AADC 2014 – Will You Ever Wait THAT Long?

imagesJadi awalnya, gue rada-rada bingung kenapa beberapa orang temen di Path bikin posting tentang AADC. Awalnya cuma lihat-lihat sepintas, secara kerjaan di kantor lagi banyak-banyaknya. Tapi begitu tadi sampe di rumah, gue baru sadar… ceritanya LINE baru aja bikin short movie tentang kelanjutan kisah Rangga dan Cinta, 12 tahun kemudian.

Penasaran, gue langsung buka Youtube. Dan bener aja… video AADC 2014 itu langsung muncul di layar laptop. Tanpa pikir panjang, gue tekan “Play“.

Nonton dulu video-nya, di sini.

Hal pertama yang gue suka dari video ini adalah saat muncul tulisan “Ada Apa Dengan Cinta” diikuti angka “2002” yang lalu berganti menjadi “2014”. Gue jadi sadar… sudah 12 tahun berlalu sejak pertama kali gue nonton drama yang kemudian membangkitkan dunia perfilman Indonesia itu. Jadi ingat masa-masa SMA. Harus ngantri panjang demi dapat tiket nontonnya. Jaman-jaman ngikutin gaya bicara ala Cinta dan kawan-kawan. Dan tentunya, jadi ingat betapa cute-nya cinta monyet ala SMA dulu 😉

Hal ke dua yang melintas di benak gue… Seriously? Jadi setelah ending film itu, mereka 12 tahun enggak ketemu??? Rangga nggak pernah pulang lagi ke Jakarta selama itu? Dia ngelupain Cinta begitu aja tanpa ada kabar berita? No wonder kalo awalnya Cinta enggak mau bales LINE-nya Rangga! Saat lagi kesel-keselnya nonton short movie ini, gue lalu kepikiran. “Lho… bukannya dulu itu pernah ada kelanjutan AADC versi sinetron? Rangga-nya pulang lagi ke Indonesia bukan?” Tapi sudahlah. Anggap aja sinetron itu enggak pernah ada, hehehehe.

Hal selanjutnya yang bikin gue mengerutkan kening… Jadi cuma segitu aja, usaha Rangga buat dapetin lagi Cinta yang udah dia ‘terlantarkan’ selama 12 tahun lamanya? Hanya sekedar 2 baris LINE buat ngajakin ketemuan? Kesannya kok, kayak iseng-iseng berhadiah yah? Itu lho… kayak cowok-cowok galau yang kalo galaunya lagi kumat, suka iseng-iseng texting ngajakin ketemuan. Kalo mau ya syukur, enggak mau juga nggak papa.

Saat beranjak ke ending short movie di bandara, gue makin gemes aja. Again??? Cinta yang ngejar-ngejar ke bandara? Emang efek emansipasi kali yah… Jadi malah si cewek yang harus lebih usaha buat mulai suatu hubungan… Kenapa juga bukan si Rangga yang usaha ketemuan sama Cinta, face to face? Kenapa harus Cinta, lagi, yang usaha buat cari-cari jadwal penerbangan si Rangga lalu nyusul ke bandara?

Hal terakhir yang melintas di benak gue… Will you ever wait that long? Dan kenapa juga mereka berdua masih sama-sama single saat usia mereka udah masuk kepala 3? Apa iya karena emang mereka udah sebegitu berjodohnya gitu? And will you ever give someone a second chance after 12 years passed you by? A second chance for someone who terribly failed you 12 years ago?

Well... terlepas dari isi kepala gue yang nggak penting-penting amat itu, gue tetep lebih suka ending versi short movie ini daripada versi sinetron yang gue bahkan udah lupa gimana ending-nya itu. Senang rasanya melihat bagian dari masa remaja kita itu muncul kembali di depan mata, di saat semua pemainnya sudah beranjak dewasa. Bukan hanya reuni untuk para pemainnya, tapi juga reuni untuk semua penggemar setia 🙂

Sekali lagi pertanyaannya; will you ever wait that long?

Kalian pernah nggak sih… jatuh cinta sama seseorang yang lebih memilih untuk pergi? Sedih campur benci kenapa malah ditinggal gitu aja… Ngerasa nggak dikasih kesempatan… Kangen tapi gengsi kalo harus cari-cari dia duluan… Harap-harap cemas bakal dia duluan yang nyariin kita… Makin lama nggak ada kabar, mau move on tapi masih nyimpen harapan someday dia akan balik lagi… Mau move on tapi selalu ada aja yang ngingetin kita sama dia… Terus begitu, sampai lama-lama, harapan itu memudar dengan sendirinya.

Orang yang menjawab “iya” untuk pertanyaan gue di paragraf sebelumnya, mestinya bisa mengerti, kenapa pada akhirnya, Cinta memberikan kesempatan ke dua buat Rangga. Umumnya kita bisa mengerti, cinta yang tidak pernah diberi kesempatan untuk tumbuh, adalah cinta yang tidak akan pernah benar-benar mati. Bisa saja ada cinta-cinta selanjutnya, tapi cinta terpendam yang dulu pernah dipaksa mati itu, akan tetap tersimpan dalam lubuk hati yang paling dalam.

Dia akan selalu jadi cerita masa muda favorit kita. Dia akan selalu tersimpan sebagai impian yang terpendam. Dan dia… akan selalu menjadi bagian dari andai-andai yang melintas di benak kita. Sebuah andai-andai, yang hanya akan berakhir jika diberi kesempatan untuk mewujudkannya.

Untuk menutup tulisan ini, gue ingin mengutip satu quote yang gue dapat dari Pinterest: “It might take a day, it might take a year, but what’s mean to be will always find its way.”

Selamat 12 tahun Ada Apa Dengan Cinta!

P.S.: Nicely done for LINE Indonesia! I love love it! The best advertisement ever! Anyway, Dian Sastro makin cantik ajaa. Jadi iri, hehehehe.

The Chances

There’s a recent event which made me think about chances. About chances that we never give to the people we know. To the people who might be the best thing in our life, if only we ever gave them a chance to be a part of it.

Sometimes, we shut people down in the first place. When the first impression becomes everything to us, we don’t give them a chance to show us how good they can be. We divide people to ‘yes’ and ‘no’ right in the first sight. We just don’t care about the fact that it takes times for people to show their true colors. It takes times for us to see their true colors.

Or maybe… we do give them a chance to be a part of our life. As our friends. As our favorite colleagues. BUT… we never give them a chance to be more of it. We keep trying to convince ourselves that it’s not worthy. That we don’t really want them to be more than who they already are to us. We keep making excuses while in fact, we’re just scared. We’re just scared of the risk that we need to take just to be with them. We just don’t care about the possibility that they may be the best thing that ever happens to our life.

This thought finally reminds me to the people whom I pushed away. The people who sincerely wanted me to be a part of their lives. The people whom I easily judged as the wrong ones. I just realized that some of them, a few years later, have proven me that I was wrong. I was wrong to be afraid just to be with them. I was wrong for telling myself not to fight for them, fight for their presence in my own future.

Life is made up of choices. Somehow I still believe, even the wrong choices happened for a reason. It’s the wrong choices which finally lead me to learn how to do it right. Hence I know that I shouldn’t be drowning in regrets. Hence I know that all I need to do is starting to do it right: I should learn how to give people a chance. I should understand that when I give people a chance, I give myself a chance to get the best possible things to come.

Have you ever heard a quote that says, “If it scares you, it might be a good thing to try.” And you will never know how good it can be unless you give it a try. It may work, it may never work, but one thing for sure… at the end of the day, you will only regret the chances that you never take.

Give people a chance, take chances, and see how different your life will ever be.