A journey to remember

People in South Korea

Posted on: May 12, 2013

Beberapa bulan menjelang keberangkatan ke Korsel, gue nonton video yang di-share salah satu teman Twitter gue. Isinya menampilkan reaksi penduduk Seoul saat menghadapi turis asing yang nyasar. Saat turis yang nyasar itu diperankan oleh bule berambut pirang, semua orang Korea yang ditanya menjawabnya dengan friendly. Tapi saat turisnya diperankan oleh orang Indonesia… si orang Indonesia itu selalu aja dicuekin!

Sejujurnya gue sempat worry… gimana kalo nanti gue nyasar??? Whatever it is, the show must go on, right?

Lalu benarkah isi video itu… bahwa penduduk Korsel tidak ramah terhadap turis Indonesia?

Secara singkat gue jawab, video itu TIDAK benar sama sekali!

Berikut daftar pertolongan dan keramahan yang gue terima dari Penduduk Korsel…

  1. Tidak pernah sekalipun gue dicuekin saat hendak bertanya soal jalan;
  2. Pernah ada cowok yang rela mengantar kita berjalan kaki hingga sampai di tempat tujuan;
  3. Pernah ada kakek-kakek petugas kebersihan stasiun MRT yang meskipun tidak bisa Bahasa Inggris, dia tetap berusaha keras untuk menunjukkan arah;
  4. Staf di Hongdae Guesthouse menawarkan diri membuatkan sebuah kartu yang bisa gue tunjukkan ke penjual makanan supaya gue tidak diberikan makanan yang mengandung babi;
  5. Ada pula cowok yang bersedia bantu gue ngecekin makanan beku di dalam minimarket satu per satu… hanya untuk sekedar memastikan makanan tersebut tidak mengandung unsur babi;
  6. Andy Choi, tour guide gue selama di Jeju, orangnya ramah, baik hati, dan pengertian banget. Dia juga udah banyak bantu gue cari makanan yang tidak mengandung babi;
  7. Masih soal makanan, petugas hotel di Jeju bantu kasih daftar restoran yang bisa kita kunjungi, dan menyampaikan hal itu ke supir taksi yang dia pesan khusus untuk gue dan teman-teman;
  8. Ada mahasiswi yang bantu menanyakan ke gue dalam bahasa Inggris, “Ingin makan apa?” kemudian dia menterjemahkan jawaban gue ke ibu-ibu yang berjualan makanan ringan di sana;
  9. Pramuniaga di salah satu toko di Insa-dong dengan baik hatinya membukakan payung untuk gue saat melihat gue kerepotan dengan begitu banyaknya kantong belanjaan;
  10. Ibu-ibu penjual minuman di jeju tersenyum lebar sama gue, menyentuh betis gue, kemudian mengacungkan jempol dengan wajah berseri-seri. Beginilah resiko punya kaki jenjang ala personel SNSD, hehehehe;
  11. Seorang eksmud di salah satu gedung bank membantu gue mencari mesin ATM yang bisa menerima international card. Dia juga bantu mengubah bahasa mesin menjadi English;
  12. Beberapa penduduk lokal (kebanyakan sih cowok) ngajak gue ngobrol soal negara asal, ke Korsel dalam rangka apa, dsb dsb…

Gue memang tidak sampai 2 minggu tinggal di Korsel… tapi semua itu membuat gue sangat-sangat yakin bahwa penduduk Korsel mempunyai keramahan yang luar biasa. Sama sekali tidak benar mereka mendiskriminasi turis dari Indonesia.

Kemudian soal penampilan gue yang berjilbab… ya memang sering jadi pusat perhatian sih. Suka ada aja orang-orang yang terang-terangan melihat gue dari ujung kaki sampai ujung kepala. Tapi kalo gue sih enggak ambil pusing. Gue menganggapnya sama kayak orang Indonesia ngelihat turis bule di Jakarta; suka dilihatin tapi bukan bermaksud untuk melecehkan. Ada sih, satu bapak-bapak yang setelah diterjemahkan oleh turis lain, bapak-bapak itu berkomentar bahwa gue akan lebih cantik kalo nggak pake jilbab. Tapi daripada sewot, gue dengan pedenya menjawab, “I’m beautiful just the way I am.”

Well, kalo mau positive thinking… sebetulnya itu sama aja dengan pujian kalo gue ini cantik kaaan? Hehehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 988,495 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click here to read my tweets…

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Click the pictures below to visit my Instagram...

From classmates to travelmates! Been friends since we were only 15 years old! Met them up today and we’ve made a lot of plans for our coming trips. Let’s make it happen!
I don’t know why but I couldn’t seem to get any new outfit for Lebaran this year. I went to three shopping malls but then I went home with empty hands. So here I am... wearing one old dress I bought a couple years ago. Today before Eid prayer was begun, I saw something that made me smile. I instantly knew that I’ve had something way more important than a new dress for myself. I’d be happy if I had a new dress, but I’m still perfectly happy even without any of it. God has been incredibly kind to me and Ramadhan this year couldn’t be more miraculous to me. I am full of flaws, but I’ve had way more than enough, and I couldn’t ask for more. Eid mubarak and please do forgive me for all the wrong said and done. Let’s celebrate this holly day as the new beginning for each and everyone of us. Love - Riffa.
Arfa, my very first nephew, is turning six today! Just two days ago, he told me, “Aunty, when I grow up, I want to be vey rich so that I can buy for you anything you want!” He’s lovable, isn’t he? It never ceases to amaze me to see all the new things he learned, said, and did in the past 6 years. He’s growing up so fast and I can’t be prouder of him! Happy birthday, Arfa! Wish you’ll always be a loving kid and may Allah always bless you in every step of the way. So much love - your proud Aunty ❤️

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: