Calypso Cabaret; Such a Total Disappointment

The stunning theater.

The stunning theater.

Banyak orang bilang, belum sampe Thailand kalo belum pernah nonton pertunjukan bancinya. Dan waktu gue nonton Simon Cabaret di Phuket, gue sukaaaa banget sama live show itu. Pertunjukannya lucu, bikin gue dan teman-teman sampe ketawa terbahak-bahak, bancinya cakep-cakep banget, dan tarian mereka sama sekali jauh dari kesan vulgar. Kesan mendalam sama Simon Cabaret itulah yang bikin gue jadi kepengen nonton Calypso cabaret di Bangkok.

Calypso berlokasi di dalam kompleks perbelanjaan Asiatique, dan waktu itu gue rada-rada kesulitan menemukan lokasi teaternya. Emang sih, dari jauh pun udah kelihatan dan lampu neon bertuliskan “Calypso”, tapi begitu gue menghampiri, gue tetep aja bingung sendiri. Letaknya ada di tengah-tengah deretan toko-toko dan papan petunjuknya pun tidak cukup membantu. Ticket booth-nya juga kecil dan pintu masuk ke dalam teaternya itu hanya berupa tangga. Barulah setelah kita naik ke atas tangga itu, kita menemukan pintu masuk yang lebih megah.

Begitu melangkah masuk ke dalam etaternya, gue langsung terpukau. Bener-bener cantik dan mewah banget! Padahal gue udah pernah lihat fotonya, tapi gue tetep aja terkagum-kagum. Beda jauh sama teaternya Simon Cabaret yang lebih sederhana itu. Begitu gue duduk, langsung ada pelayan yang menawarkan minuman. Ada minuman yang sifatnya complimentary a.k.a gratis, ada juga yang harus bayar, yang kayak wine, beer, gitu-gitu deh. I simply chose a cup of hot tea.

Saat pertunjukan dimulai… well… kekecewaan pertama gue dimulai. Bancinya kurang cantiiik… malaah… banyak juga yang kelihatan jelek 😦 Terus tariannya biasa aja, nggak ada yang lucu, bosen, bikin ngantuk, bikin gue pengen cepet selesai dan balik lagi belanja-belanja di Asiatique… Lagu-lagu yang mereka bawakan juga jadul-jadul banget, banyak lagu yang gue nggak pernah denger sebelumnya. Kalopun ada yang gue kenal, itupun lagu jadul yang pernah dibawain di serial TV Glee. Hiks hiks… gue kecewa banget!

Trus satu lagi nih, yang gue enggak suka dari Calypso: MC-nya! Dia seriiiiiiiiiing banget ngomong gini, “Ladies and Gentlemen.” Gue sampe bosen dengernya! Trus dia selalu aja ngenalin semua nama penarinya tiap kali satu scene udah berakhir meskipun sebetulnya, penari yang sama udah pernah dia kenalkan pada dance scene sebelumnya! It was totally boring.

Jadi kalo gue bilang, it’s not worth to watch. Murah sih, tiket masuknya… cuma 900 baht aja. Tapi tetep aja, mendingan waktu puluhan menit itu gue pake buat belanja di Asiatique. Baru kemudian gue dapet info, yang paling bagus itu cabaret show di Pattaya, namanya Tiffany kalo nggak salah. Atau kalo kalian ke Phuket, jangan lupa nonton Simon Cabaret. Dijamin jauh beda sama Calypso yang membosankan itu… fufufufu.

Asiatique The Riverfront Bangkok

Awalnya, gue mengunjungi Asiatique semata-mata hanya karena ada cabaret show yang berlokasi di shopping mall itu. Saat gue mulai googling soal Asiatique… gue jadi antusias kepingin belanja di Asiatique itu sendiri! Dengan konsep open air shopping mall yang terletak di pinggir sungai, Asiatique terlihat cantik, fotogenik, dan tampil beda dengan shopping malls lainnya di kota Bangkok.

Untuk urusan belanja, , ada banyak toko-toko kecil yang menjual barang-barang yang sifatnya eksklusif. Berikut ini 3 toko favorit gue selama berbelanja di Asiatique:

 

Qualy

Toko ini menjual berbagai pernak-pernik lucu. Gue beli banyak stationeries lucu di tempat ini.  Di bawah ini foto beberapa produk Qualy yang mempercantik ruang kerja gue di kantor.

IMG_0503 IMG_0508

 

 

 

 

Dari segi harga, Qualy termasuk middle price. Gue habis sekitar 900rb rupiah hanya untuk belanja di satu toko ini. Meskipun agak mahal, tapi gue puas! Kualitas barangnya memang termasuk bagus kok. Plastiknya clean dan tidak terlihat murahan meski didominasi warna-waran pastel yang colorful.

 

Try Me

Toko kecil ini khusus menjual aksesoris yang girly banget. Gue beli banyak cincin dan gelang buat teman-teman gue, tapi karena belum sempat ambil fotonya, berikut foto cincin dan gelang yang gue beli di Try Me, gue ambil dari official Facebook fan page-nya Try Me.

IMG_5038-edit

488127_448932111845161_1868755602_n

Buat gue sendiri akhirnya cuma beli satu kalung berwarna pink. Berikut ini foto gue yang lagi pake kalungnya…

Can't you see the pink bird between my nephew's little fingers? :D

Can’t you see the pink bird between my nephew’s little fingers? That’s the necklace:D

Dari segi harga, aksesoris di Try Me bukan yang paling mahal yang gue beli selama berlibur di Bangkok. Materialnya ringan dan kalau diperhatikan, di bagian belakang aksesorisnya masih suka ada goresan kecil. However, they are cute and irresistible! Udah gitu asyiknya, harga di sana masih bisa ditawar lho.

 

Toko Aroma Therapy

IMG_0505Sayangnya, gue udah lupa nama toko tempat gue beli pewangi aroma vanilla favorit gue itu. Serius deh, gue sukaaaa banget sama wanginya. Lembut, nggak menyengat, dan bisa tercium dari jarak jauh juga. Hebatnya lagi, meskipun botolnya kecil, wanginya bener-bener tahan lama! Botol kecil ini sudah gue taruh di ruang kerja selama 3 bulan dan sampai sekarang masih belum habis. I really fall for this one!

Oh ya, di Asiatique ini ada banyak banget toko yang jual aroma therapy. Ada macam-macam aroma, dan yang paling gue suka, mereka punya berbagai jenis diffuser yang cantik dan unik. Untuk range harga juga berbeda-beda… ada yang mahal, ada pula yang murah meriah.

 

Selain 3 toko yang gue sebutkan di atas, ada pula toko-toko kecil yang menjual pakaian, aksesoris, bahkan snacks untuk dijadikan oleh-oleh. Cukup banyak juga turis yang belanja snacks di sana… sudah di-packing dalam dus supaya praktis bawanya. Gue sendiri nggak gitu tertarik beli snacks di sana secara kayaknya ribet aja gitu, bawa-bawa kardus naik-turun boat.

Anyway untuk sampai di Asiatique, kita bisa numpang free shuttle boat yang berangkat dari pier dekat stasiun BTS Saphan Taksin. Berhubung shuttle boat gratisan, jangan kaget kalo antriannya juga panjang. Mau nggak pake ngantri? Bisa aja naik boat yang berbayar, dengar-dengar harganya sekitar 40 baht one way. Tapi gue tetep pilih free shuttle boat soalnya gue takut malah salah jurusan kalo naik boat yang lain, hehehehe.

Oh ya, berhubung Asiatique ini konsepnya pasar malam, jadi jangan coba-coba dateng siang-siang ke sini. Tokonya rata-rata baru buka sekitar jam 5 sore.  Dan saran gue: jangan lupa bawa kipas! Asiatique itu kan open air shopping mall, jadi enggak ada tuh AC di sepanjang lorongnya… Nggak semua toko pasang AC pula. Untunglah masih ada angin yang berhembus sepanjang malam… lumayan ngilangin gerah saat ngantri shuttle boat buat pulang ke hotel.