A journey to remember

Shopping in Seoul

Posted on: May 11, 2013

Dalam setiap aktivitas traveling, biasanya gue selalu punya satu hari khusus untuk belanja oleh-oleh. Saat hendak berangkat ke Korsel pun, gue udah list down shopping area di Seoul yang ingin gue kunjungi. Berikut laporannya!

Namdaemun market

Kalo mau belanja oleh-oleh murah meriah, di sini tempatnya! Tipe pasar yang harganya bisa ditawar, terutama kalau kita beli dalam jumlah besar. Tapiii, nawarnya jangan kelewat sadis ya! Pedagang di sana suka tersinggung kalo kita nawar terlalu murah. Mereka bakal bilang, “This is made in Korea, not China!” Oh ya, pedagang di sana umumnya menguasai basic English. Nggak jago, tapi sudah cukup untuk mempermudah transaksi jual-beli.

Toko-toko di Namdaemun umumnya menjual jenis barang yang sama persis, jadi jangan malas compare harga sebelum membeli. Oleh-oleh favorit gue di sini set sendok + sumpit (ada banyak jenis, makin bagus kualitas bahan, ukiran, dan kemasannya, harganya juga makin mahal), gantungan boneka Teddy Bear yang pake hanbok (jangan beli gantungan jenis ini di tempat lain, karena di Namdaemun udah paling murah dan kualitasnya juga bagus), dan berbagai macam gantungan kunci (dari semua negara yang pernah gue kunjungi, gantungan kunci khas Korea ini yang paling lucu). Untuk oleh-oleh makanan, nori di sana enak banget. Ada banyak jenisnya, jadi jangan ragu untuk minta sampel sebelum membeli. Trus banyak dijual teh ginseng, tapi… rasa tehnya nggak enak banget! Kalo kata yang jual siih, teh ini berkhasiat untuk menyehatkan jantung.

Namdaemun terbagi jadi dua: area indoor dan outdoor. Take note area indoor tutup di hari Minggu. Tapi nggak usah khawatir, belanja di area outdoor-nya saja udah cukup kok. Gue juga dateng ke sana waktu hari Minggu. Hanya saja kata penjual di sana, aksesoris yang berbau Korean pop star lebih banyak dijual di dalam gedung.

Untuk sampai ke Namdaemun market, naik kereta line 4, turun di stasiun Hoehyeon dan keluar di Exit 5. Begitu melangkah keluar dari stasiunnya, di situlah Namdaemun market. Banyak turis yang bilang Namdaemun market itu kumuh, tapi kalo menurut gue, masih lebih bagus daripada pasar Tanah Abang lama, hehehehe. Gue pribadi suka belanja di sini, dan cuma Namdaemun saja satu-satunya shopping area yang gue kunjungi sampai 2 kali.

This slideshow requires JavaScript.

 

Dongdaemun

Dongdaemun ini terkenal sebagai pusat grosirnya Seoul. Mirip-mirip tanah abang, satu kompleks pusat perbelanjaan yang terdiri dari beberapa shopping mall. Hanya saja bedanya, Dongdaemun ini ukurannya jauh lebih luas daripada Tanah Abang. Saking luasnya, di kawasan shopping complex ini sampai ada 2 MRT station. Meski begitu, nggak usah takut nyasar! Kita dapat dengan mudah menemukan peta di dalam stasiun MRT yang menampilkan berbagai pusat perbelanjaan di kawasan tersebut.

Untuk sampai di Dongdaemun shopping complex, kita bisa memilih untuk turun di statsiun Dongdaemun History & Culture Park. Saat hendak mencari jalan keluar stasiun, gue menemukan pintu masuk menuju Goodmorning City. Jadilah Goodmorning City tempat pemberhentian pertama gue untuk belanja.

Konsep Goodmorning City dan juga shopping malls lainnya di Dongdaemun itu menyerupai ITC di Jakarta. Isinya deretan toko yang menjual berbagai jenis fashion items yang harganya masih bisa ditawar. Kalo kamu penggemar baju-baju Korea yang sering dijual di online shops itu, maka di sinilah pusat belanjanya!

Melihat baju-baju lucu itu, sudah tentu gue tidak sabar ingin segera membeli. Tapi saat itu gue berpikir… Goodmorning City terlihat terlalu bagus untuk tempat belanja murah (dan memang harganya enggak semurah Namdaemun) sehingga gue memutuskan untuk terlebih dulu membandingkan harga dengan mall lain di Dongdaeumun. Tapi sayangnya, begitu gue keluar gedung, ternyata sedang turun hujan yang cukup deras. Gue pun kembali lagi ke dalam mall untuk mencari payung… and thank God it was raining… pencarian payung membawa gue pada payung Hello Kitty yang lucuuuu banget. Untuk barang yang kemungkinan besar memang asli Sanrio itu, harga yang hanya Rp. 120.000 sudah tentu termasuk murah. Gue pernah lihat payung setipe ini dijual dengan harga di atas Rp. 300.000 di salah satu Facebook online shop. Such a tempting profit huh?

Keluar dari Goodmorning City, gue masuk ke AM/PM. Mall ke dua ini terlihat lebih tua dan lebih sederhana daripada Goodmorning City. Barang-barang yang dijual hampir sama persis, dan di sinilah akhirnya gue putuskan untuk membeli baju-baju dan sepatu lucu untuk dibawa pulang. Gue juga menyempatkan makan siang di foodcourt dalam mall ini.

Puas belanja di AM/PM, gue putuskan untuk beralih ke Insa-dong. Padahal sebetulnya, masih banyak mall di Dongdaemun yang belum gue datangi. Ada pula satu mall yang seluruh lantainya khusus menjual sepatu! Tapi karena keterbatasan waktu, gue lebih memilih untuk beralih ke Insa-dong.

 

Insa-dong

Insa-dong ini sebetulnya daerah yang khusus menjual barang-barang seni. Ada beberapa art gallery, atau sekedar toko kecil yang khusus menjual kerajinan tangan yang umumnya bernuansa tradisional Korea. Jangan bayangkan Insa-dong ini seperti pasar grosir ala Tanah Abang yah, karena Insa-dong ini konsepnya beberapa ruas jalan yang di kanan-kirinya berjejer toko-toko. Suasananya jauh lebih rapih daripada Namdaemun, lebih bersih, dan kualitas barang-barangnya juga lebih bagus. Tapi tentu saja, harganya pun bisa berkali-kali lipat lebih mahal daripada Namdaemun.

Dua hal yang paling gue suka dari Insa-dong adalah premium Korean t-shirt dan berbagai souvenir Hello Kitty. Gue berhasil menemukan boneka Hello Kitty yang mengenakan hanbok di salah satu toko souvenir di Insa-dong (barang-barang HK di toko itu semuanya asli Sanrio, jadi jangan heran jika melihat label harganya). Di toko yang sama, gue juga membeli beberapa buah t-shirt yang bertuliskan kaligrafi Korea. Tanpa perlu melihat label harga, sudah jelas terlihat t-shirt ala Insa-dong ini mempunyai kualitas yang lebih baik dan juga terlihat lebih mewah daripada t-shirt ala Namdaemun. Padahal t-shirt yang gue beli di Namdaemun itu saja kualitas produknya udah termasuk bagus lho.

Saat berkunjung di Insa-dong, gue beberapa kali bolak-balik menyusuri jalan yang sama, just to make sure I did not miss anything out there. Gue suka sama suasananya, suka pula sama keramahan pramuniaganya, kualitas produknya, yang mana semua itu membuat gue ngerasa apa yang gue beli itu emang worth the price. So if you have more budgets to buy something for your families, lovers, or best friend, this is definitely the right place to shop.

P.s.: salut buat badan pariwisata Korea… mereka sadar di Insa-dong ini banyak turisnya, sehingga jangan kaget kalau melihat ada 2 orang yang menyusuri jalan dengan payung bertuliskan “Tourist Information”. They were so helpful to find the shop I was looking for. Thanks!

 

Myeong-dong

Myeong-dong ini konsepnya lebih mirip ke Insa-dong daripada Namdaemun, hanya saja, Myeong-dong ini lebih luas, lebih ramai, produknya lebih bervariasi, dan lebih banyak menjual barang-barang dengan well-known brand. Jangan heran jika kalian menemukan ada lebih dari satu toko Etude dan Face Shop di shopping area ini. Gue berhasil melengkapi daftar titipan make-up teman-teman gue saat berbelanja di Myeong-dong. Sekedar info, kosmetik made-in Korea dijual dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga jual di Indonesia. Selisih harganya bisa lebih dari 50% lho.

Selain menyediakan merk-merk yang terbilang populer, ada pula beberapa toko kecil yang menjual  produk-produk yang sifatnya eksklusif. Ada satu toko yang harga handmade souvenir-nya luar biasa mahal, tapi ada juga yang masih terjangkau. I bought two very cute pens in that store. Ada pula toko sepatu kecil, yang letaknya agak tersembunyi di ujung jalan, yang menjual koleksi sepatu yang tampak manis dan feminim. Hanya saja sayangnya, bahkan ukuran sepatu terbesar di sana pun masih nggak muat buat gue 😦

Oh ya, gue juga sempat menemukan beberapa toko pakaian yang konsepnya mirip-mirip factory outlet di Indonesia. Toko-toko ini biasanya terdiri dari 2 lantai yang cukup luas dengan berbagai koleksi t-shirt yang lucu-lucu, mulai dari t-shirt bergambar Hello Kitty sampai Korean premium t-shirt ala di Insa-dong. So if you want to do some fashion shopping, then Myeong-dong could be a good choice.

 

Everland Souvenir Shop

Sama seperti kegemaran gue belanja di Disneyland, gue juga seneng banget waktu belanja di Everland. Di sana gue beli satu boneka little fox yang baru pertama kali gue lihat di kebun binatang Everland, dan beberapa souvenir Teddy Bear. Saking lucunya benda-benda itu, dalam hati gue berujar… “Aduh… ikhlas nggak yaa, gue kasih ini ke orang lain? Apa gue simpen buat diri gue sendiri aja yaah?” Hehehehe.

Barang yang dijual di toko ini ya tipikal toko-toko dalam amusement park lah yaa. Ada t-shirt, mug, boneka, pulpen, pensil, aksesoris rambut, dan masih banyak lagi! Untuk harga jelas relatif mahal. Gue beli oleh-oleh di sini cuma untuk teman-teman yang gue anggap teman baik aja. Yup… pada akhirnya, semua benda lucu itu berhasil gue ikhlaskan untuk orang lain, hohohoho.

 

Kesimpulannya, gue bisa bilang Namdaemun itu the best place buat belanja oleh-oleh, Insa-dong the best place buat belanja barang-barang yang sifatnya unik, dan Dongdaemun the best place untuk beli baju dan sepatu lucu dengan harga relatif murah. Buat yang niat bisnis, sudah tentu harus datang ke Dongdaemun. Pedagang di sana sudah terbiasa mengekspor barangnya ke negara lain. Jika kita serius mau jadi partner bisnis, mereka akan kasih kartu nama dan katalog produk terbaru akan selalu mereka kirim via e-mail.

If someday I go back to Seoul, I definitely will go back to Insa-dong and Dongdaemun. My shopping day in Seoul was my best day during that trip and I simply want to have such another great day like that! And maybe next time… I’ll be there for a business purpose too, hehehehe.

Advertisements
Tags:

8 Responses to "Shopping in Seoul"

Infonya lengkap banget saya sukaaaaaaaaaaaaa :*

Hi Vhiefa… thanks… I’m glad you like it 🙂

ka maaf mo nanya saya ada rencana kekorea bulan depan, karena ini pertama kalinya saya keluar negeri ada yg masih saya bingung. setau saya dipesawat kita ga boleh bawa cairan termasuk odol, gel dll. naah kalo mo beli oleh-oleh krim-krim kosmetik yang lebih dari 100ml gimana? tetep ngga bisa?

thanks ka ^^

Hi Anisaa

Kalau mau bawa cairan di atas 100 ML, maka kamu harus masukkan botolnya ke dalam koper yang ditaruh di bagasi, bukan di kabin pesawat. Have fun yaa!

Hi…thank you utk reviewnya. bisa kasi saran tempat jual souvenir murah tp bagus (baju yg bahannya ok atau aksesoris lucu-lucu) di namdaemun? Kan di sana luas tuh…thank you 🙂

Hi Lynns,

Ada satu toko yang saya borong banyak di situ, tapi udah lupa persisnya sebelah mana…

hai mau tanya, di tempat2 shopping yg disebutkan diatas, bisa bayar pake CC gak ya? klo bisa saya rencananya gak mau bawa csh banyak. dan baca2 ktny rate CC sama kyk BI alias lbh murah drpd money changer. thanks for answer

Hi Christien

Tergantung tokonya, ada yang terima CC, ada juga yang enggak. Untuk satu kawasan yang sama juga belum tentu sama aturan main semua tokonya. Saran saya sih, bawa USD saja, buat jaga-jaga. Kalau nggak terpakai bisa disimpan untuk investasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 962,959 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

I used to read a quote written by my former lecture saying that even a bad decision would always be much better than no decision at all. It reminded me of the decisions I put on hold and I asked myself, “What prevents me from making all those decisions?” I could instantly listed down many personal reasons that didn’t even sound good to myself. So there I made a couple of decisions; the good ones and the bad ones, and apparently it was so true: even bad decision was still better than no decision at all. First of all, it helped me to move on. I no longer waited for this and that; I made decisions and I started to make the actions. It also gave me a peace of mind knowing that I owed nothing to anyone, not even to myself. And most importantly, all those decisions made me learn, notably the bad ones. It’s not that I intentionally made a bad one, but well, how did I know my decision was bad until I gave it a try? Ever since the day I decided to stop putting my decisions on hold, my life felt a lot lighter and I have never been more proud of myself. Other people might not be happy with my decisions, but I only do what I’ve got to do and they can’t blame me for having courage to do the things they’re not willing to do. If it holds me back and nobody wants to make the call, then let me do the honor. It’s actually that simple, and again, it sets me free.
My biggest career goal is always running my own business. I have been an entrepreneur even since I was a seven years old. I was never hesitate everytime I saw an opportunity to earn some cash to buy toys and comic books. Graduating from college and starting my first corporate job has stopped me from doing my own business. I was too busy to do something else beside my main job. I tried to run a small jewelry business but then I got bored. I came to learn that if I want to start a business, I have to do something bigger. But of course, a bigger scale own business will also require a bigger effort! The comfort of corporate job made me decide to postpone starting a new business until at some point, it was no longer comforting to me. I still remember one night I went home feeling extremely upset with my boss and I just told myself, “I can’t do this forever. I can do much better than working for a jerk.” Right at that moment, I decided to start my biggest dream: starting my own business. Not so long after that, @thelenstory was born.
There is this one little secret about @thelenstory. There was one particular guy who made me fall deeper with photography. He was so talented he could make an old dirty lamp look beautifully glow in his pictures. I still remember that day on a boat, he took pictures of me and he smiled behind his lens. That kind of smile that made me feel the prettiest girl on earth. I didn’t know why but I just loved seeing this guy holding his camera. I even still loved it when he took pictures of me with his grumpy face! At the end of the day, The Lens Story is way more than just a girl who fell in love. The ups and downs, and all lifetime savings that I’ve spent have been the greatest leap of faith I’ve ever taken in my entire life. That one guy from my past was just a starting point. He was my inspiration, he made me believe that there were many hidden talents like him out there and I would be more than happy to help them start their professional career in photography. That was the very beginning story on how my start-up was born, and to me, that will always be one of my favorite stories to tell.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: