A journey to remember

The Beauty of Meteora

Posted on: September 30, 2015

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Meteora Hotel at Kastraki.

Apa sih, yang pertama terlintas di benak kamu saat mendengar nama Yunani? Blue dome church in Santorini? The magnificent blue Aegean sea? Acropolis? Or a beach party at Mykonos? 

Awalnya, Meteora juga tidak masuk ke dalam itinerary gue. Jangankan masuk ke itinerary, dengar namanya saja gue belum pernah! Entah kenapa, Meteora memang tidak cukup terkenal di kalangan turis Indonesia. Tapi berkat iseng-iseng googling “tourist attraction in Greece“, gue jadi ‘diperkenalkan’ dengan Meteora; the natural big rocks with monasteries on top of it. Pertama kali melihat gambarnya, gue langsung terkesima!

Hanya saja sayangnya, Meteora ini termasuk jauh dari Athena. Membutuhkan perjalanan darat dengan kereta antara 5-6 jam! Bisa capek rasanya kalau harus pulang-pergi dari Athena hanya dalam 1 hari yang sama. Tapi misalkan gue sampai menginap, kegiatan apa saja yang akan gue lakukan di sana nanti? Secara tourist attraction-nya ya hanya pemandangan Meteora dan monasteries-nya itu saja kan…

Setelah dipertimbangkan matang-matang, akhirnya gue sepakat dengan diri gue sendiri (secara memang gue mengunjungi Meteora hanya sendirian); gue akan tetap menginap satu malam di Kastraki; desa terdekat dengan Meteora. Gue bahkan berhasil menemukan hotel yang punya the best panoramic view of Meteora. Foto gue di depan kolam renang hotel ini benar-benar keren kalo menurut gue, hehehehe.

Dalam satu hari, hanya ada satu direct train (tanpa transit) dari Athena ke Kalambaka (stasiun terdekat untuk mengunjungi Meteora), begitu pula sebaliknya; hanya ada satu kali direct train dari Kalambaka kembali ke Athena. Kereta pagi untuk keberangkatan, dan kereta malam untuk kepulangan ke Athena. Durasi yang sangat ideal kalau menurut gue. Kita bisa santai menikmati sunset tour di hari pertama, santai-santai pagi di hari ke dua, lalu kembali explore Meteora dari siang sampai dengan sore di hari ke dua. Sekitar jam 5, waktunya kembali ke stasiun kereta Kalambaka.

Lalu bagaimana pengalaman gue berkunjung ke Meteora? Just three words: it was wonderful!

Di hari pertama, gue putuskan untuk mengikuti sunset tour bareng travel agent Meteora Thrones. Mereka jemput gue ke hotel jam 4 sore dengan minibus yang keren banget! Ada free wi-fi di dalam bisnya, jadi bisa langsung upload foto keren yang baru saja gue dapatkan, hehehehe.

Selama tur yang berlangsung sekitar 4 jam itu, gue dan dua turis asing lainnya dibawa mengelilingi 6 monasteries yang ada di sana. Sayangnya dari 6 monasteries itu, kita hanya diberi kesempatan untuk masuk ke dalam 2 monasteries yang paling kecil saja. Kenapa begitu? Karena waktunya tidak akan cukup jika kita juga masuk ke dalam monasteries yang lebih besar secara bisa sampai ada 100-200 anak tangga hanya untuk sampai ke atas monastery!

Selain mengunjungi monasteries, kita juga berhenti di beberapa tempat bersejarah dan tentunya, beberapa tempat yang sangat ideal untuk berfoto. Bagian foto-foto ini yang paling gue suka! Karena menurut gue, monasteries itu justru terlihat lebih indah dari luar daripada dari dalamnya. Lagipula tanpa ada monasteries-nya pun, Meteora ini sudah luar biasa indahnya! Tempatnya juga sangat fotogenik dan bikin gue jadi kepingin ambil foto lagi dan lagi dan lagi!

Menjelang jam 7 sore, kita dibawa beranjak menuju sunset point. Tempatnya agak curam, jadi harus ekstra hati-hati dan tidak disarankan mengenakan sendal jepit. Begitu sampai sana, Dimitri si tour guide langsung mengarahkan gue duduk di tepian batu besar untuk the best sunset viewing. Dan benar saja! Tanpa ada embel-embel sunset pun, tempat itu sudah sangat memukau mata! Gue bener-bener enggak bisa berhenti mengagumi indahnya pemandangan di depan mata. Pada saat itulah gue memutuskan, “Meteora ini udah jadi tempat paling indah yang pernah gue kunjungi!”

.

This slideshow requires JavaScript.

Selesai nonton sunset, kita diantar pulang menuju hotel masing-masing. Atau sebenarnya, bisa juga minta diantar ke tempat lain, ke restoran terdekat misalnya, tapi gue tetap lebih memilih pulang ke hotel karena langit sudah sangat gelap. Sampai hotel, gue langsung menuju restoran untuk makan malam. Meskipun udara terasa agak dingin, gue tetap lebih memilih duduk di luar, di tepi kolam renang, sambil memandang Meteora di malam hari. Meteora-nya memang tidak terlihat jelas, tapi lampu-lampu dari desa di bawah hotel, angin sepoi-sepoi dan suara jangkrik sudah bikin acara makan malam gue menjadi lebih istimewa.

Keesokan paginya, gue putuskan untuk santai-santai di hotel. Istirahat cukup untuk ‘membayar’ capeknya gue belasan jam di pesawat disambung 5 jam di kereta hanya beberapa jam setelah landing. Gue lalu dengan cueknya makan sangat banyak saat sarapan di hotel (dan ternyata, breakfast di hotel pagi itu merupakan the best breakfast gue selama berlibur di Yunani!) dilanjutkan main-main di pinggir kolam renang. Dan tidak lupa, ambil foto yang banyak! Gue dibantu salah satu restaurant waitress untuk ambil foto gue di pinggir kolam renangnya.

Kemudian setelah check out jam 12 siang, gue langsung dijemput supir taksi yang akan mengantar gue jalan-jalan sampai dengan jam 4 sore. Untuk taxi tour ini jatuhnya agak mahal (EUR 50) jika dibandingkan sunset tour yang hanya EUR 25 secara dalam satu taksi itu penumpangnya hanya gue seorang. Meskipun mahal, tapi gue sangat puas! Gue bebas foto sebanyak-banyaknya dan si supir taksi ini membawa gue ke banyak tempat yang belum gue kunjungi di hari sebelumnya. Ternyata, ada cukup banyak tempat yang hanya bisa diakses oleh mobil kecil saja. Misalnya, tempat untuk melihat Kastraki village dari ketinggian. Foto-foto terbaik gue di Meteora justru gue dapatkan selama taxi tour ini.

Selama taxi tour, gue sempat masuk ke dalam 2 monasteries yang ukurannya lebih besar. Gue paling suka saat mengunjungi Holly Trinity. Jika berkunjung ke sana, jalan terus sampai keluar dari pintu belakang, ikuti jalan sampai ke ujung bukitnya. Di ujung bukit itu (hati-hati jatuh ya!), kita bisa melihat kota Kalambaka di bawah sana! Kabut yang tengah turun malah bikin pemandangannya tambah mempesona kalo menurut gue. Serasa sedang berdiri di istana atas awan sambil mengintip daratan di bawah sana, hehehehe.

Kembali ke taxi tour, meskipun hanya supir taksi, tapi pengetahuan dia soal sejarah Meteora menurut gue tidak kalah dengan official tour guide. Dan lagi-lagi, yang paling gue suka, dia itu jago banget ambil fotonya! Orangnya juga ramah banget, jadi serasa punya teman baru! Sekitar jam setengah lima sore, dia mengantar gue ke stasiun kereta untuk menitipkan koper gue di kantor penjualan tiket supaya gue bisa bebas cari makan tanpa perlu repot-repot memikirkan koper besar gue itu. Very thoughtful, huh? You can contact him for a taxi tour at +30 6972164382 or timos_taxi@hotmail.com

Awalnya gue pikir, naik ratusan anak tangga itu akan sangat-sangat bikin gue jadi capek. Kalau dilihat dari tepi jalan, betul-betul tidak disangka gue pernah berhasil naik sampai ke atas sana, hehehehe. Tapi ternyata, semuanya bisa gue lewati tanpa banyak berhenti untuk duduk-duduk dulu lho. Pemandangannya bikin gue jadi lupa sama capeknya! Dan meskipun hanya sendirian, gue tetap enjoy! Malah anehnya, gue justru merasa pergi sendirian itu pula yang udah bikin perjalanan ke Meteora jadi terasa sangat berbeda. Gue jadi lebih banyak mengobrol dengan sesama turis lain, atau bahkan, dengan si taxi driver gue juga!

Finally, there’s nothing else I can say other than… Meteora is a MUST visit when you’re in Greece. Just come and prove it with your bare eyes!

P.s.: Banyak yang bilang kereta menuju Kalambaka itu bikin bingung, tapi kalau menurut gue sih, gampang-gampang aja tuh. You will just know which train you should take. Yang agak rumit hanya saat cari tempat duduknya saja. Supaya cepat, lebih baik tanya ke petugas! Kemudian jangan ragu bertanya jika kamu melihat ada orang lain yang malah duduk di bangku yang sudah kamu reserve. Di Yunani itu memang sudah biasa asal ambil tempat duduk orang lain yang dikira masih kosong. Oh iya, beli tiket kereta secara online harganya malah lebih murah lho. Just visit http://www.trainose.gr for online reservation.

Advertisements
Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

My Blog Counter

  • 962,959 visits since May 2011

My Blog Categories

My Blog Archives

Click the pictures below to visit my Instagram...

I used to read a quote written by my former lecture saying that even a bad decision would always be much better than no decision at all. It reminded me of the decisions I put on hold and I asked myself, “What prevents me from making all those decisions?” I could instantly listed down many personal reasons that didn’t even sound good to myself. So there I made a couple of decisions; the good ones and the bad ones, and apparently it was so true: even bad decision was still better than no decision at all. First of all, it helped me to move on. I no longer waited for this and that; I made decisions and I started to make the actions. It also gave me a peace of mind knowing that I owed nothing to anyone, not even to myself. And most importantly, all those decisions made me learn, notably the bad ones. It’s not that I intentionally made a bad one, but well, how did I know my decision was bad until I gave it a try? Ever since the day I decided to stop putting my decisions on hold, my life felt a lot lighter and I have never been more proud of myself. Other people might not be happy with my decisions, but I only do what I’ve got to do and they can’t blame me for having courage to do the things they’re not willing to do. If it holds me back and nobody wants to make the call, then let me do the honor. It’s actually that simple, and again, it sets me free.
My biggest career goal is always running my own business. I have been an entrepreneur even since I was a seven years old. I was never hesitate everytime I saw an opportunity to earn some cash to buy toys and comic books. Graduating from college and starting my first corporate job has stopped me from doing my own business. I was too busy to do something else beside my main job. I tried to run a small jewelry business but then I got bored. I came to learn that if I want to start a business, I have to do something bigger. But of course, a bigger scale own business will also require a bigger effort! The comfort of corporate job made me decide to postpone starting a new business until at some point, it was no longer comforting to me. I still remember one night I went home feeling extremely upset with my boss and I just told myself, “I can’t do this forever. I can do much better than working for a jerk.” Right at that moment, I decided to start my biggest dream: starting my own business. Not so long after that, @thelenstory was born.
There is this one little secret about @thelenstory. There was one particular guy who made me fall deeper with photography. He was so talented he could make an old dirty lamp look beautifully glow in his pictures. I still remember that day on a boat, he took pictures of me and he smiled behind his lens. That kind of smile that made me feel the prettiest girl on earth. I didn’t know why but I just loved seeing this guy holding his camera. I even still loved it when he took pictures of me with his grumpy face! At the end of the day, The Lens Story is way more than just a girl who fell in love. The ups and downs, and all lifetime savings that I’ve spent have been the greatest leap of faith I’ve ever taken in my entire life. That one guy from my past was just a starting point. He was my inspiration, he made me believe that there were many hidden talents like him out there and I would be more than happy to help them start their professional career in photography. That was the very beginning story on how my start-up was born, and to me, that will always be one of my favorite stories to tell.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

About Me

What my blog is all about? It's all about my life; my very own fairy tale, that I would love to share. This is my story, my ups and downs, it's a journey to remember.

Advertisements
%d bloggers like this: