A journey to remember

Di Mana Sih, Ngumpetnya Cowok-cowok Dalam Majalah Itu?

Posted on: February 9, 2011

 

 

Gue seringkali mempertanyakan akuransi artikel-artikel di majalah wanita yang ngebahas soal attitude kaum pria. Saat baca artikel-artikel itu, gue langsung bertanya-tanya dalam hati, “Masa’ sih? Emang ada, cowok kayak begini?” Berikut ini gue kutip 3 artikel majalah yang menurut gue paling nggak sesuai dengan fakta yang gue temukan di kehidupan nyata. Buat cowok-cowok yang baca tulisan ini, terutama yang identitasnya gue sebut, please no hard feeling yaa. 

 

Artikel 1:

“Pria itu menyukai tantangan.”

 

Faktanya:

Menyukai tantangan itu identik dengan sifat berani dan pantang menyerah dong? Tapi entah kenapa, gue jarang banget nemuin cowok yang berani terang-terangan pdkt sama gue. Contoh sederhana soal ajakan jalan berdua. Gue seriiiiing banget berhadapan sama cowok yang suka muter-muter cuma buat ngajakin gue jalan. Gue suka sampe gemess. Apa susahnya sih, tinggal bilang begini, “Kita jalan yuk, Fa.” Kenapa gitu mesti mancing-mancing supaya gue duluan yang ngajakin mereka jalan? Sekedar informasi aja, selama satu tahun belakangan, gue udah berhadapan sama 5 cowok model begini. Kadang kalo udah kelewat gemes, akhirnya jadi gue duluan yang bilang, “Ya udah, kita ke sana yuk!” Kalo udah gitu, baru deh, dia kelihatan excited ngebahas mau jemput jam berapa, abis itu mau ke mana lagi, dsb dsb…

 

Tapi biasanya, kalo gue bener-bener suka sama cowok itu, gue pantang ngajakin dia jalan duluan. Mau dia mancing-mancing kayak gimana juga, gue maunya tetep dia yang maju duluan. Sayangnya, yang selama ini terjadi, bukannya memberanikan diri bilang terus terang, yang ada mereka malah nyerah begitu aja… Nah, sekarang pertanyaannya, apa benar kalo cowok itu menyukai tantangan? Mungkin gue emang nggak bisa pukul rata, tapi kalo cuma berdasarkan pengalaman gue, menurut gue mayoritas cowok itu punya prinsip, “Lebih mudah, lebih baik.”

 

 

Artikel 2

Gue sering banget nemuin profil-profil cowok di majalah yang bilang, “Tipe wanita idaman saya harus mandiri dan smart.” Malah ada juga yang dengan lebaynya bilang begini, “Menurut saya, cewek pintar itu seksi.”

 

Faktanya:

Berikut 3 kalimat yang gue dengar dari 3 cowok yang berbeda beberapa minggu belakangan ini:

 

Mr. A, married, kalo nggak salah usia belum sampai 30, manajer di perusahaan besar.

Dia bilang ke gue, “Elo itu kalo sama cowok harus mau ngalah sedikit. Jangan kelihatan terlalu pinter, dan jangan suka mendominasi. Ngerendah sedikit nggak ada salahnya.”

 

Mr. B, single, usia 27, gue kurang tau posisinya di kantor sekarang itu apa, tapi yang jelas cowok ini terkenal pintar dan tipikal karyawan favorit bos.

“Gue justru ngeri sama cewek pinter. Nanti gue diem aja di rumah sementara dia sibuk di luar. Bisa-bisa gue jadi duda.”

 

Mr. C, single, usia 26, udah punya gelar S2, manajer di perusahaan kecil-menengah.

“Elo tuh kalo ngadepin cowok harus pura-pura bego. Percaya deh sama gue.”

 

See? Tingkat pendidikan tinggi, tingkat intelegensia tinggi, bahkan, jabatan yang juga tinggi, enggak bikin mereka mengimpikan cewek yang mandiri dan smart. Makanya gue sampe bertanya-tanya… pada ngumpet di mana sih, cowok-cowok yang katanya menyukai cewek yang pintar dan mandiri itu?

 

 

Artikel 3

“Pria menginginkan pasangan yang tetap memiliki dunianya sendiri, yang tidak terlalu bergantung pada dirinya. Sehingga pada saat ia dan pasangannya sedang menghabiskan waktu bersama, mereka berdua sama-sama punya hal menarik untuk diceritakan. Oleh karena itulah, sebaiknya, wanita tetap berkarier meskipun sudah berumah tangga.”

 

Faktanya:

Coba lihat lagi statement Mr. A, B, dan C di atas… Kalo dari statement mereka, kayaknya kok mereka justru lebih suka sama cewek yang bergantung sama mereka?

 

Sebetulnya gue enggak bilang pemikiran Mr. A, B, dan C di atas itu sebagai sesuatu yang keliru. Gue memahami keinginan mereka untuk punya istri yang konsen ngurusin rumah tangga, yang selalu menyambut mereka pulang kerja setiap harinya, yang enggak disibukkan sama urusan pekerjaan. Sama seperti gue yang nggak mau diganggu gugat soal cita-cita gue, maka gue juga enggak akan mengganggu gugat impian orang lain tentang rumah tangga yang ideal. Gue enggak akan memaksakan pendapat gue sama seperti gue enggak mau dipaksa untuk berhenti kerja. Dan itu berarti, gue harus mencari cowok yang bisa menerima gue dengan segala cita-cita gue.

 

Salah satu sahabat yang akan menikah tahun ini, pernah bilang bahwa faktanya, akan selalu ada pengorbanan yang harus dilakukan dalam suatu hubungan. Dia bilang, kalo gue bener-bener cinta sama seseorang, ada kalanya gue harus mau mengalah karena kecil kemungkinan SEMUA idealisme gue itu akan terwujud. Malah temen gue ini yakin banget, kalo gue udah nemuin cowok yang tepat, gue akan melunak dengan sendirinya.

 

Well, mungkin di situ permasalahannya: gue belum menemukan cowok yang tepat. Gimana dia bisa jadi pemimpin buat gue kalo ngadepin gue aja dia nggak berani? Gimana gue mau respek kalo sekedar nepatin janji-janji kecil aja dia nggak bisa? Gimana gue bisa melunak dan buat apa gue terpikir untuk mengorbankan sesuatu demi cowok yang nggak mau fight buat gue? Yang bahkan gue enggak yakin seberapa besar rasa suka dia ke gue…

 

Karena sebetulnya, kalo gue mau berbesar hati, harus gue akui bahwa kemungkinan besar, mereka bersikap setengah hati seperti itu karena mereka enggak benar-benar suka sama gue. Atau mungkin, karena gue bukan tipe cewek yang benar-benar mereka inginkan. Sedih sih, kalo bener kayak begitu… Tapi gue juga nggak bakal nyalahin mereka kok. Yang punya kriteria pasangan idaman itu kan, bukan cuma gue doang. Jadi kalo gue tega nolak orang lain yang nggak sesuai kriteria gue, maka sebaliknya, gue juga nggak boleh sewot kalo ada orang lain yang nolak gue hanya karena gue nggak sesuai dengan kriteria mereka.

 

At the end, sekali lagi gue mohon maaf kalo ada isi artikel ini yang bikin kalian, para pembaca cowok, jadi tersinggung. Gue cuma ingin menyuarakan isi hati cewek-cewek pada umumnya lewat blog ini. Pesan dari gue, jangan pernah memulai sesuatu kalo dari awal kalian tahu kalian enggak akan pernah bisa terima dia apa adanya. Kalo mengutip dari Facts About Boys di Twitter, “Leading a girl without any intentions of dating her is worse than rejecting her.”

 

Advertisements

2 Responses to "Di Mana Sih, Ngumpetnya Cowok-cowok Dalam Majalah Itu?"

Believe me honey, that kind of man only exist in a dream

Hehehe, yeah, right… only in a dream, and in those fake magazines 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 1,011,418 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: