A journey to remember

And Now I Know How It Feels…

Posted on: March 17, 2013

GIVING ADVICES RULE

Dulu

Gue suka bingung tiap kali baca majalah yang bilang bahwa sebaiknya, kita tidak memberikan advice jika tidak diminta. Bisa jadi, teman ybs hanya ingin didengarkan. Gue pikir, apa salahnya memberikan saran? I’m well known as a great advisor, and what’s wrong with that?

Sekarang

Sekarang gue tau betapa enggak enaknya dinasehati panjang lebar di saat sebenarnya, gue hanya sedang ingin menumpahkan uneg-uneg. Apalagi kalau nasehatnya terkesan menyalahkan gue… Bukannya gue enggak mau terima input, tapi ‘digurui’ saat hati sedang panas yang ada malah bikin hati tambah panas! Niatnya curhat supaya hati lega, yang ada malah tambah kesal…

Sudah sejak beberapa bulan belakangan ini, gue menahan diri untuk tidak asal kasih nasehat. Gue harus cari timing yang pas, kata-kata yang tepat, bahkan, intonasi dan raut wajah yang pas saat mengatakannya. Kemudian untuk posisi sebaliknya, gue juga mulai pilih-pilih tempat curhat. Gue akan lebih memilih curhat dengan teman yang bisa bikin gue ngerasa nyaman, bukan malah bikin gue tambah uring-uringan…

 

STOP COMPLAINING

Dulu

Setiap kali ada teman yang menegur agar jangan suka mengeluh, gue berpikir dalam hati… apa salahnya? Gue kan, hanya ingin mengungkapkan isi hati, supaya lega. Toh yang penting, meskipun gue mengungkapkan keluhan, segala hal yang harus gue kerjakan ya akan tetap gue kerjakan. Makanya dulu itu gue sering bilang sama teman-teman gue, “Aduh kalian ini… kalo misalkan gue curhat, bukan berarti gue lagi ngeluh.”

Sekarang

Sejak mulai menduduki posisi manajerial di kantor, gue jadi merasakan betapa tidak enaknya berhadapan dengan bawahan yang suka mengeluh. Malah terkadang, hal-hal kecilpun, mereka keluhkan dengan cara yang dibesar-besarkan. Belakangan ini, gue jadi berkaca dengan diri gue sendiri… Gue sendiri pun, masih aja jadi bawahan yang suka mengeluh. Kalau dipikir-pikir… kasihan si bos punya bawahan kayak gue.

Makanya, mulai hari ini gue bertekad, gue akan batasi status BBM, Facebook, dan Twitter yang isinya berbau keluhan. Gue juga akan berusaha mengurangi celotehan gue yang nggak penting-penting banget itu. Untuk urusan curhat, gue cuma akan curhat satu kali untuk satu topik dan hanya kepada satu orang tertentu aja. Kasihan juga teman-teman gue kalo keseringan dengerin curhatan gue yang itu-itu aja, hehehehe.

 

KEBIASAAN NGAMBEK

Dulu

Waktu SMA, ada temen cowok gue yang bilang gini, “Gue paling kesel kalo cewek udah mulai ngambek… Bikin bingung!”

Pikir gue saat itu… namanya juga orang lagi marah. Ya manusiawi lah kalo muka jadi cemberut, jadi males ngomong, atau kalopun ngomong jadi ketus dikit… Gue malah serem sama orang yang tetep tersenyum manis meskipun di hatinya sedang tersimpan dendam kesumat sama orang ybs… Kesannya palsu dan muna banget nggak sih?

Sekarang

Sekarang gue memahami apa yang dimaksud dengan ngambek yang menyebalkan. Muka cemberut, bersungut-sungut, tapi tidak mau mengutarakan letak permasalahannya. Diajak bicara terbuka pun, reaksinya malah menyebalkan. Kalo udah ngambek, maunya dibaik-baikin, segala sesuatu harus diturutin, dan… orang ybs harus bisa baca pikiran kita tanpa perlu kita ucapkan secara verbal. Atau tren terbaru, ngomong langsung sih enggak, tapi sengaja bikin status di social media buat nyindir-nyindir pihak ybs. Gimana masalah mau selesai jika kita bereaksi childish seperti itu?

Sampai sekarang gue masih berusaha keras untuk menghilangkan kebiasaan ngambek. Gue udah nggak pernah lagi sih, sengaja nyuekin orang yang lagi ngomong sama gue, atau sengaja bertingkah menyebalkan, hanya supaya dia berasa gue lagi kesel sama dia… Tapi tetep aja, ekspresi muka gue di saat sedang marah itu yang susah banget buat dipoles. Kalo kata bos gue, “Kamu ini kalo lagi stres mukanya jelek, suka cemberut. Jangan suka cemberut.”

Tapi sudahlah. Mengubah kebiasaan jelek kan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Yang penting kan, muka boleh cemberut, tapi sikap gue tetap koperatif, dan kerjaan pun tetap gue selesaikan dengan ikhlas. Kalo nanti gue udah pinter nahan emosi buat enggak sembarangan ngoceh di saat marah, baru deh, gue urusin ekspresi masalah ekspresi muka gue itu…

Advertisements

4 Responses to "And Now I Know How It Feels…"

Terkirim dari Samsung Mobile

peh…utk bbrp point ini, gw jg termasuk ngalamin peh….seiring berjalan usia, kita memang semakin dewasa peh….terbukti sama gw jg…tp ttg kebiasaan nagmbek, gw jg msh belajar hahahha…

Haha, iya yaah… that’s what we call growing up 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 908,110 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

The beauty of diversity. I'm glad that I met them along my career path at Lazada. Just a little help like this could mean everything to me and The Lens Story. Many thanks! ❤️
📷: @thelenstory 👚: @adidaswomen 👕: @nike 
#friends #friendshipgoals #diversity #photography #photooftheday #canon #snapseed #thelenstory Find someone who loves you properly.
The one who never intentionally let you wait for him.
The one who never makes you have to wonder how he truly feels about you.
The one who will definitely catch you and hold you tight as you fall for him.
The one who gives you all he has to be a better man, to fix what goes wrong, to fight for you and to never let you go.
You are too old for another Mr. Wrong, reward yourself with the right one.
Love yourself enough to leave your past, you deserve better.
📷: @thelenstory
💄: @yuficarolin.mua
👗: @calla.atelier
👠: @charleskeithofficial 
#love #life #quote #photography #photooftheday #thelenstory I'm not perfect. I make mistakes. I do the things I'm not proud of. I give up, sometimes. I hurt people, mostly the ones that I actually care about. I have a lot of flaws, but at least, I'm trying hard to be a better person. I'm no saint nor angel, but I'm not a pure evil either. I'm simply a human who is trying to be the very best that I can be. I'll never stop learning, until my very last breath.
📷 @thelenstory
💄 @yuficarolin.mua
👗 @calla.atelier
👠 @charleskeithofficial
#photooftheday #beauty #photography #quote #thelenstory

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: