A journey to remember

This Girl is On Fire!

Posted on: March 17, 2013

Sudah jadi cita-cita sejak jamannya masih kanak-kanak, gue kepingin ngerasain kuliah di luar negeri. Setelah kerja, keinginan untuk hal itu terasa semakin kuat. Gue kepingin banting setir, kepingin kerja jadi Business Consultant di Consulting Company papan atas, dan untuk itu, gue harus punya gelar MBA. Secara program MBA itu cuma ada di luar negeri dan terkenal sangat mahal, beasiswa sudah jadi satu-satunya option buat gue.

Dua tahun yang lalu, gue pernah coba apply beasiswa yang disediakan pemerintah Australia. Gue pilih MBA meskipun sebetulnya tidak ada di preferred program mereka. Lalu hasilnya? Gagal, tentu saja, secara sampe sekarang gue masih di sini-sini aja πŸ˜€ Kemudian dari hasil ngobrol-ngobrol sama beberapa blog reader yang pernah dapet MBA scholarship,Β gue disarankan coba Fullbright (program beasiswa US) dan harus kejar GMAT score setinggi-tingginya.Β 

Sejujurnya, saat tahu soal GMAT, semangat gue sempat mengendur. I’m not good at Math, at all. Itulah alasannya kenapa gue bisa jago Microsoft Excel, salah satunya demi menutupi kekurangan gue buat urusan matematika πŸ˜€ Kemudian sempat ada kenalan yang menyemangati… GMAT score masih bisa didongkrak dengan kursus. Yang penting, good English and knows the trick. Gue pun mulai nge-Google, dan ketemu satu tempat kursus GMAT yang paling populer di Jakarta: PASCAL. Gue simpan link-nya, dan berniat daftar jika ada waktu luang.

Seiring berjalannya waktu, soal ikut GMAT preparation class seolah terlupakan dengan sendirinya. Dan tau-tau aja, gue malah udah siap-siap mau ambil PPAK! Kenapa gue malah memprioritaskan PPAK meskipun dalam hati kecil, gue kepingin banting setir dan meninggalkan dunia akuntansi?

Well, accounting is my comfort zone. There’s no doubt, I am good at it. Gue pernah coba karier jadi accounting software consultant, auditor, lalu sekarang, company accountant, dan semuanya selalu berjalan mulus. Dan gue khawatir… keberhasilan yang sama tidak akan gue dapatkan kalo gue banting setir. Makanya, gue pikir PPAK bakal lebih sesuai buat gue daripada GMATΒ program

Alasan lainnya, bekerja jadi business consultant sama saja gue kembali kepada kehidupan karier tanpa jeda. Crazy overtime and working from client to client… Gue masih ingat gimana beratnya hidup dengan jam tidur kurang dari 6 jam setiap harinya. Bangun tidur susahnya setengah mati, jadi dapet penyakit yang nggak pernah gue derita sebelumnya, nggak punya cukup waktu buat mikirin penampilan… Do I really want to go back to that kind of life? Belum lagi kenyataan bahwa banting setir = kembali memulai dari 0. Padahal di bidang akuntansi, gue udah sampe level managerial dan insyaallah, gue punya peluang di masa depan untuk sampai di level direksi. Jadi kenapa gue harus banting setir?

Kemudian beberapa waktu belakangan ini, ada serangkaian kejadian yang kembali mengingatkan gue sama impian yang sempat terlupakan itu. Karena suatu company event, gue jadi berkenalan dengan beberapa orang yang punya cool job. They all have the job that I’ve always wanted. Gue terpana banget dengan hanya sekedar ngelihat name cards mereka, dengan sekedar ngelihat betapa kerennya gerak-gerik serta betapa pintarnya mereka… Gue sampe bertanya-tanya sama diri gue sendiri, “Why am I still here?”

Di saat yang sama, gara-gara kesibukan kerja, gue jadi telat daftar kuliah PPAK gelombang bulan April. Kelas yang gue inginkan udah keburu penuh! Kalau mau, gue harus ambil kelas yang lokasinya jauh banget dari kantor, atau, ikut di lokasi yang diinginkan tapi itupun nanti, baru mulai bulan Agustus! Gila gue pikir… November sampai dengan bulan Mei tahun berikutnya itu busy season-nya accounting. Mana sanggup gue kuliah sambil kerja gila-gilaan dalam waktu yang bersamaan?

Puncaknya malam ini, dosen gue di Binus bikin kultwit tentang beasiswa S2 di luar negeri. Baca serangkaian tweet Ibu dosen bikin gue kembali on fire. Gue emang payah di Matematika, tapi Business Math gue di Binus berhasil dapet A dengan belajar dan latihan 2 kali lebih keras. Kemudian soal jam kerja, lho buktinya, gue kerja jadi Company Accountant juga pun, 4 bulan belakangan ini gue lembur gila-gilaan danΒ so far gue masih survive aja tuh. Jadi apa salahnya sih, gue coba lagi… coba sekali lagi? Lagipula bukankah… hal ini masih jadi bagian 30 things to do before 30-nya gue?

Memang benar, ikut kelas persiapan belum tentu berhasil dongkrak GMAT score gue. GMAT score sudah menjulang pun, enggak jaminan gue pasti dapet beasiswanya. Dengan beasiswa di tanganpun, enggak jaminan gue bisa diterima kerja di perusahaan impian. Dan yang paling buruk, mendapatkan pekerjaan impian pun bukan berarti gue akan benar-benar bisa menikmatinya. Tapiii, itu semua kan masih dalam bentuk kemungkinan. Mungkin, gue akan gagal, tapi… mungkin, gue juga bisa berhasil.

Gagal atau berhasil, yang penting gue coba dulu. Gue nggak mau terus-terusan menjadi orang yang hanya bisa menatapi betapa kerennya kartu nama orang lain. I have to give it a good fight, my best fight, before I give it up. Kalau ternyata kapasitas otak gue memang enggak akan pernah sampe untuk GMAT yang pantas masuk ke kelas MBA di universitas papan atas, ya sudah, yang penting gue tahu bahwa gue sudah mencoba.

So now… stop talking and tomorrow, first thing in the morning, I will call PASCAL right away to register my name in May 2013 class. Wish me luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 908,110 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

The beauty of diversity. I'm glad that I met them along my career path at Lazada. Just a little help like this could mean everything to me and The Lens Story. Many thanks! ❀️
πŸ“·: @thelenstory πŸ‘š: @adidaswomen πŸ‘•: @nike 
#friends #friendshipgoals #diversity #photography #photooftheday #canon #snapseed #thelenstory Find someone who loves you properly.
The one who never intentionally let you wait for him.
The one who never makes you have to wonder how he truly feels about you.
The one who will definitely catch you and hold you tight as you fall for him.
The one who gives you all he has to be a better man, to fix what goes wrong, to fight for you and to never let you go.
You are too old for another Mr. Wrong, reward yourself with the right one.
Love yourself enough to leave your past, you deserve better.
πŸ“·: @thelenstory
πŸ’„: @yuficarolin.mua
πŸ‘—: @calla.atelier
πŸ‘ : @charleskeithofficial 
#love #life #quote #photography #photooftheday #thelenstory I'm not perfect. I make mistakes. I do the things I'm not proud of. I give up, sometimes. I hurt people, mostly the ones that I actually care about. I have a lot of flaws, but at least, I'm trying hard to be a better person. I'm no saint nor angel, but I'm not a pure evil either. I'm simply a human who is trying to be the very best that I can be. I'll never stop learning, until my very last breath.
πŸ“· @thelenstory
πŸ’„ @yuficarolin.mua
πŸ‘— @calla.atelier
πŸ‘  @charleskeithofficial
#photooftheday #beauty #photography #quote #thelenstory

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: