A journey to remember

Apa yang Paling Penting dari Cinta?

Posted on: February 24, 2008

Belakangan ini gue ‘sibuk’ berpikir apa yang paling penting dalam memilih pasangan (bisa pacar, bisa juga suami buat yang udah mau married). Setiap ditanya kriteria cowok idaman, jawaban gue nggak jauh-jauh dari cowok yang pinter, pekerja keras, setia, lucu, romantis tapi bukan tukang gombal, nggak ngerokok, dan nggak bandel-bandel amat (kalo pun bandel ya segeralah bertobat;)

Lalu tiba-tiba timbul pertanyaan dalam benak gue (bolehlah bahasanya serius dikit, hehe). Kenapa gue nggak pernah masukkin cowok yang cocok, nyambung, klik, dan bisa bikin gue ngerasa nyaman ke dalam daftar cowok idaman itu?

Gue pun mulai mengingat-ingat ke belakang. Gue pernah naksir cowok yang pinter, lucu dan romantis. Pernah juga naksir cowok yang ganteng banget, profesinya model pula. Terus ada cowok yang bolak-balik gue taksir selama tiga tahun di SMA. Soal cowok-cowok yang lucu, baik hati, nggak ngerokok, itu juga ada banyak. Tapi pertanyaannya; kenapa gue enggak pernah bener-bener pengen jadian sama mereka?

Jujur ya… setiap udah mulai deket sama seorang cowok, ada rasa ragu yang bikin gue mempertimbangkan lagi untuk nerima mereka sebagai pacar. Adaaa… aja ulah atau akal-akalan gue untuk ngulur waktu atau akal-akalan untuk ngetes cowok itu segala macam. Intinya gue nggak yakin pengen jadi pacar dia atau enggak. Bahkan, sama cowok yang bolak-balik gue taksir selama tiga tahun lamanya itu pun, gue masih mikir seribu kali buat jadian sama dia.

Tadinya gue bingung, apa masalah sebenernya? Gue baca di majalah katanya gue mengidap phobia terhadap komitmen?!? Oh no, nggak mungkin! Gue bukan tipe orang yang takut sakit hati (tapi kalo bisa ya jangan sampe sakit hati juga sih, hehe). Sampai tiba-tiba gue menemukan jawabannya. Permasalahannya bukan soal tipe atau soal ada yang kurang dari cowok-cowok itu. Permasalahan utamanya adalah, gue nggak ngerasa nyaman sama mereka…

Sebelumnya gue nggak pernah bisa jadi diri gue sendiri di depan cowok yang gue suka. Gue takut sikap atau kata-kata gue bakal bikin mereka ilfeel. Hal itu akhirnya bikin gue jadi cewek yang basi abis dan malah jadi unhappy dengan rasa suka gue kepada gebetan ybs.

Baru-baru ini gue denger seorang cewek yang sangat cantik, tajir, dan cukup cerdas sedang falling in love sama cowok yang sama sekali enggak ganteng, enggak pinter, dan nggak tajir (tapi bagi gue sih, tajir nggak tajir nggak penting! Tajir sekarang sih paling juga duit bokapnya). Waktu gue tanya sama dia, apa sih yang bisa bikin dia suka sama cowok yang biasa banget itu? Cewek itu bilang, “Gue ngerasa nyaman sama dia. Gue bisa jadi diri gue sendiri di depan dia. Susah lho nyari cowok yang bisa bikin kita ngerasa kayak begitu.”

Gue langsung bengong. Cuma itu aja? Gimana bisa?!? Lalu setelah merenung, rasanya bener juga. Rasa nyaman dan rasa memiliki kecocokan bisa mengalahkan segalanya. Asal udah ngerasa sangat-sangat cocok, faktor-faktor lain seperti soal tampang, kualitas otak dan isi kantong bisa jadi hal yang enggak penting lagi. Rasa cocok itu pula yang nantinya bisa menjurus ke cinta sejati, cinta mati, atau bahkan cinta buta.

Mungkin itu ya yang gue rasain sekarang. Ada cowok yang jauh berbeda banget dengan gue, dan bahkan untuk beberapa hal dia itu bukan tipe gue banget. Gilanya lagi, ada dua atau tiga hal yang membuat hubungan gue dengan dia itu bisa dibilang sebagai hubungan yang tanpa masa depan. Tadinya gue pikir, ah entar juga gue lupa sama dia kalo udah nggak ketemu sama orangnya lagi…

Tapi nyatanya apa? Nggak boleh lagi bengong dikit, muka cowok itu yang melintas di pikiran gue… Gue sampe suka kesel sendiri; kenapa begini? Gue nggak boleh suka sama dia! Tapi tetep aja susah…

Gue nggak tau sedalem apa perasaan gue sama cowok yang satu ini. Tapi kalo biasanya gue dengan cepat melupakan cowok yang udah nggak pernah lagi ketemu muka, maka sama cowok ini lain lagi ceritanya. Dan yang paling penting, dia gebetan (kalo dia boleh gue sebut sebagai gebetan…) pertama yang bisa bikin gue ngerasa nyaman. Gue udah cocok ngobrol sama dia sejak pertama kali ketemu. Dia juga pernah beberapa kali mengerti apa yang ada di pikiran gue, dan mengerti bahwa saat itu gue lagi butuh pertolongan dia (padahal gue belum ngomong apa-apa!). Yang paling penting, dia bikin gue ngerasa lebih percaya diri, membuat gue ngerasa cantik (ehm..:), dan membuat gue semakin mencintai diri gue sendiri.

Mungkin bener kata adik gue yang suka sadis itu bahwa belum tentu cowok itu lagi mikirin gue. Tapi ya enggak papa juga sih. Selama dia enggak nunjukkin tanda-tanda pendekatan yang jelas, gue justru ngerasa masih dalam titik aman. Masalahnya, kalo sampe dia BENER-BENER ngedeketin gue, kayaknya gue nggak bakal bisa nolak meskipun sebenernya ada banyak alasan yang membuat gue nggak boleh nerima cowok ini. Kenapa begitu? Kenapa gue bisa jadi sebodoh itu? Jawabannya simpel aja; karena gue udah ngerasa cocok sama cowok yang satu ini…

Advertisements

7 Responses to "Apa yang Paling Penting dari Cinta?"

who’s the lucky guy Fa..?? ^_^
did i know him ?? ;p

wah gw tw tuh orangnya ….
bnerkan dia?
Mr…..

Aduh ka ifah ini gimana sih……..?gitu aja kok repot…..?kaya akyu banyak yang ngejar2….?mang kaya kaifa galaku hohohohohoho……..?^^

Aduh Rayhan… dasar anak kecil sok tau! Jangan kaget ya kalo nanti kak Ifa ngegandeng cowok seganteng Christian Sugiono hoho…

Fa, g kasi tau, phobia komitmen cuma dialami ma LELAKI. Lagean lo juga kira2 Fa, umur lo tinggal dikit lage lho (in “dikit” I mean nti klo dah pass 30 lo dah gak bisa milih2 lage lho –> with the fact that lo gak masuk kategori “HOT”, ups 🙂 ). daripada lo mikirin tu lelaki, mending mikirin gue men, yg ud pasti mikirin lo klo dah jem 1/2 6 sore.

What I’m trying to say is that lo jgn sampe nyesel bu, drpd kebawa2 mpe gak bisa tidur, mending hajar aje! cocok gak cocok itu nti pas dah pacaran, klo masi PDKT / gebetan / demen2an mah semuanya indah.

HIDUP RIFFA! HORAS!

oh iya, buat comment yg ada christian sugiono nya, g jade inget lagu. gakkk mungkin…. gak mungkinnnn gak munugkin bisaaaaaa…

Buat Stievan:
Ih… kata siapa phobia komitmen itu milik cowok doang? Malah harusnya yang paling takut berkomitmen itu cewek, bukan cowok! Misalnya… takut kalo udah berkomitmen si cowok malah bosen. Takut udah berkomitmen ternyata si cowok idung belang (ehm, jadi inget sama seseorang…;). Dan… well, secara uah jamannya emansipasi, bisa aja ada cewek yang takut berkomitmen bakal bikin dia nggak bebas ngelaba, hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 908,046 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

The beauty of diversity. I'm glad that I met them along my career path at Lazada. Just a little help like this could mean everything to me and The Lens Story. Many thanks! ❤️
📷: @thelenstory 👚: @adidaswomen 👕: @nike 
#friends #friendshipgoals #diversity #photography #photooftheday #canon #snapseed #thelenstory Find someone who loves you properly.
The one who never intentionally let you wait for him.
The one who never makes you have to wonder how he truly feels about you.
The one who will definitely catch you and hold you tight as you fall for him.
The one who gives you all he has to be a better man, to fix what goes wrong, to fight for you and to never let you go.
You are too old for another Mr. Wrong, reward yourself with the right one.
Love yourself enough to leave your past, you deserve better.
📷: @thelenstory
💄: @yuficarolin.mua
👗: @calla.atelier
👠: @charleskeithofficial 
#love #life #quote #photography #photooftheday #thelenstory I'm not perfect. I make mistakes. I do the things I'm not proud of. I give up, sometimes. I hurt people, mostly the ones that I actually care about. I have a lot of flaws, but at least, I'm trying hard to be a better person. I'm no saint nor angel, but I'm not a pure evil either. I'm simply a human who is trying to be the very best that I can be. I'll never stop learning, until my very last breath.
📷 @thelenstory
💄 @yuficarolin.mua
👗 @calla.atelier
👠 @charleskeithofficial
#photooftheday #beauty #photography #quote #thelenstory

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

%d bloggers like this: