5 Hal Sepele Yang Bisa Tiba-tiba Bikin Naksir

Tiba-tiba aja, gue teringat hal-hal sepele yang pernah bikin gue tiba-tiba naksir sama cowok yang sebetulnya udah cukup lama gue kenal. Berikut ini daftar lengkapnya 😀

Gara-gara mimpi

Waktu masih kelas 1 SMA, pernah ada temen cowok yang gosipnya, emang naksir sama gue. Awalnya gue cuek-cuek aja… Soalnya waktu itu ceritanya gue masih dalam tahap mourning period gara-gara pisah sekolah sama gebetan jaman SMP. Kemudian believe it or not, perasaan biasa-biasa aja itu tiba-tiba berubah jadi naksir hanya dalam waktu satu malam saja!

Isi mimpinya sih, biasa-biasa aja… Nggak ada adegan yang gimana-gimana banget gitu. Tapi gara-gara jalan ceritanya romantis banget, pas bangun tidur gue tiba-tiba aja jadi kecentilan nggak sabar pengen ketemu sama dia di sekolah, hehehehe. ABG oh ABG…

Gara-gara dicie-ciein temen-temen sekelas

Gue lupa gimana awal mulanya, dulu pernah ada temen sekelas yang suka dipasang-pasangin sama gue. Pernah suatu hari waktu jamannya angkot G5 lagi mogok massal, gue terpaksa pergi ke sekolah naik taksi gara-gara udah telat masuk kelas.

Begitu sampe kelas, ada temen yang tanya, “Elo ke sini naik apa?”

Gue jawab, “Taksi.”

Temen-temen gue itu langsung heboh… “Ciee… udah kayak Cinta AADC, naik taksi!”

Dan anehnya, nggak lama kemudian, ada anak cowok di kelas yang dikasih julukan Rangga! Dia jadi Rangga, gue jadi Cinta…

Awalnya gue nggak ada perasaan apa-apa sama ‘si Rangga’ ini. Tapi karena sering diledekin, lama-lama jadi naksir juga, hehehehe. Bukan naksir serius siih… Nggak lama kemudian dia malah jadian sama cewek lain pula, dan sekarang udah happily ever after sama keluarga kecilnya.

Gara-gara ngelihat dia mencet-mencet kalkulator

Sejak jaman kuliah, standar gue buat urusan cowok udah mulai naik. Gue udah nggak pernah lagi naksir cowok yang kelihatan lemot. Trus ada teman sekelas yang sebetulnya udah cukup lama gue kenal. Termasuk pintar, tapi pikir gue saat itu, tetep enggak sepinter gue, huehehehehe, belaguuu :p

Sampai suatu hari, kelas gue dan dia dikasih tugas yang susaaaah banget sama salah satu dosen akuntansi. Di saat gue lagi bengong mikirin cara mecahin soal maha sulit itu, tiba-tiba gue ngelihat si cowok ini juga lagi serius ngerjain soal. Dengan kening berkerut, muka serius memandangi buku, dan jari-jari yang sibuk mencet kalkulator.. tiba-tiba aja, dia kelihatan charming di mata gue. Sejak detik itu, gue resmi naksir sama dia, hehehehehe.

Gara-gara suaranya mirip sama first love gue

Di kampus dulu, gue sempet naksir-naksir dikit sama salah satu dosen gue. Alasannya? Karena suara dia mirip banget sama suara first love gue!

Puja dan Nata, dua sahabat gue di Binus, ngakak habis-habisan saat tahu rahasia kecil gue itu. Soalnya… well, dosen gue yang satu itu emang agak-agak unik sih. Dan sampe sekarang pun, si Puja masih suka jadiin masa lalu gue itu sebagai bahan lelucon. Sepertinya… itu akan jadi jokes favorit mereka sepanjang masa… hiiks.

Gara-gara dia nyebrangin gue pas lagi jalan rame-rame

Waktu itu ceritanya lagi jam istirahat makan malam… Seperti biasa, gue pergi makan bareng temen-temen sekantor, termasuk si dia: temen cowok yang udah gue kenal cukup lama. Sejak pertama kenalan, sebetulnya gue udah langsung tau kalo si dia ini termasuk tipe gue banget. Tapi berhubung di awal kerja gue masih deket sama cowok lain, jadi gue nggak pernah ngerasain apa-apa sama temen sekantor gue itu.

Awalnya gue lagi asyik ngobrol sama teman gue yang lain, kemudian pada waktunya nyebrang jalan, tau-tau aja si cowok ini udah berjalan persis di sebelah kanan gue… Cuma hal kecil, sangat kecil, yang udah bener-bener ngerubah hidup gue saat itu.

Di saat-saat terberat, gue suka menyesali kejadian hari itu… Harusnya hari itu, gue enggak usah pergi makan malam sama dia! Tapi belakangan gue sadar… kalaupun enggak ada hari itu, akan tetap ada hari-hari lain yang ngerubah perasaan gue ke dia. Memang bukan cerita cinta yang berakhir bahagia, tapi pada akhirnya gue menyadari, cerita singkat itu udah bikin gue jadi lebih dewasa. Berkat dia, gue jadi tahu, apa yang sebetulnya gue cari, dan apa yang sebetulnya gue harapkan, dari seorang cowok.

Sejak cowok terakhir itu pula… gue udah enggak pernah lagi tiba-tiba naksir cowok secara random kayak dulu. Bukan karena gue belum move on lho ya… Tapi lebih karena sejak itu gue belajar, sesuatu yang terlalu cepat datangnya, akan terlalu cepat juga berlalu dan berakhir selama-lamanya…

P.s.:       Mohon maaf kalo tulisan yang awalnya lucu malah berakhir sedih kayak gini, huehehehe, cheers!

G.I. Joe Retaliation: Big Disappointment for Big Fan

GI Joe RetaliationWarning… this post contains spoiler. Buat kamu yang belum pernah nonton dan nggak ingin tahu bocoran ceritanya, cukup berhenti sampai di paragraf ini.

Pertama kali nonton G.I. Joe pada tahun 2009, gue langsung suka! Sejak nonton film ini pula, gue jadi ngefans sama Channing Tatum dan mulai heboh cari setiap film yang pernah dia bintangi. Nggak heran kalo gue pun jadi menanti-nantikan sekuel action movie yang satu ini.

Gue penasaran… gimana nasib Ana Lewis (Sienna Miller), pacarnya Duke (Channing Tatum) setelah akhirnya berhasil lepas dari cengkraman pasukan Cobra? Gimana kelanjutan persahabatan Duke dengan Rex yang tidak lain saudara kandungnya Ana? Dan akan ada teknologi canggih apa lagi yang dimiliki oleh pasukan G.I. Joe selanjutnya?

Buat kalian yang belum pernah nonton film pertamanya, G.I. Joe: The Rise of Cobra, mungkin akan menilai sekuel film ini keren-keren aja. Adegan action-nya emang tetap seru, terutama yang bagian kejar-kejaran ala ninja antara Snake Eyes dan Jinx versus pengawal-pengawalnya Cobra di tebing-tebing curam. Tapi bagi penggemar G.I. Joe sejak lama yang masih ingat persis jalan cerita film pertamanya, dijamin kecewa saat nonton G.I. Joe Retaliation.

Lupakan rasa penasaran gimana nasib Ana yang sempat disuntikkan nano-mites oleh kakaknya sendiri, karena di film ke dua, Ana tidak muncul sama sekali. Namanya sama sekali tidak disebut, seolah tidak pernah ada tokoh Ana dalam sejarah G.I. Joe. Lupakan pula teknologi super canggih seperti yang banyak kita lihat di film pertama, karena satu-satunya senjata yang paling canggih di G.I. Joe Retaliation hanya senapan yang punya menu touch screen yang sebetulnya, senjata yang mirip-mirip juga sudah pernah ada di film pendulunya. Dan yang paling mengecewakan adalah… tokoh Duke cuma muncul sebentar lalu dibikin mati di medan perang. Mati terkena serangan udara, lalu sosoknya hilang begitu saja. Sama sekali kisah kematian yang tidak berkesan. Orang yang enggak pernah nonton film pertamanya pasti nggak akan menyangka bahwa sebetulnya dan seharusnya, Duke adalah tokoh utama dalam film ini.

Seolah itu semua belum cukup mengecewakan, satu-satunya anggota G.I. Joe yang masih terus eksis dalam sekuelnya hanya tinggal the Snake Eyes saja. Jagoan-jagoan lainnya benar-benar tidak muncul batang hidungnya. Jagoan ceweknya pun berganti tokoh dari Scarlett menjadi Jaye. Tapi untunglah kisah hidup Snake Eyes dan Storm Shadow masih terus dibahas tuntas, kalau tidak, film ini benar-benar sudah kehilangan ‘napas’ G.I. Joe-nya.

Sampai sekarang gue belum dengan desas-desus seputar film ini. Misalnya, kenapa tokoh Duke dihilangkan begitu saja? Atau, kenapa anggota tim inti G.I. Joe-nya dirombak total? Dan kenapa tokoh Ana dan Rex dihilangkan begitu saja? Padahal, konflik antara Duke, Ana, dan Rex merupakan salah satu bumbu cerita yang paling menarik di film pendahulunya.

Terlepas dari hal-hal yang gue anggap mengecewakan dari film ini, sekali lagi, gue tetap mengakui adegan action dalam film ini memang asli seru dan layak tonton. Tidak ada kisah cinta-cintaan dalam film ini – dan bahkan setelah gue pikir-pikir, rasa-rasanya ini film action pertama yang gue tonton yang tidak menampilkan romantic scene sama sekali – tapi hal itu nggak bikin film-nya jadi terasa hambar. Kemudian meskipun tim G.I. Joe tidak lagi bersenjatakan teknologi tingkat tinggi seperti dulu, untuk special effect, sekuelnya ini tetap memanjakan mata penonton. So overall, it’s a fine movie, it’s just disappointing me who has been waiting for years just to see my favorite actor died just like that in this movie.

Dalam hati kecil, gue masih berharap, kekecewaan ini akan terbayar di film ke tiga. Mungkin sebenarnya, Duke masih hidup, dan nanti masih akan ada kelanjutan kisah Duke dan Ana juga. Soalnya to be honest… gue enggak ngefans sama jagoan-jagoan G.I. Joe yang baru, dan kalo buat gue. nonton film tanpa ada aktor favorit yang bermain di dalamnya itu ibarat makan sayur tanpa garam, hehehehe.