A journey to remember

Micky, My Blind Cat

Posted on: January 5, 2018

Berawal dari Instagram post orang lain yang bercerita tentang anjing yang kehilangan mata kanannya, gue jadi teringat dengan kucing gue yang buta kedua matanya sejak masih baru dilahirkan. Micky namanya.

Mata Micky sangat jelas terlihat aneh. Sangat sipit dan terlihat seperti tidak ada bola matanya. Waktu umur Micky baru beberapa bulan, gue pernah coba bawa Micky ke dokter hewan. Ternyata posisi mata Micky terbalik, harus dioperasi untuk diputar ke depan. Operasi besar yang cukup tinggi resikonya dan belum tentu terjamin keberhasilannya. Gue enggak tega membiarkan Micky naik ke meja operasi, dia cuma akan kesakitan dan belum tentu akan sembuh setelah operasinya.

Gue bawa pulang Micky ke rumah. Meski buta kedua matanya, Micky baik-baik saja. Micky sudah menghapal seluk-beluk rumah, dia bahkan bisa berkeliaran bolak-balik ke rumah seberang yang tidak lain rumah salah satu adik kandung gue. Micky tahu di mana letak pagar dan tangga, dia tahu kapan harus berhenti dan bersiap untuk melompat naik. Micky juga dapat mengenali suara kendaraan bermotor, dia akan berhenti saat mendengar suara mesin di sekitar dia. Micky memang buta, tapi dia bisa hidup baik dengan indera pendengarannya. Micky juga masih bisa kawin, jangan tanya gue gimana caranya, hehehehe.

Awalnya, gue sering sedih saat melihat Micky. Anak-anak tetangga sering meneriaki Micky “si kucing buta” sambil menunjuk-nunjuk Micky yang sedang duduk di teras rumah. Micky juga bukan kucing kesayangan orang rumah, dia kalah lucu dengan kucing-kucing kami yang lainnya. Micky juga sering mengalah saat berebut makanan dengan kucing-kucing lain, gue sering lihat dia makan makanan sisa kucing-kucing lainnya itu.

Saat gue pindah dari rumah ortu untuk tinggal sendiri di rumah kost, gue sering menitipkan pesan khusus ke keluarga gue untuk tidak lupa memberikan makanan terpisah buat Micky, sama seperti yang biasa gue lakukan setiap harinya. Setiap kali gue makan ayam atau ikan, gue juga sisakan sedikit dagingnya lalu gue akan kasih sisa makanan gue itu hanya untuk Micky saja (gue enggak tega jika hanya kasih dia tulangnya saja, gizinya jadi kurang banyak). Kadang, gue duduk di sebelah Micky sampai dia menghabiskan makanannya, hanya untuk memastikan makanan dia tidak direbut kucing-kucing lainnya.

Mungkin memang aneh, gue malah lebih sayang sama kucing jelek yang buta matanya (Micky juga terlihat lebih kotor dibanding kucing lain di rumah). Orang lain mungkin akan jijik. Padahal sebetulnya, Micky kucing yang sehat, dia hanya buta dan agak kotor saja (makin gampang terlihat kotor karena bulunya berwarna putih). Micky memang bukan kucing yang menggemaskan, tapi tiap kali melihat dia sedang makan lahap, gue sering berpikir, “Micky memang buta, tapi dia akan jadi cahaya dalam masa-masa tergelap dalam hidup gue.”

Mungkin terdengar lebay, mellow, dan tidak masuk akal, tapi memang benar begitu kenyataannya. Melihat Micky yang masih lincah dan senang bermain sering membuat gue merasa bersemangat saat hidup gue sedang dirundung banyak masalah. Micky seperti mengingatkan gue untuk tetap menikmati hidup terlepas segala kekurangan dan rintangan yang menghambat gerak langkah gue. Selain itu, melihat Micky makan lahap selalu membuat gue merasa lebih baik. It just feels good knowing that I’m doing something good even if it’s just for a blind old cat.

Micky tidak bisa melihat, tapi Micky berhasil hidup sampai tua. Hidup dengan baik, dengan kelincahan dan kemanjaannya. Hanya saja sayangnya, gue tidak bisa ingat kapan terakhir kalinya gue melihat Micky. Suatu waktu, dia menghilang begitu saja. Micky tidak pernah lagi ada tiap kali gue pulang ke rumah orang tua. Dengan sendirinya gue tahu, Micky sudah enggak ada. Micky tidak pernah bisa pergi jauh dari rumah, jadi jika dia sudah tidak terlihat, berarti dia sudah pergi untuk selama-lamanya. Micky sudah punya rumah baru, Micky sudah tidak lagi berjuang dengan kebutaannya.

Sudah lama gue tidak menangisi kucing gue yang sudah pergi, tapi menulis ini ternyata bikin gue jadi sedih sendiri. Air mata gue menetes sendiri. Jadi semakin terasa bahwa kini Micky sudah pergi. Tidak ada lagi kucing yang mesti gue tunggu sampai habis semua makanannya. Tidak ada lagi kucing yang membuat gue ngerasa cemas tiap kali melihat dia berjalan zig-zag saat menyeberang jalan menuju ke rumah. Tidak ada lagi Micky yang membuat gue merasa bersemangat hanya dengan melihat kelincahannya saja.

Membesarkan hewan peliharaan membuat gue belajar bertanggung jawab, dan membesarkan Micky secara khusus mengajarkan gue belas kasihan. Kemudian yang tidak kalah penting; memelihara Micky mengajari gue untuk untuk menerima ketidaksempurnaan, menyayangi tanpa syarat, dan mensyukuri hidup ini lengkap dengan segala kekurangan di dalamnya.

Goodbye Micky, you know you were loved, and will always be loved.

Forever in love with you,

Riffa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 962,959 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

I used to read a quote written by my former lecture saying that even a bad decision would always be much better than no decision at all. It reminded me of the decisions I put on hold and I asked myself, “What prevents me from making all those decisions?” I could instantly listed down many personal reasons that didn’t even sound good to myself. So there I made a couple of decisions; the good ones and the bad ones, and apparently it was so true: even bad decision was still better than no decision at all. First of all, it helped me to move on. I no longer waited for this and that; I made decisions and I started to make the actions. It also gave me a peace of mind knowing that I owed nothing to anyone, not even to myself. And most importantly, all those decisions made me learn, notably the bad ones. It’s not that I intentionally made a bad one, but well, how did I know my decision was bad until I gave it a try? Ever since the day I decided to stop putting my decisions on hold, my life felt a lot lighter and I have never been more proud of myself. Other people might not be happy with my decisions, but I only do what I’ve got to do and they can’t blame me for having courage to do the things they’re not willing to do. If it holds me back and nobody wants to make the call, then let me do the honor. It’s actually that simple, and again, it sets me free.
My biggest career goal is always running my own business. I have been an entrepreneur even since I was a seven years old. I was never hesitate everytime I saw an opportunity to earn some cash to buy toys and comic books. Graduating from college and starting my first corporate job has stopped me from doing my own business. I was too busy to do something else beside my main job. I tried to run a small jewelry business but then I got bored. I came to learn that if I want to start a business, I have to do something bigger. But of course, a bigger scale own business will also require a bigger effort! The comfort of corporate job made me decide to postpone starting a new business until at some point, it was no longer comforting to me. I still remember one night I went home feeling extremely upset with my boss and I just told myself, “I can’t do this forever. I can do much better than working for a jerk.” Right at that moment, I decided to start my biggest dream: starting my own business. Not so long after that, @thelenstory was born.
There is this one little secret about @thelenstory. There was one particular guy who made me fall deeper with photography. He was so talented he could make an old dirty lamp look beautifully glow in his pictures. I still remember that day on a boat, he took pictures of me and he smiled behind his lens. That kind of smile that made me feel the prettiest girl on earth. I didn’t know why but I just loved seeing this guy holding his camera. I even still loved it when he took pictures of me with his grumpy face! At the end of the day, The Lens Story is way more than just a girl who fell in love. The ups and downs, and all lifetime savings that I’ve spent have been the greatest leap of faith I’ve ever taken in my entire life. That one guy from my past was just a starting point. He was my inspiration, he made me believe that there were many hidden talents like him out there and I would be more than happy to help them start their professional career in photography. That was the very beginning story on how my start-up was born, and to me, that will always be one of my favorite stories to tell.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: