If You Really Love Somebody, Let Them Go

Entah dari mana sumber aslinya, gue cukup sering mendengar kalimat berikut ini, “Sometimes when you really love somebody, you have to let them go. If they come back, they will be forever yours. If they don’t, it’s just not meant to be.”

Kemudian kebetulan hari ini, ada teman gue yang bercerita soal teman ibunya. “Dulu nyokap gue pernah punya teman cowok yang ngejar-ngejar satu cewek. Tiap hari, cowok ini muncul depan rumah cewek itu. Suatu hari nyokap gue saranin cowok ini untuk mendadak hilang untuk lihat reaksi si cewek. Dan bener aja, setelah si cowok bener-bener mundur, cewek ini nyariin duluan dan akhirnya mereka married sampai sekarang.”

See? Nasehat model begini memang bukan sekedar mitos!

Hilangnya seseorang yang sebelumnya selalu ada akan membuat kita merasakan bagaimana jadinya hidup tanpa ada dia. Jika terasa baik-baik saja, berarti memang sudah sebaiknya tidak dilanjutkan. Tapi jika langsung terasa ada yang hilang, rasa takut kehilangan yang mulai kita rasakan itu akan membuat kita menyadari arti dia yang sebenar-benarnya. Pernah takut kehilangan juga akan membantu kita untuk tidak lagi memperlakukan dia dengan seenaknya (taking them for granted). Kita jadi bisa lebih menghargai keberadaan dia dalam hidup kita ini.

Dulu banget, gue pernah ada di posisi sebaliknya. Ada satu cowok yang pantang menyerah berusaha deketin gue sampai hampir satu tahun lamanya. Pada satu titik, akhirnya dia nyerah juga. Akhirnya dia hilang juga dari keseharian gue. Apa yang gue rasakan? Gue sempat merasa ada yang hilang, tapi gue merasa baik-baik saja. Gue hanya merasa perlu adaptasi sebentar dan memang benar saja, akhirnya gue lupa dengan sendirinya.

Bertahun-tahun kemudian, gue menyadari bahwa memang sudah sebaiknya gue dan dia berpisah sampai di situ saja. Sekarang dia bukan cuma udah married, tapi juga terlihat benar-benar bahagia dengan pernikahannya. Gue melihat istrinya betulan bisa menerima dia apa adanya; dia bisa melakukan hal-hal yang belum tentu bisa gue lakukan untuk suaminya itu.

Dulu, gue sadar bahwa cowok ini emang sengaja menghilang untuk melihat reaksi gue. Tarik-ulur istilahnya. Tapi ternyata, gue tidak terpancing, yang memang artinya, gue dan dia hanya “not meant to be“. Dan gue yakin, dia enggak menyesali keputusannya untuk melepas gue saat itu, karena toh akhirnya, dia menemukan orang lain yang memang lebih baik untuk hidupnya.

Itulah alasannya, saat gue udah had enough dengan orang yang gue sukai, pada akhirnya gue akan melepaskan mereka dengan benar-benar mundur teratur. Kalau dia enggak kembali lagi, maka ya sudah. Buat apa gue ngotot mengejar orang yang merasa hidupnya baik-baik saja meski tanpa gue? Insyaallah suatu saat nanti, akan dagang orang lain yang lebih baik dan terbaik untuk diri gue. Tapi kalau perginya gue membuat dia merasa sangat kehilangan, maka insyaallah, dia akan mencari jalannya sendiri untuk kembali lagi.

Jangan terlalu takut melepaskan genggaman, karena pada dasarnya, orang yang benar-benar menginginkan kita dalam hidupnya tidak akan balas melepas genggaman tangan kita itu. Mereka tidak akan membiarkan kita terlepas dari genggaman tangan mereka.

Let them go, and see if they will try to find their way back to us.

One thought on “If You Really Love Somebody, Let Them Go

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s