Take Care of Your Heart (Literally)

Ceritanya seminggu ini saya dirawat di rumah sakit. Awalnya gara-gara pingsan di mall dan saat tiba di rumah sakit, pemeriksaannya melebar sampai ke jantung dan juga syaraf. Saya yakin banget cuma bermasalah di lambung, tapi ya sudahlah… toh biaya pemeriksaannya ditanggung asuransi.

Salah satu pemeriksaan yang harus saya lakukan adalah USG jantung. Rasa haru saat melihat jantung yang berdetak itu mungkin mirip-mirip dengan rasa haru saat seorang ibu pertama kali melihat janinnya via USG, hehehehe.

Saat melihat jantung saya di layar monitor, tiba-tiba saja saya teringat slogan berikut ini, “Sayangi jantung anda.”

Tiba-tiba saja, saya merasa kasihan dengan jatung saya sendiri. Kurang istirahat, enggak pernah olahraga, ditambah lagi saya bahkan enggak pernah repot-repot mengecek apakah saya sudah cukup memgkonsumsi makanan yang baik untuk jantung saya ini. Belum lagi stres dan tekanan ekstra dari asam lambung yang pasti juga sudah jadi beban tambahan untuk jantung saya ini.

Saat itu saya juga berpikir betapa saya seharusnya lebih mensyukuri jantung saya yang masih berdetak ini. Kalau bukan karena jantung yang masih berdetak, saya nggak akan punya cukup waktu untuk mewujudkan cita-cita saya, nggak punya cukup tenaga untuk pergi melihat dunia, dan juga nggak punya kesempatan untuk mengenal orang-orang hebat dalam hidup saya. Dan kalau bukan karena jantung yang masih berdetak, saya juga tidak akan pernah merasakan indahnya jatuh cinta.

Sejak detik itu juga saya bertekad… saya harus lebih peduli pada diri saya sendiri. Masih banyak impian yang belum saya capai, masih banyak tempat yang belum saya datangi, dan saya juga masih belum puas dengan kontribusi yang saya berikan untuk society. Rasanya masih banyak hal yang bisa saya lakukan dalam hidup saya ini. Saya harus tetap hidup… saya masih ingin jantung saya berdetak lebih lama lagi.

Alhamdulillah hari ini saya sudah boleh pulang. But you know what? Tidak lama setelah saya diperbolehkan pulang, saya mendengar kabar pasien di kamar sebelah baru saja meninggal dunia… karena penyakit jantung (dia meninggal di ICCU).

I’m discharged, well and healthy, but that man I never knew… he died on the very same day.

Mendengar keluarganya yang menangisi kepergian almarhum, tekad saya jadi semakin kuat; saya harus lebih menyayangi diri saya sendiri.

Hari Senin nanti, hasil tes jantung saya akan dibacakan oleh dokter di rumah sakit yang sama. Doakan hasilnya tidak menunjukan sesuatu yang serius yaa!

Have a nice weekend!