MOS SMA, 7 Tahun Yang Lalu…

Hari ini, Ilham, adik sepupu gue, lagi sibuk bikin name tag buat kegiatan MOS besok pagi. Jadi ceritanya, adik sepupu gue ini baru saja masuk SMA. Dan… aktivitasnya menggunting dan menempelkan karton itu mengingatkan gue sama masa SMA gue sendiri.

Tujuh tahun yang lalu, gue juga pastinya pernah mengikuti kegiatan MOS. Waktu itu, gue dan Cicing, teman pertama gue di SMA 5, sibuk nyiapin berbagai keperluan mulai dari pita merah putih, karton, tali rapia, spidol dan lain sebagainya.

Selain atribut MOS yang identik dengan culun dan aneh itu, ada dua hal yang tidak pernah gue lupakan dari acara MOS SMA: surat cinta untuk salah satu kakak kelas, dan pertemuan pertama gue dengan cowok yang kemudian bolak-balik gue taksir selama tiga tahun di SMA.

Yang pertama, kita bahas dulu soal surat cinta. Please let me hide his name, gue juga kan enggak mau dituduh melakukan pencemaran nama baik;) Gue inget banget di surat cinta yang wajib dibuat oleh semua anak baru itu, gue menulis…

“Saya suka sama kakak soalnya penampilan kakak itu unik. Terutama… sepatu kakak yang mengkilap itu. Saya baru tahu ada orang yang pakai sepatu pantofel ke sekolah. Maksud saya… udah kayak bapak saya kalo mau pergi ke kantor setiap hari.”

Menurut gue saat itu, surat itu lucu dan pasti lain dari yang lain. Baru di kemudian hari gue mengetahui bahwa… sepatu pantofel dipakai ke sekolah itu sesuatu yang sangat wajar. Bahkan, sepatu pantofel jadi atribut wajib buat anggota Pramuka dan Paskibra… Yeah, begitulah dodolnya seorang anak baru SMA yang selama 3 tahun di SMP diwajibkan memakai sepatu warrior berwarna hitam-putih. Tahu kan, sepatu warrior… yang sekarang sering disebut-sebut sepatu Converse itu?

Lupakan soal si kakak kelas bersepatu pantofel, karena setelah itu benar-benar tidak ada kelanjutan apa-apa. Yang ada malah teman baiknya si Sepatu Pantofel yang entah kenapa suka ngelihatin dan sesekali bermanis-manis sama gue, adik kelasnya. Entah gimana asal mulanya, Intan – salah satu teman gue yang paling gila di SMA, menjuluki temannya Sepatu Pantofel itu dengan sebutan si Kelapa Sawit.

Yang masih gue ingat dari Kelapa Sawit adalah pertanyaan dia waktu gue ikut LDKS di Asrama Haji Pondok Gede. Waktu itu gue baru selesai antri mengambil makan siang. Di ujung meja prasmanan, si Kelapa Sawit melempar senyum sama gue, terus bertanya, “Riffa kok makannya sedikit banget? Nanti pingsan lho…”

Waktu itu gue cuma senyum-senyum tanpa menjawab apa-apa, lalu malam harinya, enggak ada angin nggak ada hujan, si Kelapa Sawit sok-sok galak sama gue pas acara jurit malam sedang berlangsung. Waktu dia lagi ngomel, gue membayangkan sebuah pohon kelapa (yang bentuknya mirip dengan pohon kelapa yang biasa gue lihat di pinggir pantai) sedang ngomel-ngomel sambil bertolak pinggang. Waktu itu gue pikir, mungkin Intan kasih dia nama Kelapa Sawit karena tubuhnya yang jangkung dan kurus itu.

Tujuh tahun kemudian alias beberapa bulan yang lalu, saat sedang dalam perjalanan menuju pedalaman Riau, barulah untuk pertama kalinya gue melihat bentuk pohon kelapa sawit itu seperti apa… pohonnya kuntet dengan daun yang menjulur sampai ke tanah. Oh oh… berarti tidak seharusnya gue menjuluki cowok itu dengan sebutan Kelapa Sawit, iya kan?

Well, balik lagi ke topik MOS SMA. Hal ke dua yang tidak akan pernah gue lupakan dari MOS SMA adalah pertemuan pertama gue dengan cowok yang di kemudian hari gue beri julukan si Bolong – lagi-lagi, nama si Bolong ini hasil pemberian Intan dan gue juga enggak pernah tanya kenapa gue dan teman-teman se-gank terus menjulukinya si Bolong, sampai sekarang.

Awalnya, gue benar-benar enggak tahu ada si Bolong di dalam gugus gue. Well, gugus itu semacam kelas sementara selama MOS berlangsung. Gue masih ingat, waktu itu gue dan Bolong tergabung di Gugus 6. Jadi siang itu, sedang dilakukan pemilihan Ketua Gugus 6, dan Bolong adalah salah satu calon yang diajukan oleh teman-teman SMP-nya. Lalu, dengan malu-malu, si Bolong berjalan pelan ke depan kelas. Saat itulah, dari meja gue yang terletak di pojok kanan paling depan, gue pertama kali melihat dan mengenal Bolong.

Waktu itu, saat melihat wajahnya yang masih bersih dan bersinar cerah, dengan polosnya gue berpikir begini di dalam hati, “He is gonna be someone for me, during this high school.”

Dan memang benar, nama Bolong selalu datang dan pergi di diary SMA gue selama tiga tahun lamanya. Beberapa kali gue sempat naksir bahkan cukup dekat dengan cowok lain, tapi tetap saja, selalu ada Bolong di hati gue, sampai akhirnya kelulusan memisahkan gue dan dia.

Jangan juga kamu menanyakan kelanjutan cerita gue dengan si Bolong setelah lulus SMA. Setelah lulus, tidak disangka-sangka akan sangat mudah melupakan dia. Gue mulai asyik sama cowok-cowok Chinese yang gue anggap imut di kampus, yang tentu saja, perbedaan mencolok antara gue dan cowok-cowok imut itu bikin rasa suka gue sama mereka juga tidak pernah terwujud menjadi kenyataan.

Entah kenapa, teman-teman SMA gue enggak pernah ada yang percaya kalo gue bilang gue udah lupa sama si Bolong. Salah gue juga yang terlalu hobi curhat sehingga jangan-jangan, hampir semua orang yang pernah sekelas sama gue juga tahu kalo gue pernah naksir berat sama si Bolong. Tapi bener deh, setelah lulus, segalanya menjadi benar-benar mudah. Malah, gue lupa apa alasannya, gue pernah nulis begini sama si Bolong via SMS beberapa bulan setelah kelulusan, “Tolong ya, elo jadi cowok jangan suka kegeeran!” Selain itu, sejak beberapa tahun yang lalu, gue tidak lagi tertarik dengan ide reuni SMA hanya gara-gara Bolong pernah bilang begini sama gue, “Udahlah Fa, reuninya nanti aja lagi, kalo kita udah pada kangen.”

Hah, emangnya dia pikir gue bikin reuni karena kangen sama dia gitu? Jadi ya sudah, gue enggak perlu lagi repot-repot mengabulkan permintaan reuni dari teman-teman sekelas. Gue toh sekali-dua kali dalam setahun masih suka ketemuan sama teman-teman dekat gue di SMA dulu.

Bagi gue, si Sepatu Pantofel, Kelapa Sawit, Bolong, serta cowok-cowok lainnya itu hanya bagian dari masa lalu yang menyenangkan. Menceritakan mereka di dalam blog, menanyakan kabar mereka sekarang, tidak sama dengan masih suka atau cinta lama bersemi kembali. Malah percaya deh, ketika kamu sudah bisa menulis dan menertawakannya, berarti kamu benar-benar sudah melupakan orang ybs. Dan bagi gue, menertawakan masa lalu adalah hal sangat menyenangkan untuk dilakukan.

So… let us look back and smile! Cheers!

Where Rainbows End

Gue baru aja selesai baca novel yang berjudul Where Rainbows End. Novel ini bercerita tentang Alex dan Rosie, dua orang yang sudah bersahabat sejak umur 5 tahun, tetapi baru menyatu sebagai sepasang kekasih saat sudah berusia 50 tahun! Setelah sekian banyak rintangan, cobaan, dan gangguan, akhirnya mereka bisa leluasa mengutarakan cinta…

Seperti biasa, gue penggemar berat kisah cinta platonik alias kisah cinta antar sahabat, dan Where Rainbows End baru aja bergabung dalam daftar novel favorit gue.

Kenapa novel ini diberi judul Where Raibows End? Karena ada satu adegan yang menyebutkan, si Rosie ini ibarat seseorang yang tidak pernah letih mencari tempat di mana pelangi akan berakhir. Lalu meski tidak disebutkan di akhir cerita, gue ingin menyimpulkan bahwa pelangi itu dimulai dari hati kita lalu berakhir di dalam hati orang yang kita cintai.

Novel ini seperti hendak menyampaikan bahwa kita tidak selalu mendapatkan apa saja yang kita inginkan dalam hidup ini. Seringkali, kita harus terlebih dahulu melewati begitu banyak jalan berliku nan terjal sebelum sampai di tempat tujuan. Sama seperti Rosie dan Alex yang harus menunggu 45 tahun untuk mengabadikan cinta mereka berdua…

Meski begitu, jujur gue pribadi tidak menginginkan hal seperti itu terjadi dalam hidup gue nanti. Nunggu orang yang gue cintai selama 45 tahun? Yang bener aja! Masa’ gue dan dia baru bersatu saat sudah mulai berkeriput, sudah mulai sakit-sakitan, dan sudah tidak lagi memiliki jiwa muda yang menggelora?

I want to spend a lot of time with someone whom I love. I want to have two or three children and watch them growing up together with my beloved one. I want to have him in every important moment of my life. So why should I wait for 45 years if I already found the person when I was young?

Intinya, gue cuma mau bilang, kebahagiaan dalam hal mencintai dan dicintai itu seringkali harus dicari. Kalo kata film Prime: love is work. Lalu kalo kata film My Best Friend’s Wedding: if you love somebody, say it, or the moment will pass you by.

Cinta memang jatuh dari atas langit; dia datang sendiri tanpa pernah kita minta kehadirannya di dalam hati. Akan tetapi, memperoleh kebahagiaan bersama orang yang kita cintai tidak turun begitu saja dari atas langit! Butuh perjuangan, pengorbanan, bahkan luka dan air mata untuk membuat cinta itu menjadi abadi.

Well, sebut gue sok tahu, karena gue terus aja berteori kayak gini meskipun gue sendiri belum menemukan seseorang yang gue cari, hehe… Tapi, kalo nanti gue udah ketemu sama orangnya, I will have my rainbow ends inside his heart (tanpa perlu menunggu jadi nenek-nenek terlebih dahulu, hehe…).

Happy hunting for your rainbow!

 

Hingga Nanti Kamu Kembali

 

Tahukah kamu…

Satu menit, satu jam, satu hari…

Tidak akan pernah cukup untuk memberikanmu satu jawaban

 

Namun biarkanlah aku meminta…

Jangan pernah membenciku

Percayalah pada kebesaran hatiku,

Percayalah pada ketulusan kasih sayangku

 

Aku tidak ingin menjadi dilema,

Tidak ingin menjadi beban,

Tidak ingin menjadi bayang-bayang…

Hanya itu yang bisa aku jelaskan

 

Tapi aku tidak akan pernah sepenuhnya pergi

Sama seperti kamu,

Akan tetap kubagi bahagiaku bersamamu

Sama seperti kamu,

Aku tetap ada untuk curahan hatimu

 

Aku hanya tidak bisa selalu bersamamu

Aku ingin kamu kembali hidup tanpa sentuhan kehadiranku

Aku ingin kamu pertahankan cinta,

Ingin kamu mencoba untuk setia

 

Namun bila nanti…

Tak ada lagi orang yang percaya kepadamu,

Tak ada lagi cinta tulus dalam hidupmu,

Kembalilah kepadaku

Hingga nanti kamu mengerti…

Hanya aku tempat kamu melabuhkan hati

It Was Just a Totally Past

 

Dulu, gue pernah tergila-gila sama seorang cowok yang gue kenal dari kelas 1 SMA. Gue sama temen-temen se-gank punya nama sandi ‘si Bolong’ untuk menyebut dia yang tidak boleh disebut namanya itu. Nah, saking naksirnya gue sama si Bolong ini, gue banyaaaak… banget ngelakuin hal bodoh yang suka bikin malu kalo gue inget sekarang-sekarang ini. Dulu tuh gue nggak pernah bisa berhenti ngoceh tentang dia, selalu update segala hal terbaru tentang dia, dan kayaknya seisi kelas juga tahu kalo gue itu suka sama cowok ini…

 

Padahal sih selama tiga tahun SMA gue sempet naksir dan deket sama cowok-cowok lain selain dia. Tapi intinya, selalu ada dia sampai kelulusan memisahkan kita berdua.

 

Tapi herannya ya, biar kata udah pisah kampus juga masih adaaaa aja orang yang ngira gue masih suka sama si Bolong. Padahal jelas-jelas gue udah bilang sama mereka kalo di kampus gue udah punya gebetan baru. Mungkin karena dulu gue keliatan segitu tergila-gilanya makanya mereka enggak percaya bahwa gue emang beneran udah lupa sama si Bolong.

 

Sampai beberapa hari yang lalu, Radhianty; salah satu sahabat dari bangku SMA ngomong gini sama gue waktu kita lagi nunggu pesenan ayam bakar Mas Mono.

 

“Gue inget tuh dulu elo selalu heboh banget kalo ada berita baru tentang si Bolong.”

 

Gue ngangkat alis, sok-sok bingung. “Oh ya?”

 

“Iya… contohnya waktu gue bilang gue pernah main ke rumah Bolong elo langsung heboh banget gitu!”

 

Kali ini gue beneran bingung. “Emang iya ya, elo pernah main ke rumahnya si Bolong? Emangnya ngepain elo main ke rumah dia? Elo kan nggak pernah sekelas sama dia?”

 

Radhianty malah ketawa. “Iyaaa… gue sama temen-temen sekelas gue kan pernah numpang latihan drama di rumahnya dia! Masa’ elo nggak inget sih?”

 

Gue coba inget-inget lagi. Gue minta si Radhiator untuk me-rewind ceritanya. Lalu samar-samar, kayaknya gue emang agak familiar sama ceritanya dia itu.

 

“Wah… bagus lah, Ler (Radhianty suka manggiil gue ‘Uler’), berarti elo udah beneran lupa sama si Bolong.”

 

Huahaha… ya iyalah gue udah lupa! Malah setelah dipikir-pikir lagi, yang dulu gue rasain ke dia itu tuh sama sekali bukan cinta. Mungkin lebih tepat kalo disebut sebagai Obsesi-Masa-SMA hehe. Jadi dengan ini, kepada seluruh teman-teman gue dan teman-temannya Bolong, tolong berhenti ber-cie-cie-ria. He’s soooo yesterday and I’m totatlly over it, okay? Case closed.

My Best Friend’s Wedding

Satu minggu yang lalu, entah untuk yang ke berapa kalinya, gue nonton film My Best Friend’s Wedding yang dibintangi Julia Robert. Film ini bercerita tentang seorang cewek yang ditinggal married sama sahabat cowok yang diam-diam dicintainya. Meski nggak ada statement secara eksplisit, tapi gue yakin kalo cowok ini juga pernah dan masih menyimpan perasaan khusus sama sahabat ceweknya itu. Malah, satu hari sebelum pernikahannya dengan perempuan lain, si cowok bilang begini sama sahabatnya itu, “You are the woman of my life.”

Enggak tau kenapa, gue selalu menyimpan minat khusus terhadap film tentang persahabatan antara cewek dan cowok. Mulai dari Kuch-Kuch Hota Hei, My Best Friend’s Wedding sampai yang paling baru Maid of Honor. Kenapa begitu? Mungkin karena gue termasuk orang yang gampang bertemen deket sama cowok kali ya… Lalu gimana akhir hubungan gue sama temen-temen cowok itu?

  1. Dia ngejauhin gue karena ngerasa bertepuk sebelah tangan;
  2. Dia ngejauhin gue karena dia tau gue cuma bertepuk sebelah tangan;
  3. Gue ngejauhin dia karena ngerasa bertepuk sebelah tangan; atau
  4. Gue ngejauhin dia karena tau dia cuma bertepuk sebelah tangan.

See? Nggak pernah ada yang happy ending dalam friendship gue dengan para kaum cowok…

Untuk alasan nomor 3 dan 4, gue punya argumentasi tersendiri. Untuk yang nomor 3, rasanya wajar kalo gue lebih milih menghindar dari orang yang bikin gue bertepuk sebelah tangan. Gue pengen bisa move on, dan pastinya hal itu akan sulit dilakukan kalo gue masih aja denger suara dia atau ngeliat muka dia setiap harinya. Untuk alasan yang nomor 4, gue cuma nggak mau ngasih harapan palsu sama temen cowok gue itu. Gue ini tipikal cewek yang sejak pertama kenal seorang cowok, gue bakalan langsung tahu apakah dia termasuk cowok yang mungkin atau enggak akan mungkin gue sukai. Jadi daripada dia buang-buang waktu, mendingan gue menghindar dari dia kan?

Herannya, biar udah sering terjadi berulang-ulang, gue masih aja enggak kapok temenan deket sama cowok-cowok. Bagi gue, berteman sama mereka itu semacam variasi hidup. Selalu ada kebahagiaan tersendiri saat menghabiskan waktu dengan sahabat cowok. Hanya saja sayangnya, saat pertemanan itu udah bawa-bawa urusan hati, pilihannya cuma dua: take it OR leave it.

Jadi boleh dibilang, gue nggak percaya bahwa cewek dan cowok bisa bersahabat tanpa melibatkan perasaan sama sekali. Jangan lupa bahwa kebersamaan dan rasa nyaman bisa menimbulkan rasa cinta. Jadi daripada terombang-ambing antara cinta atau persahabatan, lebih baik cepat diputuskan saja; mau dibawa ke mana hubungan pertemanan itu? Karena kalau tidak begitu, jangan aja nasib kita jadi kayak Julia Roberts yang memohon-mohon sama sang sahabat untuk membatalkan pernikahannya… Atau sebaliknya, bukan mustahil di masa yang akan datang gue membatalkan pernikahan gue dan merelakan uang puluhan juta rupiah melayang begitu saja hanya gara-gara sang best friend yang datang untuk mengagalkan pernikahan itu… (sama kayak cerita film Maid of Honor itu lho…).

Memang benar bahwa mengubah status dari sahabat menjadi pacar akan memorakporandakan segalanya begitu hubungan asmara itu putus di tengah jalan. Tapi menurut gue, yang namanya cewek dan cowok itu emang nggak akan bisa bersahabat erat untuk selama-lamanya. Karena saat kita sudah berumah tangga nanti, kita pasti dituntut untuk membatasi interaksi dengan lawan jenis selain suami dan keluarga kita kan? Jadi kalau toh ujung-ujungnya bakalan sama, apa salahnya untuk dicoba berpacaran dengan sahabat sendiri?

Tapi pasti akan lain ceritanya kalau cinta dalam persahabatan itu adalah cinta yang tidak terbalas. Ada beberapa situasi yang membuat hubungan percintaan menjadi sulit untuk diwujudkan. Misalnya, salah satu pihak ada yang sudah berpasangan dengan orang lain. Kalau sudah begitu, menurut pengalaman gue, sebaiknya kita pergi meninggalkan sahabat kita itu.

Apabila kasusnya kita bersahabat dengan pacar orang lain, saran gue jangan sampai keberadaan kita menjadi duri dalam daging bagi hubungan sahabat dengan pasangannya. Selain itu menurut gue, mempertahankan hubungan seperti ini hanya akan buang-buang waktu. Ok sekarang mereka statusnya masih pacaran sehingga kita bisa menyimpan harapan suatu hari mereka bisa saja putus. Tapi gimana kalo hubungan mereka lanjut terus sampai jenjang pernikahan? Masa’ iya kita masih mau ngarep suatu saat mereka akan bercerai? Lagipula akan sulit buat kita mencari gebetan baru apabila kita masih menyimpan rasa suka sama seseorang yang masih berada sangat dekat dari jangkauan kita. Nah, kalau sudah begitu, ujung-ujungnya kita yang rugi terus menjomblo sementara dia udah berbahagia dengan pasangannya sendiri.

Atau gimana kalo sebaliknya; justru kita berada dalam posisi yang sudah punya status in a relationship? Ini juga sama saja… Kasihan sahabat kita kalau terus menerus menyaksikan kebahagiaan kita sama orang lain. Kalau kita memang tidak berniat menjadikan dia pasangan sedangkan kita tahu betul seberapa besarnya cinta dia sama kita, maka lebih baik relakan dia pergi jauh dari hidup kita. Jangan egois dengan tetap ingin memilikinya sebagai teman curhat. Dia berhak hidup bahagia dengan orang yang mencintai dia lebih dari sekedar teman biasa. Jangan juga nekat berteman terlalu intim dengan lawan jenis saat kita sudah berpasangan dengan orang lain. Jangan sampe sahabat yang kita sayangi itu justru dihina-dina sebagai tukang rebut pacar orang lain.

Gue ngerti banget gimana enggak enaknya harus ninggalin sahabat yang udah deket banget sama kita. Mungkin reaksi seperti itu kesannya lebay, terlalu didramatisir dsb, tapi percaya deh, mengorbankan hati dengan melihat si sahabat berbahagia dengan orang lain itu jauh lebih menyakitkan daripada berusaha melupakan dan melepas dia pergi.  Jadi nggak usah takut mengakhiri persahabatan yang sudah ternoda oleh cinta yang bertepuk sebelah tangan. Lagipula gue percaya bahwa pada prinsipnya, bila memang jodoh pasti ujung-ujungnya akan kembali kepada kita lagi. Lalu sampai saat itu tiba, cobalah nikmati hidup kita tanpa dia, hingga nanti kita menemukan jawaban apakah dia yang akan menggandeng tangan kita untuk menjalani hidup ini bersama-sama…

Top 14: The Most Romatic Moments Ever

  1. Waktu SMP ada cowok yang ngotot banget ngejar-ngejar gue. Saking bosennya ngeladenin dia, gue titip pesen sama orang rumah buat bilang gue nggak ada kalo si cowok itu yang telepon gue. Lalu suatu sore, ada cewek nyari gue via telepon, ngakunya sih temen sekolah gue. Tapi pas gue angkat… ternyata itu telepon dari si cowok lagi! Sambil cengengesan dia bilang sengaja minta tolong tetangganya buat bantu nelepon gue…
  2. Nomor 2-5 tentang satu cowok yang sama, yang sekelas sama gue di kelas 3 SMP. Awalnya cowok ini cuma suka nulis-nulis tentang gue setiap pagi di papan tulis atau di atas meja gue pake kapur putih. Sampe puncaknya, suatu siang waktu kita lagi ulangan Fisika, dia yang duduk di meja sebelah gue, manggil gue dengan suara pelan. Pas gue nengok ke arah dia, dengan tenang dia berbisik, “I love you.”
  3. Pernah tiba-tiba, cowok ini bilang begini ke gue, “Fa, gue horny deh kalo lagi deket sama elo.” Gue yang waktu itu masih bodoh dan nggak tau apa-apa, dengan polosnya nanya ke hampir SEMUA temen-temen gue horny itu artinya apa! Biar bikin malu, kalo diinget lagi kok jatuhnya jadi terasa romantis ya, hehe…
  4. Cowok ini terkenal pinter tapi pelit buat urusan contekan. Nah, waktu SMP tuh gue stupid banget buat urusan Mtk. Pagi itu gue belum ngerjain PR Mtk dan nggak kebagian ruang buat nyontek sama temen gue yang pinter-pinter (you know lah, meja si pinter yang dermawan selalu dikerubungin orang-orang malas setiap paginya, hehe). Saat gue lagi bingung harus gimana, si cowok ini malah menyodorkan buku bersampulnya sambil bilang, ”Salin nih, cepetan, nanti keburu belnya bunyi.” 
  5. Gue dan si cowok berencana ambil SMA di dua kota yang berbeda (gue tetep di Bekasi, dia pindah rayon ke Jakarta). Sekedar informasi, ngurus pindah rayon di jaman itu terkenal susah dan repot banget. Lalu menjelang kelulusan SMP, si cowok tiba-tiba datang menghampiri sambil menyodorkan selembar kertas, ”Nih, buat elo.” Tau nggak sih… dia ngasih gue formulir pendaftaran ke SMA yang sama kayak dia! Dia bilang kalo gue mau ambil, nanti biar dia ambil lagi formulir buat dia sendiri…
  6. Dulu pernah ada tukang ojek yang ngefans banget sama gue. Tadinya gue pikir cuma main-main, tapi makin lama dia makin kelihatan serius. Gue inget banget dia cukup sering nanya begini, ”Kita lewat Ujung Aspal aja ya? Kan Ujung Aspal lebih jauh tuh, jadi kita berdua bisa ngobrol lebih lama…”
  7. Nomor 7-9 juga tentang satu cowok yang sama, temen gue di SMA dulu. Dia punya kebiasaan aneh yaitu nolak buat salaman sama temen-temennya di hari pertama masuk setelah lebaran. Alasannya, ”Nanti juga di lapangan kita salaman.” Nah, di lebaran pertama, gue liat sendiri dia nolak salaman sama dua temen cewek yang sekelas sama kita. Tapi pas gue dateng… cowok ini malah nawarin diri buat salaman sama gue! Dodolnya di lebaran tahun ke dua, giliran gue yang ditolak salaman sama cowok aneh ini! Terus siangnya pas pulang sekolah, dia manggil-manggil gue buat ngajak salaman. Tapi karena kesel ya gue pura-pura budek aja. Bukannya nyerah, si cowok malah lari-lari ngejar gue sampe tangga, terus dia ngulurin tangan sambil bilang, ”Maafin gue ya.”
  8. Siang itu gue lagi sibuk terlibat dalam panitia lomba 17 Agustus di SMA gue. Lalu pas gue lagi capek-capeknya saat lomba masih berlangsung, di koridor nggak sengaja gue berpapasan sama cowok ini. Kemudian saat gue dan dia selisih jalan bersebelahan, tiba-tiba dia ngelus kepala gue sambil tersenyum… Yang ada gue cuma bengong sambil megangin kepala, dan terus aja memandangi punggung dia yang menjauh pergi…
  9. Waktu lagi asyik ngomongin soal makanan buat acara buka puasa bareng yang bakal diadain di rumah gue, tiba-tiba dia ngomong begini, ”Nanti elo yang masak dong, Fa. Kalo elo yang masak, gosong juga gue makan deh.”
  10. Langsung longkap ke masa di mana gue udah mulai kerja di kantor pertama, gue nerima kejutan yang tidak terduga saat lagi tugas satu minggu di kantor klien. Di kantor klien itu, si OB punya kebiasaan menulis nama pemesan makanan di atas bungkus makan siang orang ybs. Nah, pas bungkusan plus piring diantar ke meja gue, gue nemuin tulisan ini di atas bungkusan makanan itu, ”Mbak Ripa cantik.”
  11. Waktu itu halte busway Blok M rame banget. Sialnya, gue antri di posisi pinggiran sehingga saat nanti berebut masuk ke dalam bis gue beresiko jatuh ke samping kanan. Dan bener aja, waktu bisnya dateng, orang-orang di sekitar gue langsung saling dorong, tapi tadaaa… tiba-tiba cowok yang tadinya diri di sebelah kiri gue langsung pasang badan di sebelah kanan gue supaya gue bisa masuk ke bis dengan selamat? Akibatnya, pacar si cowok tadi pasang muka cemberut sambil sesekali melototin gue, hehe;
  12. No 12-14 bercerita tentang 1 cowok yang sama.  Malam itu satu helm dia hilang di parkiran motor. Jadilah cuma tersisa satu helm full face yang biasa dia pake. Dan waktu gue baru mau naik ke atas motornya, dia menyodorkan helm dia yang tinggal satu-satunya itu buat gue pakai. Baik banget kan, hehe;
  13. Karena ngotot pengen foto studio dulu sebelum dateng ke JCC buat diwisuda (waktu itu gue pikir mending langsung foto setelah make-up supaya riasannya masih bagus pas difoto), gue kebingungan cari emblem buat gue pake pas foto studio. Masalahnya kan, emblem baru dibagiin pas posesi wisuda. Nah, pas gue berinisiatif pinjem emblem ke temen cowok yang udah diwisuda beberapa bulan sebelum gue, cowok itu langsung dengan antusias menjawab begini, ”Ok, nanti malem gue cariin emblemnya terus besok pulang kerja gue anterin ke kantorlo.” Padahal ya… kantor dia itu di Pluit, kantor – klien – gue di Pancoran, dan abis itu dia harus kuliah (S2) di Senayan!
  14. Malam itu Burger King Senayan City lagi penuh banget. Meja yang tersisa tinggal meja yang masih kotor. Apesnya, gue malah ambil posisi yang mana sisi meja bagian gue justru sisi yang paling kotor. Udah tahu meja kita kotor, si mas-mas Burger King malah asyik ngebersihin meja kosong di sebelah. Si cowok inipun berinisiatif manggil mas-mas Burger King itu. Tadinya gue kira dia manggil si mas-mas buat diomelin gara-gara nggak berinisiatif bersihin meja kita duluan. Eh, nggak taunya… ”Mas, boleh pinjam lapnya?” Si mas-mas dengan bingung memberikan kain lapnya buat dipake sama cowok ini bersihin sisi meja gue yang kotor itu….

Well, gue nulis ini bukan untuk pamer apalagi mempermalukan pihak-pihak ybs. Tulisan ini justru bentuk terima kasih gue atas perhatian yang luar biasa itu… Mungkin dulu gue menanggapi dengan dingin. Tapi pada dasarnya, jujur aja perlakuan manis itu membuat gue ngerasa masih eksis sebagai perempuan, hehe. Ini bener lho, kita harus berterima kasih sama orang-orang yang menunjukkan rasa sayangnya sama kita. Karena tanpa mereka, belum tentu kita bisa hidup narsis seperti sekarang? Once again thanks buat semuanya. Siapapun yang jadi pasanganlo pasti bahagia punya pacar/suami perhatian kayak elo semua, hehe. Have a nice day!

I Wish You Love

 

 

Gue ingin mengawali tahun 2009 dengan ucapan perpisahan untuk seseorang yang dekat sama gue selama satu tahun belakangan ini. Udah berkali-kali gue coba nulis blog buat say good bye ke dia, tapi berkali-kali pula gue batal nge-post tulisan ybs karena dilandasi seribu satu alasan… Gue takut ada yang salah paham lah, takut tulisannya dinilai terlalu mellow, atau takut menyebutkan hal-hal yang nggak seharusnya gue sebutkan.

 

Lalu tadi malam, gue menemukan lirik lagu dalam novel berjudul ‘Being 20 Something Is Hard’. Lagu itu berjudul ‘I Wish You Love’. Setelah membaca lirik lagu itu berkali-kali, gue putuskan bahwa lirik lagu itulah yang akan mewakili ucapan selamat tinggal dari gue buat si dia…

 

Please read this carefully, this a good bye for you and I mean it for real…

 

I wish you bluebirds in the spring

To give you a song to sing

And then a kiss

But more than this

I wish you love

 

And in July a lemonade

To cool you in some leafy glade

I wish you health

And more than wealth

I wish you love

 

My breaking heart and I agree

That you and I could never be

So with my best, my very best

I set you free

 

I wish you shelter from the storm

A cozy fire to keep you warm

But most of all

When snowflakes fall

I wish you love

 

Gue ingin setelah ini akan ada cinta yang lebih baik bukan hanya untuk gue, tapi juga untuk dia. Gue ingin akan ada lagi kehangatan dan rasa nyaman bukan hanya untuk gue, tapi juga untuk dia. Dan lebih dari apapun juga, gue ingin dia berbahagia dengan hidupnya…

 

Kenapa begitu? Karena gue yakin, tanpa dia pun hidup gue akan tetap baik-baik aja. Toh sebelum kenal dia pun hidup gue udah happy-happy aja tuh. Tapi kalo dia… well… emangnya dia mau cari di mana lagi cewek yang baik hati, penyayang dan penuh perhatian kayak gue? Huahahaha… pasti nanti dia duluan yang kangen sama gue;)

 

Well… terlepas dari segala celaan dan hina dina itu, gimanapun elo tetep yang terbaik yang pernah mampir di hidup gue… You’re simply the best I’ve ever met. I’ll miss you, good bye.

Black Box Kaum Lelaki

Gue pernah baca bahwa dua dari beberapa ‘black box’ kaum lelaki adalah hp dan komputernya. Kenapa? Yang pertama karena kedua benda itu menyimpan sejuta rahasia mereka, dan yang ke dua, karena dari kedua benda itu pula kita bisa membaca kepribadian mereka.

Lalu hari ini, ada seorang teman yang kurang lebih bilang begini, “Sebaiknya cewek itu enggak ngintip isi hp dan komputer pacar mereka. Karena menurut survey, 70% perempuan jadi kecewa setelah ngeliat isi hp dan komputer pacarnya.”

Jadi mungkin maksud temen gue itu, daripada akhirnya jadi ribut, ya mendingan jangan buka-buka hp dan komputer gue dong!

Dalam tulisan ini gue tertarik ngebahas tentang isi hp cowok. Apa sih isi hp cowok yang enggak bisa diterima kita para perempuan?

  1. Terlalu banyak foto perempuan lain; terutama cewek-cewek cantik itu… Ok lah kalo fotonya rame-rame bareng sama cowok lain juga. Tapi kalo foto itu cuma berisi seorang gadis cantik yang sedang tersenyum manis? Apalagi kalo foto si cowok berdua sama perempuan lain itu… Atau yang lebih parah foto si cowok sendirian dikelilingin beberapa cewek cantik! Udah jadi sifat dasar perempuan untuk ingin jadi the queen of her man’s heart;
  2. Gambar dan video itu tuh…
  3. 90% phone book isinya nomor telepon perempuan;
  4. Banyak SMS dari perempuan-perempuan lain. Kalo isinya urusan bisnis masih bisa dimaklumi. Tapi kalo isinya mengesankan seolah si perempuan lain itu lebih kenal sama si cowok daripada pacarnya sendiri, wah, itu emang bisa mancing kecemburuan… Jadi sekedar tips buat para cowok, mendingan segera hapus SMS dari teman cewek yang mengesankan keakraban di antara elo dan dia… Daripada nanti pacarlo ngsih ultimatum pilih temenlo atau dia?
  5. Si cowok assign ringtone khusus untuk panggilan dari temen ceweknya. Apalagi kalo lagu buat si temen cewek itu termasuk lagu yang romantis… Wah, kalo begitu sih udah pantas untuk dicurigai tuh!

Jadi kalo mengacu kepada hasil survey 70% itu, kita bisa menyimpulkan bahwa 70% cowok masih melakukan 5 hal di atas. Atau boleh juga disimpulkan, 70% cowok termasuk ke dalam golongan rawan selingkuh, hehe…

Seperti yang pernah dibilang sama Nadia, salah satu temen kuliah gue, “Kalo emang dia cowok baik-baik, kenapa harus takut hp-nya dibuka sama kita?”

Kencan Impian Auditor EY

Berikut ini jawaban jujur dari temen-temen sesama auditor EY tentang kencan impian mereka… Plus, sedikit tambahan imajinasi gue tentang kencan impian mereka tersebutJ Here we go…

 

Bang FA

Duduk berdua, di dalam mobil yang terjebak macet di tengah kota Jakarta, di saat hujan turun sambil mendengarkan lagu yang romantis… Saling memandang, berpegangan tangan, sambil bernostalgia, dan sesekali berdebat soal kenangan di masa yang lalu…

“Ih… waktu itu kan kamu yang ngajakin aku kenalan duluan,” kata si istri.

“Ya abisnya kamu duuan yang senyum-senyum sama aku.”

“Iiiiih… dasar GR! Tapi untung aku senyumin, kalo enggak belum tentu sekarang kita udah married!”

Huahahaha, maaf ya Bang FA, dilebih-lebihin dikit, hehe.

 

Mbak DD

Terdampar berdua di pulau terpencil… saling bahu membahu mencari makanan, membuat api unggun, tinggal di rumah pohon… Abis itu mereka main kejar-kejaran di pantai… Mbak DD dikejar sama cowoknya, cowoknya dikejar lagi sama seekor anjing. Nah, pas si Mbak DD ketangkep dari belakang sama pacarnya, si anjing ikut jingkrak-jingkrak kegirangan sambil berlari ngelilingin mereka berdua, hehe.

 

A boy named AD

Naik kapal pesiar berdua saja… Dan ceritanya, si AD yang ngendarain kapal pesiar itu… si cewek tinggal berdiri dengan manis di sebelah AD sambil memeluk pinggangnya… Saat laju kapal sudah stabil, mereka beranjak ke ujung kapal, lalu AD memeluk pinggang pacarnya dari belakang, sang pacar merentangkan kedua tangannya, kemudian AD berteriak, “I’m the king of the world!!!!”

 

A girl named JS

Romantic date di pinggir pantai… Jalan berdua sambil pegangan tangan, bermain ombak, nulis inisial nama di atas pasir… lalu saat udah capek, mereka duduk bersebelahan di atas pasir sambil JS nyenderin kepala ke bahunya si koko (ehm, buat sesama auditor Medco pasti tau koko siapa yang gue maksud, hehe) sambil nonton matahari terbenam… Klasik tapi romantis banget kan;)

 

A girl named CN

CN kepengen pergi ke tempat yang tinggi dan dingin (misalnya Bandung atau Puncak) berdua sama pacarnya… Terus di sana, karena CN kedinginan, si pacar ngelepas jaket yang dia pake buat disampirin ke bahunya CN… Abis itu mereka duduk berdua di atas sebuah batu besar sambil memandangi kelap-kelip lampu di bawah sana… Menurut bayangan gue nih ya, kencan itu bakal tambah sempurna kalo diakhiri dengan pertanyaan, “Will you marry me?” Huehehehe…

 

Mbak FH

Mbak FH kepengen pulang kampung ke Pekanbaru berdua sama pacarnya. Terus di sana mereka berjalan menyusuri kota kenangan mereka berdua itu…

“Ini tempat kita pertama ketemu ya, Bang…”

“Ini tempat aku nembak kamu…”

“Ini mall tempat kita pertama kali nge-date nih Bang…”

“Dulu kita pernah berantem terus baikan di sini, kamu inget nggak?”

Setelah lelah berkeliling kota, mereka mampir ke tukang bakso yang juga menyimpan sejuta kenangan itu…

 

Mbak MP

Mbak MP mengimpikan sebuah kencan yang penuh dengan petualangan. Misalnya, mendaki gunung berdua menuju sebuah air terjun yang masih alami… Di tengah jalan kalo Mbak MP kecapekan, si pacar dengan senang hati menghapus keringatnya. Atau waktu Mbak MP kesandung ada pacarnya yang siap menjaga. Sepanjang jalan mereka tertawa-tawa bahagia. Sesampainya di air terjun, mereka langsung bermain air sambil cekikikan berdua, lalu setelah lelah, mereka berdiri diam saling behadapan dan membiarkan air berjatuhan membasahi mereka berdua… Ah… gue juga jadi kepengen kencan yang kayak begini, hehe;)

 

Seseorang yang tidak perlu disebut namanya

Simpel aja: kencan berdua di kamar kos… Ya, kamar kos yang sederhana ala mahasiswa pada umumnya, dan harus dalam rumah kos yang ramai supaya terasa mendebarkan… Well, berhubung kita yang mendengar langsung ketawa cekikikan, temen gue yang satu ini langsung buru-buru menambahkan, “Itu juga dengan catatan gue udah nikah sama dia lho yaaa….”

 

A girl named RS

Agak lain dari yang lain, kencan impian gue adalah… naik banana boat berdua sama si dia, hehe. Jadi nanti kita teriak bareng pas si banana boat menukik ke kanan dan ke kiri, lalu saat kita terjatuh ke dalam air… bayangkan, di tengah lautan luas nan sepi hanya berdua saja… Haha, kencan impian gue emang paling mantap!

So… what is your dream date anyway?

Tentang Aku, Kamu, dan Dia

Aku tahu cara mendaki gunung itu

Aku tahu cara merintangi laut nan maha luas itu

Aku juga tahu, bagaimana menyakiti ia yang tak berdosa

Aku tahu aku bisa,

Namun aku adalah aku

Aku tak kan tertawa di atas deritanya

Aku tak bahagia di atas lukanya

Tak kan kunodai harap dan percayanya,

Karena aku adalah aku

Derita pasti kan datang menghampiriku

Luka, air mata, dan kecewa akan hiasi hari esokku

Tapi tak mengapa,

Aku akan bertahan menjadi aku

Bila terus berhembus napasku ini,

Kuyakin bahagia akan kembali menghampiririku

Aku tak meminta balas budi,

Ku hanya percaya Tuhan selalu ada bersama denganku

Kuyakin Ia maha melihat,

Bahwa aku tetap menjadi aku

Siapakah aku?

Aku hanya manusia biasa

Yang ingin kita bahagia bersama

Ingin yang terbaik untuk diriku,

Untukmu,

Dan untuk dia

Lupakan aku

Aku akan tetap di sini menjadi aku,

Sahabat terbaikmu.