Islam Ways of Living

Meskipun gue bukan pemeluk Islam yang luar biasa taat ibadahnya (dan gue sama sekali tidak bangga akan hal ini sih sebenarnya), tapi gue tetap menjadikan ajaran agama gue sebagai petunjuk hidup. Apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang sebaiknya gue lakukan dalam situasi tertentu, serta apa yang sebaiknya gue hindari dalam kehidupan sehari-hari. Kenapa demikian? Karena gue selalu menemukan kebenaran di balik ajaran-ajaran itu. Ada banyak sekali pelajaran yang gue dapatkan dari agama gue ini. Bukan sesuatu yang gue dapatkan dari buku pelajaran biologi, fisika, akuntansi, atau mata pelajaran apapun di dunia ini. Bukan pula pelajaran yang diatur oleh Undang-undang negara manapun di dunia ini. Pelajaran-pelajaran yang membuat gue meyakini, inilah agama yang ingin gue peluk, seumur hidup gue.

Dari Islam gue belajar untuk berbagi. Bukan berbagi hanya di saat gue mampu, tapi juga di saat gue sendiri masih menjadi orang yang memerlukan bantuan finansial. Pokoknya selama gue masih mendapatkan penghasilan, maka di situ masih ada kewajiban untuk berbagi kepada mereka yang lebih membutuhkan. Dan gue sama sekali tidak merasa terbebani! It even makes me feel good! Gue malah bangga dan bersyukur bahwa setidaknya, gue masih bisa berbagi meskipun jumlahnya tidaklah seberapa. And the more I give, the more blessings I get in return.

Islam juga mengajarkan gue untuk mengutamakan melunasi hutang. Orang yang gue hutangi bisa jadi sangat memerlukan uang yang pernah mereka pinjamkan. Jangan sampai mereka harus merasa lelah secara fisik dan emosional hanya untuk menagih haknya itu. Jangan sampai gue malah menyakiti dan merugikan orang yang pernah bersedia memberikan gue pertolongan! Dan jangan sampai mereka merasa menyesal pernah bersedia repot-repot membantu kesulitan finansial gue saat itu.

Islam mengajarkan gue untuk membayar hak karyawan gue sebelum kering keringatnya (baca: bayar gaji tepat waktu!). Gue masih ingat masa-masa di mana gue sebagai karyawan masih sering mengalami “tanggal tua”. Kalau sudah sampai begitu, tiap tanggal gajian gue akan rajin ngecek e-banking. Pernah terjadi, gaji telat masuk sama dengan gue tidak punya uang untuk makan siang atau malam di hari gajian itu. Tidak enak kan rasanya? Apalagi jika ditambah utang yang sudah jatuh tempo! Sudah sangat tepat jika Islam mewajibkan umatnya untuk membayar hak-hak karyawan tepat pada waktunya.

Perilaku Nabi Muhammad soal menghargai niat baik orang lain juga mengajarkan gue untuk menghargai pemberian orang lain meskipun gue tidak menyukainya. Suka tidak suka, hadiah itu akan tetap gue pakai untuk menghargai niat baik orang yang memberikannya. Bagaimana jika hal itu malah membuat orang yang ybs malah terus menerus memberikan barang yang sama secara berulang-ulang? Well… selama barangnya bukan barang terlarang, apa sih ruginya buat gue menerima dan memakai barang itu? Kenapa harus menyakiti perasaan orang yang niatnya hanya ingin menyenangkan diri kita sendiri ?

Islam juga mengajarkan gue untuk tidak membungakan uang yang gue pinjamkan. Gue juga tidak mendukung model bisnis yang nominal bunganya sampai mencekik para nasabahnya (bunga sampai puluhan persen misalnya). Kenapa demikian? Karena orang yang sedang dalam keadaan sangat membutuhkan uang untuk keadaan darurat umumnya tidak bisa berpikir jernih. Mereka ingin cari solusi cepat tanpa memperhitungkan kemampuan mereka untuk melunasi hutang beserta bunga puluhan persennya itu. Buat gue itu sama saja menyelesaikan masalah dengan masalah yang jauh lebih besar. Jika nominal bunga ini sudah sampai pada tahap lebih banyak menimbulkan masalah untuk para nasabahnya, maka buat gue, itu sudah masuk definisi riba yang haram hukumnya.

Gaya hidup gue juga kurang-lebih berkiblat pada ajaran Islam itu sendiri. Gue tidak mabuk-mabukan karena gue tidak mau kehilangan akal sehat gue sehingga sampai melakukan hal-hal bodoh yang hanya akan gue sesali di kemudian hari. Gue tidak mengkonsumsi babi dan menghindari air liur anjing karena ada alasan medis yang melatarbelakanginya (sudah pernah lihat video operasi mengeluarkan cacing pita dari dalam lambung manusia belum?). Dan gue juga menjauhkan diri dari zina karena seks bebas sangat rawan dengan penularan penyakit kelamin dan belum lagi resiko hamil di luar nikah (ini benar-benar bisa merusak segala hal yang sudah gue bangun untuk hidup dan masa depan gue banget sih).

Kerennya lagi, Islam juga mengajarkan untuk meninggalkan debat kusir. Bukan berarti tidak boleh mengeluarkan pendapat, tetapi jika pendapat kita itu tidak bisa diterima lawan bicara sehingga malah memicu perdebatan yang tidak ada habisnya, maka cukup akhiri sampai di situ saja. Perdebatan seperti itu tidak akan ada manfaatnya dan sangat beresiko berakhir dengan menyakiti salah satu atau bahkan kedua belah pihak yang terlibat di dalamnya. Jadi jika kalian tidak suka dengan apa yang gue tulis di sini, tolong sampaikan dengan cara yang sopan dan santun ya. Jika sifatnya hanya cercaan yang dapat berujung debat kusir, gue tidak akan menanggapinya.

Lalu bagaimana pendapat gue soal Islam yang memperbolehkan poligami? Well, memperbolehkan itu berbeda dengan mewajibkan lho. Gue sebagai perempuan punya hak untuk menolak. Dan sebetulnya jika dipelajari baik-baik, tidak semua laki-laki diperbolehkan poligami dalam Islam. Coba dipelajari baik-baik dulu ayatnya sebelum terburu-buru mengikuti hawa nafsu!

Yang terakhir gue cuma ingin bilang, gue Islam bukan karena gue terlahir di keluarga muslim. Gue sudah cukup dewasa untuk memilih keyakinan gue sendiri dan gue merasa beruntung terlahir di keluarga yang menganut agama yang juga gue yakini kebenarannya. Islam is a guidance for my ways of living, until my last breath.

One thought on “Islam Ways of Living

  1. Justisia Nita says:

    Yes.. Walau lahir dari keluarga muslim, tetep aja ada momen dimana kita akhirnya bener-bener memilih agama ya, bukan sekedar harus, tapi memang dengan kesadaran sendiri. dari berbagai aspek, Islam memang keren!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s