Arfa, My Adorable Nephew

IMG_5597 New

Dulunya, gue bukan tipe cewek yang ngefans sama bayi-bayi lucu. Gue bahkan nggak pernah tertarik buat ngegendong bayi-bayi lucu yang gue kenal. I was not a big fan of cute babies, until my nephew was born, two years ago.

Gue dapat kabar Arfa udah lahir saat masih perjalanan pulang dari kantor ke rumah. Begitu gue udah sampe di rumah sakit, Arfa sudah dimandikan, sudah terbungkus selimut di dalam kotak kaca. Saat pertama lihat si ponakan, gue berpikiran, “Bayi kalo baru lahir tampangnya mirip semua. Masih belum ada lucu-lucunya.”

I was not yet a big fan of my own nephew until he was seven days old. Waktu gue mau pergi kerja, gue lihat si ponakan baru saja dicukur rambutnya sama nyokap. The bold baby Arfa looked so cute to me 😀

Makin ke sini jelas gue makin sayang sama ponakan gue ini. Bukan karena keharusan, tapi emang karena Arfa itu bayi pintar dan lucu yang bikin gemes!

Berikut ini daftar kelucuan Arfa yang gue rangkum selama dua tahun ini.

 

Arfa si bayi yang suka gemesan!

Banyaknya orang yang gemas dengan kelucuan Arfa bikin dia jadi suka bales ngegemesin orang lain yang ada di dekat dia. Kalo Arfa gemas sama orang lain, dia akan menghampiri, menyentuh tangan atau kaki orang itu, bibirnya mengerucut sambil bilang, “Eeehhmmm, gemes!” Trus kadang-kadang di pagi hari, Arfa buka pintu kamar gue, masuk ke dalam, naik ke atas tempat tidur gue, terus dia peluk gue dengan gaya gemesnya supaya gue bangun tidur 😀 Aaah… how can I not love this baby?

 

‘Nyolot’ sama aunty-nya 😀

Sudah sejak bayi gue ngelarang Arfa masukin jari ke dalam mulut. Lucunya, si baby Arfa malah suka sengaja masukin jarinya ke mulut tiap kali dia lihat gue! Malah kalo kata maminya, pernah satu kali Arfa refleks masukin jari ke dalam mulut hanya karena dia dengar suara gue dari luar kamarnya! Kadang sambil sengaja masukin jari, si Arfa sekalian nyengir dan ngelihatin gue dengan tampang jahilnya itu 😀

 

No no no no!

Sering mendengar kata, “Arfa, no!” bikin Arfa jadi suka meniru kata yang sama. Pernah ada masanya, saat ada orang tua yang bilang “No”, Arfa akan balas bilang, “No no no no.” Terkadang, dia akan bilang begitu sambil menggoyangkan jari telunjuknya! Lucunya lagi, karena sering dilarang naik ke atas tangga, Arfa suka berdiri di bawah tangga lalu dia ngoceh sendiri, “No no no no!” Well… meskipun dia sendiri bilang ‘no’, tapi tetap saja dia nekad naik ke atas tangga!

 

 

Hobi nyanyi

Udah sejak umur satu tahun Arfa hobi nyanyi. Hebatnya, meskipun belum bisa ngomong, Arfa ini jago banget bersenandung dengan nada yang akurat! Kita bisa mengenali judul lagu yang dia nyanyikan meskipun liriknya masih asal-asalan. Sekarang, di umur dua tahun, meskipun masih cadel, lirik lagunya sudah bisa Arfa nyanyikan dengan nayris sempurna! Kurang lebih ada sepuluh lagu yang Arfa bisa, termasuk 2 lagu in English. Lucunya, Arfa suka nyanyi gini tiap kali lihat ada orang lain yang pakai topi, “Topi saya bundaar.” Terus begitu tiap kali dia lihat orang lewat yang pake topi 😀

 

Nggak suka lihat orang lain tidur

Entah kenapa, Arfa paling nggak suka lihat orang lain sedang tidur. He will do everything to wake us up. Mulai dari digemesin, dicubit, digoyang-goyang… Arfa ini juga hapal banget kalo tiap pagi, dalam perjalanan menuju kantor (yup, Arfa suka ikut nganter gue pergi kerja), gue suka ketiduran di jok belakang. Itulah sebabnya sesekali, Arfa bakal nengok ke belakang hanya untuk bilang, “Aunty bobo.” Kalo lagi kurang kerjaan, dia bisa terus-terusan ngoceh begitu sampe gue kebangun! Emang bayi yang pantang menyerah deh, hehehehe.

 

Aunty… cepet!

Setiap kali hendak pergi sekeluarga, emang nyaris selalu gue yang selesai dandan belakangan. Kemudian suatu hari, gue denger Arfa teriak begini dari bawah tangga rumah gue (kamar gue ada di lantai dua), “Aunty cepet, aunty! Aunty cepet!” Hari ini juga begitu… Padahal gue nggak berencana ikut pergi bareng Arfa dan ortunya, tapi anak itu tetep teriak gini dari bawah tangga, “Aunty cepet! Aunty lama.” Sometimes I can’t believe he’s only two years old!

 

Dua tahun terakhir ini, Arfa udah bawa warna tersendiri dalam hidup gue. There’s a kind of happiness that I never felt before. Sekedar ngelihat Arfa sedang happy pun, udah bikin gue ikutan ngerasa happy. I enjoy being an aunt and I believe that I have been the best aunt that he could ever have 😉

Happy birthday, Arfa! Grow awesome and keep making me proud of you, okay! Even though you’re not always behaving as a good kid, then that’s okay too. You will eventually learn and I’ll still love you for better or worse. Have a great life, kiddo!

When a Guy Likes You, It’s Obvious

Berawal dari suggested page di Facebook, gue jadi nemuin artikel ini. Artikel yang bikin gue senyum-senyum sendiri, yang tanpa gue sadari, ada beberapa wajah cowok yang melintas di benak gue selagi membaca artikel itu sampai habis. Selesai membaca, gue langsung share ke Facebook page gue dengan menambahkan comment, What do you think? I think it will be nice if it’s true ;)”

Seperti yang diakui oleh penulis artikel tersebut, cewek-cewek itu umumnya gemar sekali bertanya-tanya… “He likes me, he likes me not…” Tampaknya artikel “10 Signs He’s Into You” jauh lebih populer ketimbang artikel “10 Signs She’s Into You.” Padahal kalo menurut gue, bener juga apa yang dibilang oleh si penulis di paragraf pertama artikelnya, “When a guy likes you, it’s obvious.”

Dulu, gue pernah menghabiskan begitu banyak waktu untuk mempertanyakan isi hati cowok yang sedang dekat dengan gue. Bahkan bodohnya, gue hobi menanyakan pendapat teman-teman gue yang juga mengenal si cowok itu. Dan bodohnya lagi, gue lebih percaya pendapat teman-teman cewek yang bilang, “Elo cuma salah sangka” meskipun sebenarnya, teman-teman cewek gue itu sama sekali enggak akrab dengan gebetan gue itu.

Ironisnya, seiring berjalannya waktu, barulah sedikit demi sedikit gue menyadari bahwa si mantan gebetan itu emang beneran pernah suka sama gue. Semakin lama justru semakin gue berpikiran, “Enggak mungkin dia sampe segitunya kalo bukan karena suka sama gue!” And at the time where I realized that I was wrong, I was already too late.

Jadi bener deh, girls… When a guy likes you, it’s obvious.

Saat ketertarikan mereka masih terbatas ketertarikan fisik (biasanya di awal-awal kenal), mungkin mereka tidak akan langsung melakukan aksi pendekatan yang sifatnya disengaja. Tapi memang benar, tanpa mereka sadari, bahasa tubuh mereka sudah akan terlihat berbeda dengan sendirinya. Mereka akan berdiri atau duduk dengan jarak yang sangat dekat dengan kita, posisi tubuh selalu condong ke arah kita, dan tentunya, dia nyaris tidak pernah bisa mengalihkan pandangan matanya.

Kemudian saat mereka sudah berniat untuk melakukan pendekatan, mereka akan mulai selalu mencari cara untuk bertemu dengan kita, as often as possible. Jika kamu mengenal mereka di tempat kerja, jangan heran jika mereka tiba-tiba datang ke ruang kerja kamu hanya untuk membahas topik-topik yang nggak ada penting-pentingnya. Mereka akan mulai berusaha mengenal kita lebih dalam, hingga akhirnya, he will text you first, call you first, and he will ask you out for your first date. As simple as that.

Jadi kesimpulannya, kalo kamu jarang melihat wajah dia, kalo dia cuma cari kamu saat ada perlunya, kalo bahasa tubuhnya terlihat sama saja dengan bahasa tubuh dia saat sedang berinteraksi dengan cewek-cewek lainnya, then forget him, you’re likely having no hope.

But the tricky part is… sudah menunjukkan ciri-ciri ketertarikan pun, belum tentu itu berarti mereka punya niat untuk menjalin hubungan dengan kita lho. Ada beberapa cowok yang kalo suka banget duduk dan berdiri dengan posisi yang sangat dekat dengan gue. Ada pula beberapa yang saat duduk bersebelahan, mereka malah suka bersandar ke lengan kursi gue ketimbang lengan kursi mereka sendiri. Ada pula yang sampe suka menyentuh bahu atau tangan gue saat sedang ngobrol berdua, baik yang sifatnya sengaja dan ‘tidak sengaja’. Belum lagi pandangan mata yang dengan intens mengamati tiap sudut di wajah gue ini…

Secara gue tahu betul bahwa mereka tidak bereaksi seperti itu saat sedang berinteraksi dengan cewek-cewek lainnya, maka gue bisa dengan yakin menyimpulkan bahwa mereka memang tertarik sama gue entah secara fisik atau secara personality, TAPI, bukan berarti mereka juga tertarik untuk melakukan pendekatan lebih. Dengan kata lain, kalo baru sampe tahap ini, jangan keburu menaruh harapan tinggi! Apalah artinya tatapan mata yang sedemikian intens jika mereka tidak berminat untuk menjadikan kita lebih dari sekedar teman, kenalan, atau rekan kerja?

Honestly sekarang ini, gue pribadi lebih memilih untuk menikmati up and down yang gue rasakan di masa-masa awal perkenalan dan pendekatan. Trying to guess how he feels about me is fun! Rasanya seru dan bikin deg-degan kayak lagi naik roller coaster 😀

Pokoknya udah nggak ada lagi deh tuh… rasa frustasi karena nggak bisa berhenti bertanya-tanya, “Dia suka nggak sih sama gue?” Atau, “Mau dibawa ke mana sih hubungan gue sama dia ini?” Karena bisa jadi, rasa frustasi kita itu sendiri yang justru menutup jalan untuk bisa jadian sama si gebetan… Kalo belum apa-apa udah kelihatan ribet, rumit, dan sulit, gimana ke depannya nanti coba?

So just take it simple… if he really likes you, it’s obvious. He will sure try to let you know. Then if he really wants to be with you, he will find a way, no matter what and no matter how. But if you end up questioning his feeling for you until months, then maybe, you’ve got to move on.