A journey to remember

Mencintai; Apa Adanya

Posted on: July 26, 2008

Ternyata, mencintai seseorang apa adanya itu bukanlah perkara gampang. Lagi-lagi, dalam hal ini gue belajar dari temen gue yang cantik, seksi, dan tajir itu. Gue makin bingung aja kenapa dia bisa terus bertahan sama pacarnya yang sekarang. Karena gue baru aja tahu bahwa ternyata, cowok itu juga menyimpan masa lalu yang cukup kelam. Tadinya gue pikir nih cewek lama-lama juga ilfeel, tapi ternyata sampe sekarang masih awet-awet aja tuh. Nah, gue pun kembali bertanya-tanya, apa rahasianya?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, kita beranjak dulu ke kisah cinta gue sendiri (again, please let me being a bit dramatic😉 Keputusan gue untuk terus mencintai cowok itu – yang di blog sebelum ini gue bilang dia bikin gue ngerasa nyaman dan bahagia – ternyata bukan keputusan yang keliru. Gue terima dia apa adanya, tapi gue juga mencoba kasih dia masukan ini-itu. Karena menurut gue emang ada satu-dua hal dalam diri dia yang benar-benar harus dia rubah. Dan yang enggak gue sangka, dia bisa menerima saran gue dan bersedia untuk berubah!

Gue pun makin optimis hubungan itu bisa terus berlanjut. Berkali-kali gue sebel sama ulah si cowok berkali-kali pula gue memaafkan dan melupakan masalah itu. Sampai pada akhirnya, gue menemukan seseuatu yang bener-bener bikin gue syok. Sesuatu yang istimewa itu enggak lain adalah masa lalunya dia…

Gue tahu bahwa kita tidak lagi hidup di masa lalu. Tapi fakta bahwa hal itu pernah terjadi dalam hidupnya membuat gue sangat kecewa. Gue ngerasa dia semakin jauh dari sosok cowok yang gue idamkan. Mata gue jadi terbuka bahwa dia terlalu berbeda dengan gue dan prinsip hidup gue. Belum lagi, gue yakin masa lalu dia itu akan selalu membayangi masa depan dia nanti, selamanya. Makanya gue jadi nggak yakin apakah gue bisa menerima dengan ikhlas dia dengan segala masa lalunya itu. Sampai akhirnya, gue putuskan untuk menyerah…

Gue sadar bahwa gue sendiri masih banyak kekurangannya. Itulah alasan kenapa gue mencoba untuk terima dia apa adanya. Tapi ketika kita bicara soal masa lalu, bagi gue itu udah lain lagi ceritanya. Kita tidak akan pernah bisa mengubah masa lalu kita kan? Lagipula sebagai manusia biasa gue tentu punya batas-batas toleransi tentang apa yang bisa dan apa yang enggak bisa gue terima.

Makanya gue bingung sama kenalan gue yang cantik, seksi, dan tajir itu. Kok bisa ya dia menerima cowoknya dengan segala masa lalunya itu? Malah jujur ya, gue heran apa si cewek ini enggak pernah ngerasa rugi?  Dan yang paling penting, apa sih yang membuat dia BERANI mengambil resiko yang mungkin dibawa oleh masa lalu cowoknya itu?

Akhirnya, setelah gue renungkan lagi, gue kembali menemukan jawabannya. This is a very simple and classic answer but it’s true. Jawabannya adalah… cinta. Bukan soal cinta buta si cewek ke cowoknya, tapi sebaliknya, ketulusan cinta dari si cowok untuk ceweknya.

Gue tahu beberapa kali cowok ini pernah kasih surprise yang luar biasa manisnya ke cewek itu. Misalnya, si cowok pernah tiba-tiba dateng ke rumah ortu si cewek yang letaknya jauh di ujung berung (yang saking jauhnya sampe enggak kelihatan di peta Jakarta:), padahal si cowok ini enggak pernah ditunjukin jalan menuju ke sana. Dia datang ke rumah itu hanya bermodal Google Earth aja! Kayaknya siapapun yang jadi si cewek nggak mungkin nggak jatuh hati dengan romantisme ala cowok yang satu ini.

Dan yang jauh lebih penting daripada romantisme, perhatian, kasih sayang dsb… adalah tekad yang kuat dari si cowok untuk mempertahankan hubungan dia dengan pacarnya. Dia sadar bahwa dia harus menjadi cowok yang lebih pantas untuk ceweknya. Dan jujur aja… hal terakhir itulah yang tidak terjadi di dalam kasusnya gue…

Gue ngerasa hubungan gue sama gebetan gue itu hubungan yang nggak jelas masa depannya. Kita berdua sama-sama lebih suka mengelak, mengingkari, dan membohongi diri sendiri. Gue ngerasa dia nggak cukup berani untuk terus melangkah bersama gue. Sedangkan gue? Gue jelas nggak mau bertepuk sebelah tangan! Gue nggak mau berjuang sendirian apalagi meperjuangkan sesuatu yang enggak jelas juntrungannya. Makanya gue capek dan gue ngerasa apa yang udah gue lakukan enggak akan pernah setimpal dengan apa yang gue dapatkan. Menghadapi sikap dia aja susah-susah gampang, belum lagi status hubungan yang bener-bener enggak jelas mau dibawa ke mana, eh… ditambah lagi sama masa lalunya yang bikin kaget itu! Jadi ya sudahlah, biar aja gue malah jadi patah hati selama bebeapa bulan belakangan ini…

Well, gue nulis ini di sini bukannya tanpa maksud dan tujuan. Jangan juga dipikir gue nulis ini buat nyindir orang ybs (secara gue tau banget dia nggak mungkin baca blog ini hehe). Intinya gue cuma pengen sharing bahwa dalam hal cinta, we need to know for sure what those struggles are for. Harus ada cinta yang besar di balik perjuangan yang gila-gilaan, DAN, hal itu harus dilakukan oleh dua-duanya, bukan salah satunya aja! Pastikan bahwa dia adalah orang yang pantas untuk menerima cinta dan segala pengorbanan kita. Kalau enggak begitu, gue percaya bahwa ujung-ujungnya kita cuma akan termakan oleh cinta buta.

Jadi, yah… kalau akhirnya elo bernasib sama kayak gue, mendingan nyerah aja lah. Buat apa sih kita bercapek-capek sendirian? Masih banyak ikan di luar sana. Jadi mari kita menebar jaring-jaring pesona untuk menangkap satu orang lagi yang lebih baik dari sebelumnya, hehe… Cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 962,959 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

I used to read a quote written by my former lecture saying that even a bad decision would always be much better than no decision at all. It reminded me of the decisions I put on hold and I asked myself, “What prevents me from making all those decisions?” I could instantly listed down many personal reasons that didn’t even sound good to myself. So there I made a couple of decisions; the good ones and the bad ones, and apparently it was so true: even bad decision was still better than no decision at all. First of all, it helped me to move on. I no longer waited for this and that; I made decisions and I started to make the actions. It also gave me a peace of mind knowing that I owed nothing to anyone, not even to myself. And most importantly, all those decisions made me learn, notably the bad ones. It’s not that I intentionally made a bad one, but well, how did I know my decision was bad until I gave it a try? Ever since the day I decided to stop putting my decisions on hold, my life felt a lot lighter and I have never been more proud of myself. Other people might not be happy with my decisions, but I only do what I’ve got to do and they can’t blame me for having courage to do the things they’re not willing to do. If it holds me back and nobody wants to make the call, then let me do the honor. It’s actually that simple, and again, it sets me free.
My biggest career goal is always running my own business. I have been an entrepreneur even since I was a seven years old. I was never hesitate everytime I saw an opportunity to earn some cash to buy toys and comic books. Graduating from college and starting my first corporate job has stopped me from doing my own business. I was too busy to do something else beside my main job. I tried to run a small jewelry business but then I got bored. I came to learn that if I want to start a business, I have to do something bigger. But of course, a bigger scale own business will also require a bigger effort! The comfort of corporate job made me decide to postpone starting a new business until at some point, it was no longer comforting to me. I still remember one night I went home feeling extremely upset with my boss and I just told myself, “I can’t do this forever. I can do much better than working for a jerk.” Right at that moment, I decided to start my biggest dream: starting my own business. Not so long after that, @thelenstory was born.
There is this one little secret about @thelenstory. There was one particular guy who made me fall deeper with photography. He was so talented he could make an old dirty lamp look beautifully glow in his pictures. I still remember that day on a boat, he took pictures of me and he smiled behind his lens. That kind of smile that made me feel the prettiest girl on earth. I didn’t know why but I just loved seeing this guy holding his camera. I even still loved it when he took pictures of me with his grumpy face! At the end of the day, The Lens Story is way more than just a girl who fell in love. The ups and downs, and all lifetime savings that I’ve spent have been the greatest leap of faith I’ve ever taken in my entire life. That one guy from my past was just a starting point. He was my inspiration, he made me believe that there were many hidden talents like him out there and I would be more than happy to help them start their professional career in photography. That was the very beginning story on how my start-up was born, and to me, that will always be one of my favorite stories to tell.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: