A journey to remember

Never Ever be Obsessed of Someone Else

Posted on: July 15, 2017

Terobsesi atas suatu tujuan (cita-cita misalnya) kadang kala bisa jadi sesuatu yang mendatangkan hasil positif. TAPI, hal yang sama tidak berlaku pada obsesi kepada sesama manusia. Saat kita mulai terobsesi pada orang lain, pada saat itulah kita mengakhiri kebahagiaan kita sendiri.

Sebelum gue lanjutkan, apa sih definisi obsesi itu sendiri?

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, obsesi itu gangguan jiwa berupa pikiran yang sangat sukar dihilangkan.

Atau mengutip dari kamus Cambridge, terobsesi adalah terlau memikirkan, tertarik, atau khawatir akan sesuatu.

Berikut ini contoh kasus nyata di mana seseorang sangat terobsesi dengan orang lainnya.

  1. Terobsesi pada orang yang kita cintai. Ditandai dengan perhatian yang berlebihan (sampai pada tahap di mana objek yang diperhatikan justru merasa risih atau terganggu), cemburu berlebihan, dan rasa ketergantungan yang juga berlebihan, seolah hidup akan berakhir jika sampai kehilangan orang yang dicintai;
  2. Terobsesi pada idola, penyanyi kesukaan misalnya. Saat sudah mulai terobsesi, kehidupan pribadi sudah tidak lagi penting. Banyak buang-buang uang, buang-buang waktu, bahkan sampai nekad melakukan hal ekstrim untuk menarik perhatian idola tanpa peduli bahwa sebetulnya, idola kita itu justru tidak merasa nyaman dengan apa yang kita lakukan;
  3. Terobsesi sampai senang melakukan copy-cat. Beli tas dan baju yang sama, menginginkan pekerjaan yang sama, gaya hidup yang sama, teman-teman yang sama, bahkan hal-hal kecil seperti gaya bahasa juga ditiru sekalian. Hati-hati… lama kelamaan orang ybs pasti akan menyadarinya dan mereka tidak akan merasa nyaman dengan perbuatan kita itu. Tanyakan pada diri sendiri… kenapa harus copy-cat? Kenapa tidak cukup bahagia dengan jadi diri sendiri saja? Copy-cat juga termasuk tanda ketidakbahagiaan, jangan dibiasakan dan mulai segera cari solusinya!
  4. Senang melihat ketidakbahagiaan orang-orang tertentu. Pagi siang malam kita habiskan untuk mengamati hidup mereka baik-baik, luar dalam, mencari celah ketidakbahagiaan dalam diri mereka. Dari semua jenis obsesi, ini obsesi yang paling tidak sehat menurut gue. Kenapa? Karena obsesi yang satu ini berpotensi membuat kita menjadi orang jahat. Dengan sadar dan sengaja melakukan hal-hal yang kita tahu akan menyakiti orang ybs. Membenci orang lain tanpa ada alasan yang jelas bisa jadi efek dari rasa benci pada diri kita sendiri. Jangan dibiarkan dan segera cari pertolongan!
  5. Membenci secara membabi buta. Yang ini sedang nge-trend di Indonesia akhir-akhir ini. Saat sudah mulai membenci seseorang, pikiran kita tidak jauh-jauh dari bagaimana cara untuk menghina orang tersebut. Semua berita buruk tentang orang ybs akan langsung disebarkan meski belum tentu jelas kebenarannya. Dan biasannya, kita jadi mendadak “berteman” dengan orang-orang yang juga membenci orang yang sama meskipun sebenarnya mereka juga bukan tipe orang yang biasa kita jadikan teman.

Sebetulnya gue enggak ngerti kenapa seseorang bisa terobsesi pada orang lainnya.

Cinta bertepuk sebelah tangan? Move on saja!

Ngefans dengan penyanyi idola? Cukup nonton konsernya saja.

Meniru orang lain yang gue kenal? Oh, please. I love my life as it is!

Senang melihat orang lain tidak bahagia? Gue malah sedih saat orang yang menyakiti gue tertimpa musibah lagi dan lagi. Gue sudah doakan supaya diberi kesembuhan.

Membenci membabi buta? Gue tentu pernah sangat membenci orang lain, tapi tidak sampai membabi buta. Biasanya jika gue udah sampai benci banget, gue akan jaga jarak dulu. Gue jauhkan diri gue dari hal-hal yang bisa mengingatkan gue dengan orang-orang ini. Gue paksakan diri gue untuk tidak mengatakan atau melakukan sesuatu di saat gue sedang marah-marahnya supaya tidak memperburuk keadaan.

It’s actually simple, isn’t it? It’s the obsession that makes our life becomes a lot more complicated.

Lalu apa yang harus kita lakukan jika kita sudah terlanjur terobsesi pada orang lain? Rasanya hanya ada satu solusi: belajar tahan diri. Jika sudah sangat parah, tidak ada salahnya untuk coba cari pertolongan profesional, psikolog klinis misalnya.

Bagaimana jika kita berada dalam posisi yang sebaliknya? Apa yang harus kita lakukan saat ada orang lain yang terobsesi dengan kita?

Saat ada cowok yang kelihatan terobsesi, gue tolak baik-baik. Gue putuskan komunikasi, supaya tidak memberi mereka harapan palsu.

Saat ada orang yang senang meniru, gue betulan pernah menegur mereka baik-baik. Gue bilang terus terang bahwa gue merasa tidak nyaman. Jika gue rasa tidak worth-it untuk bicara terus terang, gue lebih memilih untuk jaga jarak saja. Gue tidak bisa berteman dengan orang yang berusaha keras menjadi seperti gue. Hubungan gue dengan tipe orang seperti ini tidak pernah berakhir baik, ujung-ujungnya ada saja drama yang membuat gue semakin merasa tidak nyaman.

Lalu saat ada orang yang senang berusaha menyakiti perasaan gue, biasanya gue tegur baik-baik dulu. Akan gue tanya, gue salah apa? Jika tidak ada perubahan, ya sudah, gue tidak perlu kenal mereka lagi. Daripada gue terus berpikiran macam-macam, lebih baik benar-benar disudahi saja. Hidup yang sudah rumit tidak perlu dibuat jadi lebih rumit!

Life is too short to be obsessed of someone else. Be kind to yourself, set yourself free from your own obsessions. Find your happy place and leave all your baggage behind. Then you will be just fine!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 908,110 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

The beauty of diversity. I'm glad that I met them along my career path at Lazada. Just a little help like this could mean everything to me and The Lens Story. Many thanks! ❤️
📷: @thelenstory 👚: @adidaswomen 👕: @nike 
#friends #friendshipgoals #diversity #photography #photooftheday #canon #snapseed #thelenstory Find someone who loves you properly.
The one who never intentionally let you wait for him.
The one who never makes you have to wonder how he truly feels about you.
The one who will definitely catch you and hold you tight as you fall for him.
The one who gives you all he has to be a better man, to fix what goes wrong, to fight for you and to never let you go.
You are too old for another Mr. Wrong, reward yourself with the right one.
Love yourself enough to leave your past, you deserve better.
📷: @thelenstory
💄: @yuficarolin.mua
👗: @calla.atelier
👠: @charleskeithofficial 
#love #life #quote #photography #photooftheday #thelenstory I'm not perfect. I make mistakes. I do the things I'm not proud of. I give up, sometimes. I hurt people, mostly the ones that I actually care about. I have a lot of flaws, but at least, I'm trying hard to be a better person. I'm no saint nor angel, but I'm not a pure evil either. I'm simply a human who is trying to be the very best that I can be. I'll never stop learning, until my very last breath.
📷 @thelenstory
💄 @yuficarolin.mua
👗 @calla.atelier
👠 @charleskeithofficial
#photooftheday #beauty #photography #quote #thelenstory

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: