Never Ever be Obsessed of Someone Else

Terobsesi atas suatu tujuan (cita-cita misalnya) kadang kala bisa jadi sesuatu yang mendatangkan hasil positif. TAPI, hal yang sama tidak berlaku pada obsesi kepada sesama manusia. Saat kita mulai terobsesi pada orang lain, pada saat itulah kita mengakhiri kebahagiaan kita sendiri.

Sebelum gue lanjutkan, apa sih definisi obsesi itu sendiri?

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, obsesi itu gangguan jiwa berupa pikiran yang sangat sukar dihilangkan.

Atau mengutip dari kamus Cambridge, terobsesi adalah terlau memikirkan, tertarik, atau khawatir akan sesuatu.

Berikut ini contoh kasus nyata di mana seseorang sangat terobsesi dengan orang lainnya.

  1. Terobsesi pada orang yang kita cintai. Ditandai dengan perhatian yang berlebihan (sampai pada tahap di mana objek yang diperhatikan justru merasa risih atau terganggu), cemburu berlebihan, dan rasa ketergantungan yang juga berlebihan, seolah hidup akan berakhir jika sampai kehilangan orang yang dicintai;
  2. Terobsesi pada idola, penyanyi kesukaan misalnya. Saat sudah mulai terobsesi, kehidupan pribadi sudah tidak lagi penting. Banyak buang-buang uang, buang-buang waktu, bahkan sampai nekad melakukan hal ekstrim untuk menarik perhatian idola tanpa peduli bahwa sebetulnya, idola kita itu justru tidak merasa nyaman dengan apa yang kita lakukan;
  3. Terobsesi sampai senang melakukan copy-cat. Beli tas dan baju yang sama, menginginkan pekerjaan yang sama, gaya hidup yang sama, teman-teman yang sama, bahkan hal-hal kecil seperti gaya bahasa juga ditiru sekalian. Hati-hati… lama kelamaan orang ybs pasti akan menyadarinya dan mereka tidak akan merasa nyaman dengan perbuatan kita itu. Tanyakan pada diri sendiri… kenapa harus copy-cat? Kenapa tidak cukup bahagia dengan jadi diri sendiri saja? Copy-cat juga termasuk tanda ketidakbahagiaan, jangan dibiasakan dan mulai segera cari solusinya!
  4. Senang melihat ketidakbahagiaan orang-orang tertentu. Pagi siang malam kita habiskan untuk mengamati hidup mereka baik-baik, luar dalam, mencari celah ketidakbahagiaan dalam diri mereka. Dari semua jenis obsesi, ini obsesi yang paling tidak sehat menurut gue. Kenapa? Karena obsesi yang satu ini berpotensi membuat kita menjadi orang jahat. Dengan sadar dan sengaja melakukan hal-hal yang kita tahu akan menyakiti orang ybs. Membenci orang lain tanpa ada alasan yang jelas bisa jadi efek dari rasa benci pada diri kita sendiri. Jangan dibiarkan dan segera cari pertolongan!
  5. Membenci secara membabi buta. Yang ini sedang nge-trend di Indonesia akhir-akhir ini. Saat sudah mulai membenci seseorang, pikiran kita tidak jauh-jauh dari bagaimana cara untuk menghina orang tersebut. Semua berita buruk tentang orang ybs akan langsung disebarkan meski belum tentu jelas kebenarannya. Dan biasannya, kita jadi mendadak “berteman” dengan orang-orang yang juga membenci orang yang sama meskipun sebenarnya mereka juga bukan tipe orang yang biasa kita jadikan teman.

Sebetulnya gue enggak ngerti kenapa seseorang bisa terobsesi pada orang lainnya.

Cinta bertepuk sebelah tangan? Move on saja!

Ngefans dengan penyanyi idola? Cukup nonton konsernya saja.

Meniru orang lain yang gue kenal? Oh, please. I love my life as it is!

Senang melihat orang lain tidak bahagia? Gue malah sedih saat orang yang menyakiti gue tertimpa musibah lagi dan lagi. Gue sudah doakan supaya diberi kesembuhan.

Membenci membabi buta? Gue tentu pernah sangat membenci orang lain, tapi tidak sampai membabi buta. Biasanya jika gue udah sampai benci banget, gue akan jaga jarak dulu. Gue jauhkan diri gue dari hal-hal yang bisa mengingatkan gue dengan orang-orang ini. Gue paksakan diri gue untuk tidak mengatakan atau melakukan sesuatu di saat gue sedang marah-marahnya supaya tidak memperburuk keadaan.

It’s actually simple, isn’t it? It’s the obsession that makes our life becomes a lot more complicated.

Lalu apa yang harus kita lakukan jika kita sudah terlanjur terobsesi pada orang lain? Rasanya hanya ada satu solusi: belajar tahan diri. Jika sudah sangat parah, tidak ada salahnya untuk coba cari pertolongan profesional, psikolog klinis misalnya.

Bagaimana jika kita berada dalam posisi yang sebaliknya? Apa yang harus kita lakukan saat ada orang lain yang terobsesi dengan kita?

Saat ada cowok yang kelihatan terobsesi, gue tolak baik-baik. Gue putuskan komunikasi, supaya tidak memberi mereka harapan palsu.

Saat ada orang yang senang meniru, gue betulan pernah menegur mereka baik-baik. Gue bilang terus terang bahwa gue merasa tidak nyaman. Jika gue rasa tidak worth-it untuk bicara terus terang, gue lebih memilih untuk jaga jarak saja. Gue tidak bisa berteman dengan orang yang berusaha keras menjadi seperti gue. Hubungan gue dengan tipe orang seperti ini tidak pernah berakhir baik, ujung-ujungnya ada saja drama yang membuat gue semakin merasa tidak nyaman.

Lalu saat ada orang yang senang berusaha menyakiti perasaan gue, biasanya gue tegur baik-baik dulu. Akan gue tanya, gue salah apa? Jika tidak ada perubahan, ya sudah, gue tidak perlu kenal mereka lagi. Daripada gue terus berpikiran macam-macam, lebih baik benar-benar disudahi saja. Hidup yang sudah rumit tidak perlu dibuat jadi lebih rumit!

Life is too short to be obsessed of someone else. Be kind to yourself, set yourself free from your own obsessions. Find your happy place and leave all your baggage behind. Then you will be just fine!

Will that Mr. Right be Any Different with Your Ex?

A few months ago, I told an old friend of mine that the only reason why I was still single was merely because I hadn’t found the right person just yet. Surprisingly, he told me that it was not the real reason. He said, “You’re just too lazy to make it happen.”

I often hear people say that the right person will come along. One thing that people rarely admits is that in fact, a right person doesn’t make everything any easier. At the end of the day, it will take an equal amount of efforts just to keep going with this person. The only reason why you call him as your right person is that he is the one who’s willing to fight the battles and win the war for you, and you both are determined to spend the rest of your lives together.

This one person may not be better than you ex. He will also come with flaws, a lot of it, and he’s not so much different with your ex in a way he too makes you mad, makes you cry, and makes you wonder if you’ve been doing the right things. Did you know? 90% of brides to be I know had doubts about their weddings. What I’m trying to say, the chances are… you will never find someone whom you’re 100% sure about. The only thing that makes him different with your ex is that this time, you’re willing to get rid of your doubts to start a life with him in it.

All these facts got me thinking… maybe, it’s not about finding someone who is right for me. Because maybe, it’s about me finding myself. And it’s not that the men from my past were wrong, it was just that the timing wasn’t right for both of us. Both of us hadn’t had enough lessons on how to be right for each other.

Life has taught me that nobody is perfect, and that’s the first step. I have given up trying to find someone who is exactly like what I want. I finally accept the fact that I will never get to say this on my wedding day, “He’s everything that I always want.” There’s always a “but” in my sentence when I describe him, and that’s okay.

I’ve also learned that everyone, no matter how kind he is, will eventually hurt me. He will disagree with me, we will have a couple of fights, he will break my heart and make me upset. I will never find someone who ALWAYS, from times to times, makes me completely happy. No matter who he is, it will never be an easy road between us, and that’s okay too.

And then finally, I’ve come to learn that my life, my rule, my decision. No matter who he is, people will always have something to say. I will never find someone whom everyone approves. He won’t be able to please everyone I know, and he doesn’t have to!

I write this not because I have finally found my Mr. Right. I think it’s better that I write it now so that people won’t presume that I’m talking about my spouse :p Whether it’s right or wrong, I’ll see about that. Very soon, I guess 😉

You and your future man will come along to each other, and right now, both of you are still learning how to be right for each other. Keep going and you’ll get there. I know I’ll get there, someday.