jalan, WC, atau lorong kantor, dengan ramah menyapa gue terlebih dahulu. Sekali lagi bukannya gue nggak mau negur duluan… Masalahnya dalam satu hari gue kenalan dengan begitu banyak orang dan gue enggak bisa langsung inget wajah dan nama mereka satu per satu. Bagian yang paling asyik, gue bisa langsung ngobrol seru bareng dengan beberapa orang teman baru di kantor ini!

Selain lingkungan kantor yang so far cukup menyenangkan, gue juga menyukai kawasan baru tempat gue tinggal. Mall yang terletak persis di sebelah kantor adalah bagian favorit gue dari kawasan ini. Ada banyak toko favorit gue di Emporium Pluit; mall yang bersebelahan sama kantor gue itu. Kalaupun bukan toko favorit gue, kebanyakan toko di sana range harganya masih masuk akal, alias masih terjangkau oleh gaji bulanan gue. Beberapa kali gue nggak sabar pengen cepet pulang cuma karena kepengen mampir ke mall sebelah kantor. Alasannya sih, harus belanja buat keperluan kosan, hehehehe.

The best part of my new job is my new daily routine. Sekarang gue bisa tidur minimal 6 jam setiap hari. Bisa sarapan santai sambil nonton tv, dandan santai sambil nonton tv juga, terus pulang kerja sempet nonton sinetron di RCTI pula. Udah gitu sekarang ini gue enggak lagi mengalami stres dan capek di jalan secara kantor gue cuma 5 menit jalan kaki dari tempat kos. Pulang kerja juga bisa sering tenggo. Kalopun lembur nggak pernah sampe menyentuh jam 10 malam. Dan yang nggak kalah serunya, sekarang gue bisa tampil gaya setiap hari!

Dulu waktu masih di EY, lembur yang bisa sampe lewat tengah malam bikin gue selalu bangun kesiangan. Sadar diri udah kesiangan, yang ada gue jadi jarang banget dandan. Pergi ke kantor cuma pake bedak dan lipbalm aja. Soal pilihan baju juga yang standar-standar aja. Dalam bayangan gue, males banget pake baju keren-keren kalo harus kepanasan di angkot, trus abis itu lanjut lagi desak-desakan di dalam bis TransJ. Jadi gue jelas lebih prefer baju yang nyaman dan nggak bikin ribet, nggak peduli keliatan biasa dan enggak fashionable… Tapi bukan berarti sekarang ini gue dandan abis-abisan loh yaa. Gue tetep dandan natural aja kok. Cuma eye shadow dan maskara, ditambah sedikit eyeliner kalo lagi centil. Soal baju juga enggak yang segimana hebohnya. Bedanya sama dulu cuma soal variasi bajunya aja. Kalo dulu kan cuma kemeja plus celana panjang aja tuh, nah kalo sekarang gue padu sama cardigan/vest/bolero/shoulder cape/syal/obi/kalung panjang.

Hal menyenangkan lainnya, jumlah jerawat di wajah gue udah berkurang drastis karena udah jarang lembur dan jarang tersentuh polusi Jakarta (baca: jarang kena semprot asap bis kota waktu lagi nunggu kendaraan umum). Untuk yang satu ini ditunjang juga sama perawatan intensif yang udah gue mulai sejak beberapa bulan belakangan ini sih. Tapi semenjak resign sampe sekarang, kulit wajah gue jadi lebih mulus lagi dari sebelumnya. Sekarang gue tinggal konsen memudarkan bekas-bekas jerawatnya aja, atau terkadang mengoles obat jerawat untuk mencegah jerawat kecil jadi besar.

Dan ternyata, tampil cantik dan gaya itu rasanya menyenangkan! Gue bukannya nggak sadar ada semakin banyak orang yang sekedar ngelirik atau terang-terangan menatapi gue… Atau orang-orang yang bener-bener nengok waktu gue lewat. Yang paling lucu itu kejadian hari ini… ada satpam gedung kantor yang terus menatapi gue sambil nahan pintu lift buat gue. Saat gue udah masuk lift, dia menoleh sambil bilang begini kepada temannya di luar lift, “Gila cakep banget!” Dan semua orang di dalam lift itu langsung serempak ngelihat ke arah gue, hohohohoho. Tapi sebenernya gue ngerasa si satpam itu agak berlebihan juga sih. Karena muka gue sih masih begini-begini aja, nggak juga super cantik kayak si Julie Estelle, hehehehe.

Anyway… sebenernya enggak pernah terpikir di benak gue untuk kerja di divisi accounting. Jujur saat menerima pekerjaan ini pun, gue masih dihantui rasa takut akan kebosanan yang mungkin mendera. Tapi sejauh ini, gue belum melihat ada peluang untuk bosan. Di sini gue enggak punya tanggung jawab untuk input apapun ke dalam sistem. Gue cuma bertugas untuk monitoring dan review aja. Masalahnya, I’m not good at clerical job such as input transaction into the system. Gue cepet ngerasa jenuh sehingga akhirnya malah jadi enggak teliti saat mengerjakan hal yang berulang itu. Dan yang paling menyenangkan dari pekerjaan ini, gue diberi keleluasaan untuk merapihkan sistem pembukuan di kantor ini. Gue jadi punya ruang untuk berinovasi, mencetuskan ide-ide, yang juga sekaligus menguji dan mengembangkan accounting skill yang gue miliki. Big boss gue cuma bilang, “I want everything in this place is complied with PSAK. I expect you to contribute any change and improvement. Make sure that everything will be ok in the next audit. Since you are an ex-auditor, I’m sure you know what you have to do.”

I know it probably to early for me to conclude that my life is getting better in this place. Lama kelamaan pasti akan ada up and down, berbagai macam konflik, rasa bosan, atau mungkin, rasa ingin segera resign dari kantor ini.  However, sebelum semua itu terjadi, all I want to say is so much thanks to God for this opportunity. Eks bos gue di EY bilang, dia nggak nyangka pada akhirnya gue malah pindah jadi klien. Dan sejujurnya gue juga nggak nyangka bakal bersedia pindah ke kantor klien. Karena sejak awal bekerja, gue enggak pernah mau direkrut sama klien. Tapi di satu sisi gue merasa beruntung… Hanya beberapa hari setelah pulang liburan pasca resign, dalam keadaan CV masih berantakan, gue langsung mendapatkan pekerjaan baru yang dalam beberapa hal tetap sesuai dengan keinginan gue.

Anyway… masih ada banyak plan yang belum gue sempat wujudkan. Gue belum cari dokter gigi baru, belum sempet cari tempat les buat TOEFL preparation, belum mulai nerusin novel gue lagi, bahkan, blog edisi liburan gue masih belum selesai diketik! Well, semoga setelah closing pertama gue nanti, gue bisa mulai mewujudkan rencana-rencana itu, satu per satu. Dan semoga, keputusan gue untuk bekerja di perusahaan ini adalah keputusan terbaik yang bias gue ambil. Well, let us wait and see.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 988,491 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Click the pictures below to visit my Instagram...

From classmates to travelmates! Been friends since we were only 15 years old! Met them up today and we’ve made a lot of plans for our coming trips. Let’s make it happen!
I don’t know why but I couldn’t seem to get any new outfit for Lebaran this year. I went to three shopping malls but then I went home with empty hands. So here I am... wearing one old dress I bought a couple years ago. Today before Eid prayer was begun, I saw something that made me smile. I instantly knew that I’ve had something way more important than a new dress for myself. I’d be happy if I had a new dress, but I’m still perfectly happy even without any of it. God has been incredibly kind to me and Ramadhan this year couldn’t be more miraculous to me. I am full of flaws, but I’ve had way more than enough, and I couldn’t ask for more. Eid mubarak and please do forgive me for all the wrong said and done. Let’s celebrate this holly day as the new beginning for each and everyone of us. Love - Riffa.
Arfa, my very first nephew, is turning six today! Just two days ago, he told me, “Aunty, when I grow up, I want to be vey rich so that I can buy for you anything you want!” He’s lovable, isn’t he? It never ceases to amaze me to see all the new things he learned, said, and did in the past 6 years. He’s growing up so fast and I can’t be prouder of him! Happy birthday, Arfa! Wish you’ll always be a loving kid and may Allah always bless you in every step of the way. So much love - your proud Aunty ❤️

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: