Work Hard When We Are Young

Gue sering banget mendengar curhatan dari para fresh graduates yang dilema dalam memilih pekerjaan pertamanya. Banyak yang kepingin coba kerja di consulting company atau KAP Big 4 buat yang lulusan akuntansi, tapi pertimbangan mereka selalu saja soal bakal sering lembur dan work-life balance.

Well, harus gue akui… pernah bekerja di salah satu Big 4 udah jadi plus point di CV gue sendiri. Hanya sampai Senior Auditor, tapi tetap sudah membuka banyak peluang karier untuk gue ke depannya. Gue tahu banget alasan para headhunter menghubungi gue karena klien mereka secara spesifik meminta kandidat yang pernah bekerja untuk Big 4. Di Lazada sekarang pun, si bos yang tahun lalu merekrut gue juga menjadikan hal yang sama sebagai pertimbangan. Jadi gue bisa bilang… mungkin, jika bukan karena pernah bekerja di EY, maka gue belum tentu bisa sampai ke senior managerial level di usia 27 tahun saja.

Memang sih, tidak semua lulusan Big 4 atau top consulting firm pasti sukses karier ke depannya. Bukan pula berarti kita enggak akan pernah bisa sampai ke top level jika enggak pernah bekerja jadi konsultan atau auditor di firma papan atas. Tapi kenyataannya, pengalamana kerja seperti itu memang benar bisa menjadi stepping stone terbaik yang kita punya.

Jadi kalo saran gue… jika memang ada kesempatan untuk kerja di top consulting or auditing firms, ya kenapa tidak? Kalau memang karier itu adalah salah satu prioritas utama dalam hidup kita, maka sudah tentu ada harga yang harus kita bayar. Gue berani bilang, tidak mungkin kita bisa sukses berkarier dengan hanya duduk santai dan nyaman setiap harinya. Malah sebetulnya, hal yang sama juga berlaku untuk orang-orang yang bekerja di perusahaan non-consulting. Ada perbedaan opini atasan terhadap karyawan yang pantang lembur dengan karyawan yang tidak suka hitung-hitungan dengan perusahaan.

So guys, work hard, especially when we are young. Di saat tubuh masih lebih kuat untuk pulang malam. Saat belum ada suami/istri dan anak-anak yang juga harus dipikirkan… Bukan berarti boleh malas-malasan kalau sudah lebih tua lho ya. Hanya saja, kalau masih muda pun sudah pemalas, bagaimana kalau sudah tua nanti? Dan ingat selalu… usia kepala 2 pada umumnya adalah usia penentu. What we have done in our 20-s will determine what we will become for the rest of our lives.

Jadi mulai sekarang, get up and work harder! Jangan menolak satu peluang emas hanya karena banyak lemburnya. Jangan kerja asal selesai tepat waktu saja. Make improvement! Give more contributions, new ideas, bring your Company to the next level! Dan yang nggak kalah penting, jangan bisanya hanya mengeluh dan mengeluh saja! Kita digaji bukan untuk mengeluh sepanjang waktu. Curhat tentu saja boleh, tapi jangan sampai jumlah curhatan kita itu melebihi jumlah kontribusi yang kita berikan kepada perusahaan.

Akan tetapi, jika buat kita karier justru tidak sebegitu pentingnya, jika kita sudah puas dengan pencapaian kita saat ini, maka ya sudah… the decision is yours. Nikmati hidup yang kita pilih dan jangan jadi orang yang mengaku sudah puas dengan hidupnya tapi malah menghabiskan begitu banyak waktu hanya untuk menjelek-jelekan orang lain yang sedang sibuk mengejar cita-citanya.

Whatever we choose, whatever we do, make sure that it all has made you proud of being you. Have an awesome life!

One thought on “Work Hard When We Are Young

  1. Lolly says:

    Mbak, aku boleh tanya-tanya sedikit ya terkait karir?

    aku lagi magang di big 4 KAP 3 huruf, dan udah mulai lembur setiap hari. Ada beberapa budaya kantor yg aku ga suka (salah satunya; belum boleh plg sebelum atasan nyuruh pulang, padahal kerjaan udah selesai/sedang tdk ada data tambahan dari client) yg bikin aku jadi kembali mikir2 untuk lanjut kerja jadi associate di sini. Memiliki jenjang karir yg tinggi di KAP bukan mimpi saya. I prefer working in companies or starting my own business. Hanya saja memang banyak yg bilang bekerja di KAP big 4 adalah a big stepping stone untuk karir di perusahaan. Apa ini masih relatable untuk saat ini?

    Dan kalo blh tau, mbak Riffa berapa lama kerja di EY dari associate sampai jadi senior auditor (sampai memutuskan untuk resign dr KAP)?

    thank your for the help 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s